Renungan Harian Misioner
Sabtu, 30 Desember 2023
P. S. Sabinus
1Yoh. 2:12-17; Mzm. 96:7-8a,8b-9,10; Luk. 2:36-40
Dalam sejarah kehidupan anak cucu Abraham-Ishak-Yakub, bakti kepada Allah sangatlah mendalam. Sebab, seluruh hidup mereka dihayati bersamaan dengan pengakuan pada Penciptaan Alam Semesta. Mereka amat mengakui, betapa seluruh sejarah hidup mereka menyatu dengan dunia, yang mereka imani diciptakan Allah dengan penuh kasih. Sekaligus mereka sadari, bahwa sejak awal penciptaan, mereka senantiasa mengakui kesediaan untuk menaati Kehendak Allah yang Kudus, di balik segala sejarah, yang harus mereka lewati dalam Jalan Bersama dengan segalanya. Dengan demikian, TAAT ALLAH merupakan sifat khas dari iman mereka, yang sepanjang sejarah selalu diperhatikan.
Bacaan I: 1 Yohanes 2: 12-17: seluruh wangsa Israel, tua maupun muda tercakup dalam bisikan Roh untuk mendengarkan Kehendak Allah. dalam pada itu, mereka mengakui pula, bahwa ada waktunya, bahwa dalam sejarah kehidupan mereka, terjadi pula pelanggaran terhadap Kehendak Allah: itulah dosa-dosa mereka. Namun sejak cukup dini pula, Allah menjanjikan untuk ‘pembersihan mereka dari dosa’. Oleh sebab itu, pemurnian mereka juga senantiasa mereka akui diberikan oleh Allah dan karena itu mereka syukuri pula. Dalam semangat itulah Alkitab Perjanjian Lama dijunjung tinggi dalam iman akan Allah. Di sanalah pula syukur menjadi bagian hidup mereka, yang mewarnai sejarah Israel.
Refleksi kita: sekarang pun kita mensyukuri penciptaan dan Kehendak Allah, namun kita juga mensyukuri ampun atas dosa. Mari kita maju terus.
Bacaan Injil: Lukas 2:36-40: persembahan Kanak-Kanak Yesus ke Bait Allah, menyertakan berkat bagi Keluarga Yusuf dan Maria, namun juga membawa berkat bagi orang-orang lain, seperti Ibu Hana. Dalam peristiwa itu, menjadi jelas, betapa Kanak-Kanak Yesus membawa berkah bagi siapa pun, yang dikehendaki Allah. Dengan demikian, keselamatan dilimpahkan oleh Allah melalui pengutusan Sang Putra, yang dihantar oleh St. Yusuf dan Bunda Maria. Sekarang pun, kita tahu dan mengimani, bahwa Sang Kristus membawa keselamatan bagi siapa pun, yang dikehendaki Allah. Kita murid-murid-Nya dipanggil untuk membagikan karunia Allah, kepada semua orang yang memperoleh berkah Roh Allah, demi kemuliaan Nama-Nya. Marilah kita mempersembahkan semua karunia Ilahi. “Kemuliaan kepada Bapa, dan Putra dan Roh Kudus…”
(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)
Doa Persembahan Harian
Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.
Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:
Ujud Gereja Universal: Untuk mereka yang berkebutuhan khusus – Kita berdoa untuk mereka yang hidup dalam berkebutuhan khusus, semoga mereka menjadi pusat perhatian masyarakat dan lembaga-lembaga dapat memberikan program-program bantuan inklusif yang menghargai partisipasi aktif mereka.
Ujud Gereja Indonesia: Perubahan iklim – Kita berdoa, semoga kita bersyukur bahwa Tuhan telah berkenan menjadi manusia yang hidup di dunia, dan karena rasa syukur itu kita terdorong untuk secara individual maupun kelompok ikut mengatasi masalah perubahan iklim dan kerusakan lingkungan yang kini mengancam bumi sebagai rumah kita bersama.
Amin
