Rahasia Kerajaan ALLAH

Renungan Harian Misioner
Rabu Pekan Biasa III, 24 Januari 2024
P. S. Fransiskus dr Sales

2Sam. 7:4-17; Mzm. 89:4-5,27-28,29-30; Mrk. 4:1-20; atau dr RUybs

Para Pembaca Ren-Har KKI yang terkasih, Shalom!

Firman Tuhan yang menjadi panduan perjalanan hidup kita pada hari ini, menegaskan tentang “Rahasia Kerajaan Allah” yang ditawarkan kepada semua orang tetapi dengan cara yang berbeda (Mrk. 4:11). Apa isi rahasia itu? Jawabannya akan kita temukan dalam Mazmur (Mzm. 89:4-5.27-30), dan dalam “relasi Istimewa Daud dengan Tuhan Allahnya” (2Sam. 7:4-17).

Kerajaan Allah: Tawaran & Seleksi

Tentang Kerajaan Allah, kita menemukan dua hal ini, yakni bahwa ada “tawaran” di satu sisi, tetapi juga ada “seleksi” di sisi yang lain. Mengenai “tawaran,” Kerajaan Allah itu dibuka kepada semua orang  dengan dua cara, (Bdk. Mrk. 4:14-20). Kepada para murid-Nya, Yesus memberitakan Kerajaan Allah itu secara langsung dan terbuka. Namun kepada orang-orang lain, Kerajaan Allah itu ditawarkan melalui “perumpamaan”. 

Tawaran melalui perumpamaan ini disertai catatan, “Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan, supaya: Sekalipun melihat, mereka tidak menanggap, sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti, supaya mereka jangan berbalik dan mendapat ampun” (Mrk. 4: 11-12).

Para penerima tawaran ini sama-sama harus berjuang, untuk dapat menerima Kerajaan Allah ini. Untuk para murid, karena disampaikan secara langsung dan terbuka, maka tanggapannya juga harus sepadan, yakni “langsung dan terbuka,” sebagaimana jenis tanah yang baik, yang siap menerima “benih Kerajaan Allah itu dan menumbuhkannya (Mrk. 4:8). Namun untuk mereka yang lainnya, sebelum menanggapi tawaran Kerajaan Allah itu, ada kondisi yang harus disediakan lebih dahulu, supaya dapat menumbuhkan “benih Kerajaan Allah yang ditaburkan,” seperti aneka jenis tanah dalam perumpaan itu (Mrk. 4:4-7). Jenis-jenis tanah tersebut harus diolah dan dipersiapkan, supaya dapat menumbuhkan benih Kerajaan yang ditaburkan itu, sebagaimana layaknya tanah yang baik itu! Lebih berat perjuangan untuk menerima dan menumbuh-kembangkan benih yang ditaburkan itu, dibandingkan dengan tanah yang baik! Demikian tawaran dan seleksi untuk dapat menerima Kerajaan Allah yang hadir dalam diri Tuhan kita Yesus Kristus!

Wujud Kerajaan dalam relasi Daud dengan Allah

Sebagaimana relasi timbal-balik di antara “benih” dengan “jenis tanah di mana benih itu ditaburkan,” demikian mari kita lihat apa wujud Kerajaan Allah itu dalam relasi timbal-balik antara Allah dengan hamba-Nya, Daud.

Relasi timbal-balik antara Allah dengan Daud ini, muncul sebagai “relasi kasih” di antara Daud dengan Allah. Oleh karena kasih-Nya, Allah telah memberikan kepada Daud takhta dan jabatan sebagai raja, dengan kasih-setia yang tetap bertahan, kasih-setia yang tidak lepas dari Daud, kasih-setia yang lepas dari Saul karena ketidaktaatan kepada Allah (2Sam. 7:15-16). Kasih-setia Allah ini diberikan sebagai ganjaran kepada Daud, yang berkehendak untuk memberi tempat Istimewa bagi Tuhan dalam hidupnya, dengan mendirikan rumah bagi-Nya (2Sam. 7:1-2).

Demikian dari relasi timbal-balik antara Daud dengan Tuhan Allahnya ini, kita menemukan bahwa wujud Kerajaan Allah ini adalah kasih! Kasih inilah yang dari sisi Allah ditegaskan untuk dilestarikan bagi Daud dan bagi saudara dan saya, serta orang-orang yang taat-setia kepada Allah (Mzm. 89:4-5.27-30).

Santo Fransiskus dari Sales dan Kerajaan Allah

Fransiskus dari Sales adalah Uskup Genewa, yang pestanya kita rayakan di dalam Gereja pada setiap tanggal 24 Januari. Beliau wafat pada tanggal 28 Desember 1622 dalam usia 55 tahun. Fransiskus memperoleh gelar sebagai orang kudus dan Pujangga Gereja, karena pertama Fransiskus menjaga dan melindungi Gereja pada masa munculnya bidaah Calvinisme. Kedua Fransiskus juga mengajar mengarahkan umatnya untuk menjaga dan menghayati kekudusan hidup, sebagai bagian dari ungkapan kasih kepada Allah. Hal ini dilakukan antara lain melalui buku-buku untuk Panduan Hidup Rohani yang ditulisnya, antara lain Introduction to the Devout Life (= Pengantar ke dalam Cara Hidup yang saleh). Demikianlah kita menemukan bahwa “rahasia Kerajaan Allah” itu adalah hidup dalam kasih, yang dihayati dengan taat-setia dan saleh, sebagaimana yang dilakukan oleh Daud dan Santo Fransiskus ini. Semoga kita pun dapat hidup dalam kasih dengan taat-setia kepada Tuhan, Allah kita. Amin!

(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkalpinang)

Doa Persembahan Harian

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja Universal: Karunia keberagaman dalam Gereja – Semoga Roh Kudus menuntun kita untuk mengenali anugerah berbagai karisma dalam komunitas Kristiani dan menghargai kekayaan berbagai tradisi dan ritus dalam Gereja Katolik.

Ujud Gereja Indonesia: Keluarga muda – Semoga keluarga-keluarga muda menemukan ruang pribadi yang intim dan penuh cinta Ilahi di tengah kesibukan kerja, rumah tangga dan peran dalam Gereja dan masyarakat.

Amin

Tinggalkan komentar