Renungan Harian Misioner
Selasa, 16 Jan 2024
P. S. Honoratus
1Sam. 16:1-13; Mzm. 89:20,21-22,27-28; Mrk. 2:23-28
Allah memilih menciptakan manusia. Dia memilih caranya sendiri untuk penciptaan manusia. Pada deretan bacaan dapat diperhatikan, bagaimana PILIHAN ALLAH sesuai dengan RENCANA ALLAH. Kepercayaan akan Perencanaan Allah itu merupakan pegangan bagi sejarah Israel, untuk mengamini Kehendak Allah. Itulah bentuk keterbukaan hati Allah.
Refleksi kita: sekarang pun, kerap kali kita perlu menyesuaikan diri dengan Kehendak Allah. Discernment yang perlu kita pakai untuk mengamini-Nya menggunakan pedoman dalam rencana kita.
Bacaan I: 1 Sam. 16:1-13: Dalam sejarah Israel, tidak sedikit tokoh publik yang dikemukakan untuk dipilih memimpin anak cucu Abraham-Ishak-Yakub. Caranya senantiasa menggunakan ‘discernment’ yang melibatkan,- namun tidak terbatas-, pada pertimbangan materiil, perasaan, pemikiran maupun perdebatan sosial. Dengan demikian, perpaduan pertimbangan manusiawi dan orientasi Ilahi merupakan jalan bersama yang ditunjukkan sejarah menemukan Kehendak Allah dalam mencermati Rencana Allah. Dalam Kitab Samuel diperlihatkan, bagaimana pertimbangan-pertimbangan Sejarah Keselamatan membawa Umat Allah mewujudkan kesetiaan dalam mengikuti Kehendak Allah.
Refleksi kita: setiap upaya pribadi, keluarga, kemasyarakatan kita mengundang kita untuk memakai perasaan, pikiran dan pembicaraan bersama supaya membuka hati kepada Kehendak Allah dalam Rencana Allah. Semoga kita senantiasa dapat menundukkan kepala pada Rencana Allah terkasih.
Bacaan Injil: Mrk. 2: 23-28: Sejak awal “Jalan Bersama” dengan para Rasul diperlihatkan dengan halus, bagaimana dari satu sisi, manusia dilibatkan dalam penemuan Kehendak Allah dalam perwujudan Sejarah Jalan Bersama itu; dari sisi lain juga sangat jelas tuntutan bahwa manusia membuka hati kepada bisikan Roh dalam menemukan Rencana Allah, sebagai penemuan “Jalan, Kebenaran dan Kehidupan”. Liku-liku perjalanan itu sangat membawa kebahagiaan karena menunjukkan, bagaimana Alah mau memaparkan Kemurahan hati-Nya, dan sekaligus juga memeluk manusia dalam seluruh Perencanaan Allah. Dengan demikian, kita boleh mensyukuri cinta Allah dalam Penyelamatan-Nya.
Refleksi kita: sejauh manakah kita membuka diri pada Rencana Allah dan sejauh manakah kita mempersembahkan diri pada Kehendak Allah untuk memuliakan-Nya?
(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)
Doa Persembahan Harian
Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.
Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:
Ujud Gereja Universal: Karunia keberagaman dalam Gereja – Semoga Roh Kudus menuntun kita untuk mengenali anugerah berbagai karisma dalam komunitas Kristiani dan menghargai kekayaan berbagai tradisi dan ritus dalam Gereja Katolik.
Ujud Gereja Indonesia: Keluarga muda – Semoga keluarga-keluarga muda menemukan ruang pribadi yang intim dan penuh cinta Ilahi di tengah kesibukan kerja, rumah tangga dan peran dalam Gereja dan masyarakat.
Amin.
