Renungan Harian Misioner
Minggu, 14 Januari 2024
HARI MINGGU BIASA II
1Sam. 3:3b-10,19; Mzm. 40:2,4ab,7-8a,8b-9,10; 1Kor. 6:13c-15a,17-20; Yoh. 1:35-42
Keesokan harinya Yohanes berdiri di situ lagi dengan dua orang muridnya. Ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata, “Lihat, inilah Anak Domba Allah” (Yohanes 1:35-36)
Menjadi murid Kristus berarti menjadi murid yang setia mencari Kristus dalam perjalanan panjang di dunia ini. Dalam perjalanan itu, tak jarang kita memerlukan bantuan, rambu-rambu, arah, dan masukan dari orang lain.
Dalam bacaan Injil Yohanes 1:35-42 yang kita dengarkan hari ini, dikisahkan tentang panggilan Murid-murid Yesus yang pertama. Murid-murid pertama Yesus ini sebelumnya adalah murid Yohanes Pembaptis. Yohanes mengarahkan murid-muridnya untuk mengikuti Yesus. Setelah murid-muridnya pergi mengikuti Yesus, Yohanes tetap gembira dalam pewartaannya dan tidak pernah merasa kehilangan.
Hari ini kita diajak untuk berguru pada sosok misionaris sejati, Yohanes Pembaptis. Yohanes Pembaptis adalah orang yang menyiapkan jalan bagi Kristus. Dalam proses menyiapkan jalanbagi Tuhan ini, Yohanes dianggap Guru oleh beberapa orang dan mereka mengikutinya ke manapun dia pergi. Sebelum bertemu Yesus, Yohanes sudah terbiasa menjadi orang yang memimpin, orang memberi arahan, dan menempati posisi pertama dalam kelompoknya. Setelah bertemu Yesus, Yohanes merelakan“posisi pertama” diambil alih oleh Yesus karena pewartaan karya agung Allah dimulai. Tidak ada tugas yang lebih berat daripada mengambil tempat kedua padahal sudah terbiasa menikmati posisi pertama.
Yohanes bertindak sebagai murid yang sejati, yang mengarahkan banyak orang kepada Yesus dan tidak mengambil kesempatan untuk membesarkan namanya sendiri. Yohanes sungguh mewartakan Kerajaan Allah bukan mewartakan diri sendiri. Seringkali dalam pelayanan di Gereja, kita berjumpa dengan berbagai tipe murid Kristus, salah satunya adalah mereka yang lupa inti pewartaannya dan malah asyik membesarkan nama sendiri dan menjadikan pelayanan sebagai sarana untuk memperkaya diri. Murid-murid seperti ini adalah murid Kristus yang tidak melayani Tuhan, tetapi melayani dirinya sendiri. Melalui bacaan Injil hari ini kita diteguhkan untuk kembali pada inti pelayanan seorang murid Kristus.
Yohanes juga adalah seorang misionaris dan guru yang sejati. Yohanes mengarahkan murid-muridnya kepada Yesus, Anak Domba Allah. Yohanes selalu ingin agar murid-muridnya berkembang dalam iman dan bertumbuh dalam kasih dengan mengikuti Yesus. Sebagai misionaris Kristus di dunia ini, kita diajak untuk belajar dari Yohanes Pembaptis yang konsisten memperkenalkan Yesus kepada siapa saja dan tidak bosan-bosannya memperkenalkan Yesus sebagai Anak Domba Allah.
Kisah Yohanes Pembaptis dalam Injil hari ini sebelas dua belas dengan kisah panggilan Samuel dalam bacaan pertama. Layaknya Yohanes, Eli yang merupakan Guru dari Samuel mengarahkan Samuel untuk menjawab panggilan yang Allah yang belum terlalu disadari oleh Samuel. Yohanes dan Eli adalah teladan misioner yang menjadi guru, pendamping, pengarah orang-orang terdekatnya kepada Sumber Kasih itusendiri. Bagaimana dengan kita? Apakah selama ini kita sudah menjadi misionaris yang mengarahkan saudara, teman, dan sesama umat Allah kepada Yesus? Mari bersama YohanesPembaptis dan Eli, kita semakin memurnikan misi panggilan kita sebagai murid Kristus dan mengantar semakin banyak orang kepada Kristus.
Misi kita hari ini: Menjadikan Yesus yang utama dalam pelayanan dan mengarahkan semua orang kepada Yesus, Sumber dan Puncak hidup kita.
(Ignasius Lede – Komisi Karya Misioner KWI)
Doa Persembahan Harian
Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.
Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:
Ujud Gereja Universal: Karunia keberagaman dalam Gereja – Semoga Roh Kudus menuntun kita untuk mengenali anugerah berbagai karisma dalam komunitas Kristiani dan menghargai kekayaan berbagai tradisi dan ritus dalam Gereja Katolik.
Ujud Gereja Indonesia: Keluarga muda – Semoga keluarga-keluarga muda menemukan ruang pribadi yang intim dan penuh cinta llahi di tengah kesibukan kerja, rumah tangga dan peran dalam Gereja dan masyarakat.
Amin

🙏🙏🙏
SukaSuka