Tulus Ikhlas

Renungan Harian Misioner
Senin, 22 Jan 2024
P. S. Vinsentius

2Sam. 5:1-7.10; Mzm. 89:20,21-22,25-26; Mrk. 3:22-30

Banyak yang mencoba menemukan bersama, siapa gerangan yang selayaknya memimpin suatu keluarga, masyarakat dan negara. Ada yang berusaha mencari orang pandai, orang berhati baik, memiliki kerahiman atau mempunyai pengalaman kerja yang melayani masyarakat. Mengapa? Sebab, masyarakat terdorong untuk “berjalan bersama”, baik secara fisik, psikis, rasional, ekonomis maupun dari sisi etis dan moral. 

Refleksi kita: apabila kita sendiri pernah memimpin, benar sungguh jujur dan tulus demi kebersamaan? 

Bacaan I: 2Sam. 5:1-7.10: Tidak sulit menemukan kekurangan dan kesalahan sesama. Mengkritik orang lain itu amat mudah. Yang tidak gampang adalah menemukan arah-pandang bersama dalam mencari kebaikan bersama serta merancang dan memperbaiki demi kebahagiaan bersama. Percakapan dalam 2Sam 5:1-7.10 memaparkan perbincangan mengenai cara mengabdi masyarakat secara bersama. Orang yang sudah menduduki posisi baik, dapat kurang memandang secara bagus. Namun kita bersama, dalam percakapan dapat perlahan-lahan menemukan pilihan dan pilihan yang paling dapat menyediakan kebaikan bagi sebanyak mungkin orang. 

Refleksi kita: sejauh manakah kita dapat lapis demi lapis menemukan hati yang sama atau pikiran serupa serta langkah yang terbaik? Dan saling menerima?

Bacaan Injil: Mrk. 3:22-30: Dalam budaya Daud, sering kali dicari perasaan, gagasan, praktik hidup yang membuat sesama warga saling menciptakan pranata dan tata-kerja yang benar-benar bagus secara lahir dan batin. Segi batin itu tidak mudah. Perbedaan penilaian atas tata pemikiran dan pelaksanaan Yesus dalam ayat-ayat ini nampaknya mengandung keinginan untuk menggugat iman dari guru Nasaret yang banyak disukai para murid. Rujukan dasar, yang terdapat dalam perikop ini ingin membimbing para murid Kristus untuk menembus segala gagasan dan pengalaman hidup secara lahir dan batin dengan tulus ikhlas. Oleh sebab itu, seyogianya pada masa sekarang kita berani merefleksikan: Cara pandang lahir dan batin serta rohani manakah yang dapat membimbing kita sampai pada memilah dan memilih sesuai dengan yang ada dalam Rencana Kebijaksanaan Allah? Siapkah kita menuju ke sana?

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

Doa Persembahan Harian

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja Universal: Karunia keberagaman dalam Gereja – Semoga Roh Kudus menuntun kita untuk mengenali anugerah berbagai karisma dalam komunitas Kristiani dan menghargai kekayaan berbagai tradisi dan ritus dalam Gereja Katolik. 

Ujud Gereja Indonesia: Keluarga muda – Semoga keluarga-keluarga muda menemukan ruang pribadi yang intim dan penuh cinta Ilahi di tengah kesibukan kerja, rumah tangga dan peran dalam Gereja dan masyarakat. 

Amin.

Tinggalkan komentar