ALLAH Itu Murah Hati

Renungan Harian Misioner
Sabtu, 27 Jan 2024
P. S. Angela Merici

2Sam. 12:1-7a,10-17; Mzm. 51:12-13,14-15,16-17; Mrk. 4:35-41

Dalam bangsa mana pun, dengan agama apa pun serta di zaman apa pun, kita dapat menemukan pengalaman yang mengagumkan. Kadang kita mengalami duka, sering kita menderita susah, sesekali ada pula pengalaman sukacita. Tidak jarang duka derita itu terjadi, karena kesalahan kita sendiri. Bahkan kesalahan kita menyebabkan penderitaan orang lain: sesekali juga mengandung dosa juga. Namun, di mana pun dan kapan pun, kekurangan dan kesalahan atau dosa kita dimaafkan. Allah murah hati tanpa meminta kita berbuat yang terlampau berat. Sebab, Kerahiman Allah itu benar-benar dilimpahkan sampai tuntas juga. 

Bacaan I: 2Sam. 12:1-7A.10-17: Pada masa kecilnya, Daud dalam keluarganya menjadi bagian umat beriman yang saleh. Ketika dipilih dalam ‘panggilan’ Tuhan, Daud bertahun-tahun belajar untuk setapak demi setapak mengabdi Tuhan: apa pun yang diminta oleh Allah. Kalau kemudian Daud dan juga para utusan lain dari Allah melakukan dosa atau kurang berbakti kepada Allah, maka satu sama lain juga kadang saling mendukung untuk berbakti kembali kepada Allah. Sangat sering, keutamaan manusia terlihat, bukan dari kenyataan bahwa tidak pernah bersalah atau berdosa, melainkan dalam kesediaannya untuk ‘berbalik kembali yaitu bertobat balik kepada Allah’. 

Dalam kebersamaan itu marilah refleksi: betapa baik Allah; namun kita sering berdosa; mari mohon ampun dan siaga diri untuk tobat. 

Bacaan Injil: Mrk. 4:35-41: Tidak terbilang jumlahnya, Tuhan Yesus mengarungi perjalanan di daratan maupun lautan: dalam suasana beraneka. Sering dalam duka derita, para murid Kristus mengalami taufan hidup yang amat mengerikan. Dalam situasi itu, tidak jarang  para murid amat ketakutan yang besar. Mereka dapat sedemikian takut, sehingga memandang guru Nasaret melupakan mereka. Karena itu semakin takutlah benar-benar. Sangat mungkin, kita juga mengalami bahaya dan merasa amat mengkhawatirkan ‘nasib’. Jadi terlupakanlah, iman kita, bahwa Allah pasti menyelenggarakan hidup kita. Marilah kita kerap kali merenungkan peristiwa, yang menunjukkan, betapa Tuhan senantiasa melindungi kita. 

Refleksi kita: Tuhan teguhkanlah kami dengan Roh-Mu yang penuh kasih.

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

Doa Persembahan Harian

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja Universal: Karunia keberagaman dalam Gereja – Semoga Roh Kudus menuntun kita untuk mengenali anugerah berbagai karisma dalam komunitas Kristiani dan menghargai kekayaan berbagai tradisi dan ritus dalam Gereja Katolik. 

Ujud Gereja Indonesia: Keluarga muda – Semoga keluarga-keluarga muda menemukan ruang pribadi yang intim dan penuh cinta Ilahi di tengah kesibukan kerja, rumah tangga dan peran dalam Gereja dan masyarakat. 

Amin.

Tinggalkan komentar