Renungan Harian Misioner
Minggu, 04 Februari 2024
HARI MINGGU BIASA V
Ayb. 7:1-4,6-7; Mzm. 147:1-2,3-4,5-6; 1Kor. 9:16-19,22-23; Mrk. 1:29-39
“Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus.”
(Markus 1:30b)
Bacaan Injil yang kita dengarkan hari ini mengisahkan tentang Yesus yang menyembuhkan ibu mertua Simon dan orang-orang yang datang untuk minta disembuhkan. Kisah penyembuhan ini mengawali kisah-kisah mukjizat dan perbuatan hebat Yesus dalam keseluruhan Injil Markus. Saat menyembuhkan mertua Simon, Yesus menunjukkan kuasa penyembuhan yang luar biasa dan mengajarkan kepada kita bahwa kita dapat membawa segala masalah dan penderitaan kita kepada-Nya.
Satu hal yang perlu kita perhatikan adalah tentang kepedulian Petrus dan para murid lainnya. Sesampainya di rumah dan saat mendengar bahwa ibu mertuanya sakit, hal pertama yang dilakukan Simon adalah segera memberitahukan kepada Yesus. Saat Yesus mendengar kabar itu, Yesus pun langsung menghampiri ibu mertua Simon dan menyembuhkannya. Pada titik ini, ada peran penting dari Simon: datang kepada Yesus! Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering dihadapkan pada berbagai persoalan dan tantangan. Kadang kita ingin menyerah, namun kita memilih tidak menyampaikan pergumulan kita itu kepada Yesus.
Melalui kisah ini, Yesus mengingatkan kita bahwa yang perlu kita lakukan hanyalah datang kepada-Nya. Yesus pasti mendengarkan setiap masalah yang kita sampaikan dan menghampiri kita serta membantu menyelesaikan masalah-masalah itu. Satu hal yang perlu kita lakukan saat menghadapi tantangan dan masalah dalam hidup adalah datang kepada Yesus.
Selain datang kepada Yesus, kita juga diajak untuk terus bertekun dalam doa. Hal ini ditunjukkan sendiri oleh Yesus dengan berdoa (ayat 35). Setelah melakukan semua pekerjaan baik dan pelayanan menyembuhkan banyak orang, Yesus pergi ke tempat yang sepi dan berdoa. Mengapa Yesus harus berdoa? Doa adalah komunikasi dengan Allah. Melalui doa, Yesus menyatakan dua hal. Pertama, relasi-Nya dengan Allah sangat intim. Kedua, Yesus menyatakan ketergantungan-Nya kepada Allah. Rahasia kesuksesan pelayanan Yesus terletak pada ketergantungan-Nya pada Allah, dan doa merupakan ekspresi ketergantungan pada Allah. Yesus terus memohon bantuan dari Allah agar semakin mantap dalam pelayanan. Sikap Yesus ini mengingatkan kita akan kebutuhan untuk hidup dalam doa dan komunikasi yang erat dengan Allah. Sepadat-padatnya kita dalam pekerjaan dan pelayanan, kita selalu diajak untuk menyempatkan diri berdoa dan berkomunikasi dengan Tuhan.
Misi kita hari ini: Menyampaikan segala persoalan dan tantangan yang kita hadapi dalam hidup ini kepada Yesus dalam doa.
(Ignasius Lede – Komisi Karya Misioner KWI)
Doa Persembahan Harian
Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.
Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:
Ujud Gereja Universal: Mereka yang sakit parah – Semoga mereka yang sakit parah berserta keluarga mereka, menerima perawatan dan pendampingan jasmani dan rohani yang diperlukan.
Ujud Gereja Indonesia: Pemilihan Umum – Semoga warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih dianugerahi kebijaksanaan dan kejernihan hati untuk memilih wakil rakyat dan pemimpin negeri yang mengutamakan kepentingan umum.
Amin
