Kita Semua adalah Misionaris

Renungan Harian Misioner
Jumat Pekan Biasa III, 26 Januari 2024
P. S. Timotius & Titus

dr Rybs 2Tim. 1:1-8 atau Tit. 1:1-5; Mzm. 96:1-2a.2b-3.7-8a.10; Luk. 10:1- 9

“Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu, mintalah kepada Tuan yang punya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu”
(Lukas 10:2).

Bacaan Injil yang kita dengarkan hari ini mengisahkan tentang Yesus yang mengutus tujuh puluh murid dalam karya pewartaan Injil. Seperti padi yang sudah siap dipanen dan membutuhkan pemanen, begitu pula ladang Tuhan membutuhkan para pelayan yang tulus dan setia dalam pewartaan Kerajaan Allah. Melalui bacaan Injil hari ini, Yesus hendak menunjukkan kepada kita, luasnya panggilan untuk melayani dan memberitakan Kabar Baik kepada banyak orang. Yesus menyatakan bahwa tuaian atau hasil panen itu banyak, tetapi pekerja yang mau mengabdi sedikit. Tugas perutusan tujuh puluh murid adalah panggilan misioner untuk semua orang percaya dan bersedia melayani Tuhan dan menjadi alat-Nya untuk membawa orang lain kepada keselamatan.

Banyak orang beranggapan bahwa tugas memberitakan Injil adalah tugas sekelompok orang yang “ahli” dan sudah disiapkan secara khusus menjadi pelayan Tuhan, melalui pendidikan yang panjang di seminari dan di biara-biara. TIDAK! Semua kita dipanggil untuk menjadi misionaris, seperti ada tertulis dalam dokumen Ad Gentes no. 35: “Seluruh Gereja bersifat misioner, dan karya mewartakan Injil merupakan tugas umat Allah yang mendasar.” Hal ini dibuktikan oleh Yesus dengan mengutus ketujuh puluh murid selain para rasul. 

Tindakan Yesus ini memberikan suatu penegasan penting buat kita bahwa pelayanan tidak dibatasi hanya untuk kalangan tertentu dalam Gereja. Setiap kita dipanggil untuk menjadi misionaris. Yesus juga mengingatkan kita bahwa tidak boleh ada pembagian golongan antara awam dan kaum religius/biarawan. Kita semua mempunyai hak dan kehormatan yang sama untuk ikut serta mewartakan Injil Kerajaan Allah di mana pun kita berada.

Dalam kisah perutusan ini juga Yesus memberikan pengingat-pengingat kepada para murid bahwa mereka diutus untuk menjadi domba di tengah-tengah serigala. Menjadi seperti domba di tengah kawanan serigala menunjukkan bahwa panggilan untuk memberitakan Injil mungkin akan menghadapi tantangan dan bahaya, tetapi Tuhan akan memberikan perlindungan bagi mereka yang setia. Tidak lupa Yesus berpesan kepada Murid-murid yang diutus untuk membawa damai sejahtera ke setiap rumah yang mereka masuki. Damai sejahtera ini bukan hanya sebagai kata sapaan, tetapi juga sebagai pengalaman nyata dari kehadiran Kerajaan Allah di antara orang-orang. Percuma kita mewartakan kasih tapi hidup kita sendiri penuh dengan kebencian. 

Bacaan Injil hari ini sederhananya mengajak kita untuk menyadari pentingnya kesiapan dan ketulusan dalam pelayanan, keberanian dalam menghadapi tantangan, dan fokus pada misi membawa damai serta menyampaikan kasih dan kekuasaan Allah kepada orang-orang di sekitar kita.

Misi kita hari ini: Terus rajin berdoa, tulus dalam pelayanan dan setia kepada Yesus sampai akhir. 

(Ignasius Lede – Komisi Karya Misioner KWI)

Doa Persembahan Harian

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja Universal: Karunia keberagaman dalam Gereja – Semoga Roh Kudus menuntun kita untuk mengenali anugerah berbagai karisma dalam komunitas Kristiani dan menghargai kekayaan berbagai tradisi dan ritus dalam Gereja Katolik.

Ujud Gereja Indonesia: Keluarga muda – Semoga keluarga-keluarga muda menemukan ruang pribadi yang intim dan penuh cinta Ilahi di tengah kesibukan kerja, rumah tangga dan peran dalam Gereja dan masyarakat.

Amin

Tinggalkan komentar