TRITUNGGAL Sejak Awal

Renungan Harian Misioner
Sabtu, 06 Jan 2024
Kaspar, Melkior, Balthasar

1Yoh. 5:5-13; Mzm. 147:12-13,14-15,19-20; Mrk. 1:7-11 atau Luk. 3:23-38

Ada yang beranggapan seakan-akan, Tritunggal merupakan kesimpulan akhir dari pelbagai masukan dari banyak pemikiran yang dihidangkan penulis-penulis Kitab Suci. Padahal di awal Perjanjian Lama Roh Kudus, Bapa dan Sabda sudah hadir dalam ayat-ayat pertama. Demikian lama, di awal tahun kita diajak untuk menyambut perwahyuan Tritunggal melalui Kitab Suci Perjanjian Baru. Marilah kita senantiasa sadar, sejak awal tahun Baru, akan kehadiran Bapa dan Putra dan Roh Kudus sebagai ungkapan iman yang disambut rendah hati.  

Bacaan I: 1 Yoh. 5:5-13: memperlihatkan Rasul Yohanes yang dicintai Tuhan Yesus mengajak para murid meyakini, betapa sejak awal umat Perjanjian Baru dengan rendah hati menyambut kepercayaan, bersama anak cucu Abraham-Ishak-Yakub, betapa Allah memadukan diri dengan seluruh umat manusia, betapa penciptaan dan penebusan ber-jalan bersama secara terpadu. Isi iman Murid Yang Dicintai Tuhan diresapi oleh kepercayaan mendalam akan satunya Tritunggal sebagai inti penting iman kepercayaan orang di sekitar Yohanes Pembaptis. Kita bersatu pula dengan mereka itu: sebagai murid-murid beriman, yang diberi perwahyuan Allah Pencipta dan Penebus dengan penuh Kasih dalam Roh Kudus. 

Refleksi kita: sepantasnyalah kita bersatu dengan semua orang beriman untuk membuka hati kita sehingga mempunyai Tritunggal yang utuh. 

Bacaan Injil: Mrk. 1:7-11: Cukup dini keyakinan para anak-cucu Abraham-Ishak-Yakub dibimbing untuk menyambut perwahyuan Agung, betapa Bapa-Putra-Roh Kudus sudah dibagikan kepada siapa pun yang membuka diri ketika Roh Kudus meresapi orang yang mencari Allah, seperti Yohanes Pembaptis beserta para murid-Nya. Perwahyuan itu disambut juga oleh Nabi Agung Yohanes Pembaptis, tanpa ragu sedikit pun. Oleh sebab itu, para murid Guru Yordan, Yohanes Pembaptis maupun para murid dari Keduabelasan Rasul terpadu bersama pewaris wahyu Perjanjian Lama menundukkan hati memberikan bakti iman, yang nantinya akan diwarisi oleh Gereja dalam abad-abad yang mengikuti mereka. Seluruh Peristiwa itu meneguhkan iman Gereja, yang dirumuskan perlahan-lahan sepenuh kerendahan hati. Itulah Gereja yang satu, kudus, katolik dan apostolik: kepada Tritunggal Yang Mahakudus. 

Refleksi kita: sejauh manakah kita semua secara perseorangan maupun secara bersama membuka diri akan iman Tritunggal sebagai Tanda Bakti kepada Allah, yang penuh kasih dan pengharapan yang dikuatkan iman Allah?

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

Doa Persembahan Harian

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja Universal: Karunia keberagaman dalam Gereja – Semoga Roh Kudus menuntun kita untuk mengenali anugerah berbagai karisma dalam komunitas Kristiani dan menghargai kekayaan berbagai tradisi dan ritus dalam Gereja Katolik. 

Ujud Gereja Indonesia: Keluarga muda – Semoga keluarga-keluarga muda menemukan ruang pribadi yang intim dan penuh cinta Ilahi di tengah kesibukan kerja, rumah tangga dan peran dalam Gereja dan masyarakat. 

Amin.

Tinggalkan komentar