Keluarga Berbakti

Renungan Harian Misioner
Sabtu Pekan Biasa V, 10 Februari 2024
P. S. Skolastika

1Raj. 12:26-32; 13:33-34; Mzm. 106:6-7a,19-20,21-22; Mrk. 8:1-10; atau dr RUybs

Kalau kita memperhatikan silsilah, yang menceritakan pertumbuhan Keluarga dari anak-cucu Abraham-Ishak-Yakub, ada dua segi penting yang perlu kita perhatikan, yaitu PERTAMA bahwa ikatan keluarga sedarah, itu dipersatukan untuk mengabdi seluruh manusia dengan persaudaraan mereka; DAN YANG KEDUA, bahwa mereka semua senantiasa diingatkan, bahwa yang terpenting bukanlah bahwa mereka sedarah, melainkan bahwa semuanya itu diberi PENGUTUSAN ALLAH, bukannya mencari keuntungan dan kejayaan diri sendiri. 

Refleksi Kita: sejauh manakah pengabdian kita dalam masyarakat itu demi keuntungan diri atau keluarga kita, ataukah demi kesejahteraan seluruh bangsa supaya Allah diluhurkan, – dan tidak demi keuntungan dan kejayaan keluarga sendiri. Itulah sebabnya, kita itu dipanggil SECARA SETARA, untuk DENGAN BEBAS, me-NYAUDARA dalam kasih. 

Bacaan I: 1 Raj. 12: 26-32; 13:33-34 memperlihatkan, bagaimana umat Israel tidaklah mementingkan keluarga manusiawi mereka sendiri, melainkan mengabdi keluarga kecil mereka demi kesejahteraan bersama demi Kemuliaan Allah, karena Dia mengasihi semua manusia. Hal itu merupakan gema dari saat ketika mereka semulanya meminta kepada Allah, untuk mempunyai pemimpin-pemimpin seperti kerajaan-kerajaan di sekitarnya. Rujukan terpenting adalah keyakinan, bahwa mereka dipanggil untuk memuliakan Allah. 

Refleksi Kita: kita dipanggil untuk mempersembahkan diri dan keluarga kecil maupun keluarga besar di masyarakat untuk kesejahteraan keluarga besar umat manusia; bukannya demi keuntungan kita sendiri, sebagai pribadi, dalam keluarga kecil maupun sebagai perkumpulan kecil saja. 

Bacaan Injil: Mrk. 8:1-10 menggambarkan sikap St. Skolastika dan keluarganya untuk mengarahkan hati kepada Tuhan sedemikian, sehingga bersatu dengan banyak bagian dari masyarakat, menegaskan iman, bahwa Allah pertama-tama memanggil mereka untuk beriman dan mewujudkan iman melalui doa, pujian, hidup bersama maupun bersatu dengan alam semesta. Para rubiah dan biarawan/wati serta seluruh murid Kristus mau mempersembahkan diri dengan kaul atau dengan perwujudan sakramen-sakramen untuk menjadikan Allah sebagai arah bakti mereka. Marilah kita berdoa, agar kita semua mengabdi sesama demi kemuliaan Allah.

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

Doa Persembahan Harian

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja Universal: Mereka yang sakit parah – Semoga mereka yang sakit parah berserta keluarga mereka, menerima perawatan dan pendampingan jasmani dan rohani yang diperlukan. 

Ujud Gereja IndonesiaPemilihan Umum – Semoga warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih dianugerahi kebijaksanaan dan kejernihan hati untuk memilih wakil rakyat dan pemimpin negeri yang mengutamakan kepentingan umum. 

Amin

Tinggalkan komentar