Perjumpaan dengan YESUS Akses untuk Memperoleh Keselamatan

Renungan Harian Misioner
Selasa, 09 Januari 2024
P. S. Andreas Korsini

1Sam. 1:9-20; MT 1Sam. 2:1,4-5,6-7,8abcd; Mrk. 1:21b-28

Para Pembaca Ren-Har KKI yang terkasih, Shalom!

Setelah sukacita Natal Tahun 2023 & Tahun Baru 2024, kini kita kembali ke dalam Ziarah Melintasi Bumi Menuju Kerajaan Allah dalam Masa Biasa Kalender Liturgi Tahun B/II. Mazmur Tanggapan yang menggunakan ayat-ayat dari 1Samuel 2:1.4-8abcd menegaskan tentang sukacita yang dialami oleh mereka yang mengandalkan Tuhan, karena keselamatan yang dikerjakan-Nya. Selanjutnya melalui Bacaan Pertama dan Bacaan Injil, kita menemukan bahwa keselamatan yang Allah sediakan itu dapat berlaku baik untuk urusan hidup yang jasmani maupun urusan hidup yang rohani!

Sukacita Hana dari kota Rama

Dalam Bacaan Pertama, Firman Tuhan menghadirkan kepada kita sukacita seorang Hana, yang dengan penuh penyerahan diri yang seutuhnya, membawa persoalan dan beban hidupnya kepada Allah. Melalui imam Eli, Allah menjawab nazar Hana dengan memenuh kerinduan hati seorang wanita yang telah lama menikah, yakni menjadi ibu dengan hadirnya anak-anak, (1Samuel 1:9-20). 

Pengalaman Hana dari Rama ini menunjukkan jal penting untuk kita dalam menghayati hubungan kita dengan Tuhan Allah, yakni bahwa ketika kita sepenuhnya menyerahkan suka-duka kehidupan kita, tantangan hidup berikut beban-beban yang harus kita tanggung, dalam iman dan ketundukan penuh kepada Allah, kita akan bersuka-cita membaca penegasan Firman Tuhan untuk Hana dari kota Rama ini: “Tuhan ingat kepadanya,” dan mengabulkan doa-doa Hana, (1 Samuel 1:19).

Sukacita seorang sakit dari Kapernaum

Berbeda dengan sukacita Hana yang dari kota Rama, yang berlaku dalam lingkup kehidupan jasmani, Bacaan Injil hari ini menampilkan sukacita yang berlangsung atau berlaku dalam lingkup kehidupan rohani, yakni pembebasan dari kuasa dan belenggu roh jahat, (Markus 1:21b-28).

Pengalaman penyembuhan yang erjadi di kota Kapernaum dalam Injil hari ini, menunjukkan beberapa poin penting sebagai berikut:

Pertamasetting-place untuk kasus penyembuhan ini terjadi di rumah ibadat, tempat di mana manusia datang untuk menjumpai Tuhan Allahnya. Dan dengan ini dapat ditegaskan bahwa rumah-rumah ibadat merupakan tempat di mana kita dapat mengakses keselamatan yang Tuhan sediakan bagi umat-Nya!

Kedua: penyembuhan di dalam rumah ibadat di Kapenaum ini juga menunjukkan bahwa Tuhan Allah kita, bukan hanya dapat menyembuhkan persoalan-persoalan hidup yang bersifat jasmani, tetapi bahwa Dia punya kekuasaan yang dapat memberikan penyembuhan dan keselamatan secara utuh, baik penyembuhan dan keselamatan jasmani maupun penyembuhan dan keselamatan rohani!

Ketiga: melalui pengalaman penyembuhan dan keselamatan yang terjadi di dalam rumah ibadat di kota Kapernaum ini, kita dapat melihat bagaimana si jahat itu bekerja. Si jahat itu mengenal Allah dan bahkan berteriak menegaskan bahwa Yesus adalah yang kudus dari Allah. Namun sekaligus si jahat juga memasang jebakan buat  orang-orang yang berada di rumah ibadat, yang menyaksikan peristiwa penyembuhan itu, bahwa seolah-olah Tuhan datang untuk membinasakan umat-Nya. Kondisi fisik si sakit digunakan oleh si jahat untuk mengelabui manusia, bahwa sepertinya Tuhan Allah bukanlah penyelamat melainkan pembinasa!

Keempat: jebakan iblis untuk mengelabui manusia dengan memberi kesan seolah-olah Tuhan Allah datang untuk membinaskan itu, lalu dipatahkan oleh kuasa Allah yang bekerja dalam diri Yesus, Putra-Nya. Yesus menghentikan atau mematahkan jebakan si jahat itu, dengan menghadiknya untuk diam dan tidak lagi menyesatkan pendengar dengan kata-katanya, dan memerintahkan si jahat untuk keluar dari diri orang yang dirasukinya. Maka dengan perintah yang penuh kuasa dari Yesus, orang sakit itu dilepaskan dari kuasa dan belenggu iblis, (Markus 1:25).

Akses untuk mendapatkan keselamatan Tuhan

Pengalaman Hana dari kota Rama berikut pengalaman penyembuhan yang dikerjakan Yesus di dalam rumah ibadat di Kapernaum, dalam Bacaan-bacaan Firman Tuhan hari ini, membuka mata hati kita, bahwa di dalam Yesus tersedia penyembuhan baik untuk hal-hal yang jasmani maupun untuk hal-hal yang Rohani. Akses untuk keselamatan, yang dalam dua Bacaan Firman Tuhan hari ini muncul dalam bentuk pemulihan dan penyembuhan itu, hanya dapat diakses melalui Persekutuan atau perjumpaan dengan Tuhan kita Yesus Kristus, entah di rumah-rumah ibadat yang dibangun untuk menjadi sarana perjumpaan antara manusia dengan Allah, maupun di berbagai tempat lain. Hal yang utama dibalik keselamatan dan penyembuhan ini adalah: perjumpaan dengan Allah, dan penyerahan diri yang total kepada-Nya, sehingga kuasa-Nya dapat bekerja tanpa halangan! 

Karena itu …..???

Gunakan waktu dan kesempatanmu sepanjang hari-hari dalam tahun baru 2024 ini, bukan hanya untuk memperjuangkan kesejahteraan yang bersifat jasmani belaka, tetapi luangkan juga waktu untuk datang ke rumah-rumah ibadat untuk menjumpai Yesus yang sungguh berkuasa untuk menyembuhkan dan membebaskan, tetapi juga untuk memberikan hidup yang kekal kepada saudara dan saya. Happy New Year 2024. Tuhan Yesus memberkati!

(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkalpinang)

Doa Persembahan Harian

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja Universal: Karunia keberagaman dalam Gereja – Semoga Roh Kudus menuntun kita untuk mengenali anugerah berbagai karisma dalam komunitas Kristiani dan menghargai kekayaan berbagai tradisi dan ritus dalam Gereja Katolik. 

Ujud Gereja Indonesia: Keluarga muda – Semoga keluarga-keluarga muda menemukan ruang pribadi yang intim dan penuh cinta Ilahi di tengah kesibukan kerja, rumah tangga dan peran dalam Gereja dan masyarakat. 

Amin.

Tinggalkan komentar