Renungan Harian Misioner
Selasa Pekan Biasa VI, 13 Februari 2024
P. S. Kristina dr Spoleto
Yak. 1:12-18; Mzm. 94:12-13a,14-15,18-19; Mrk. 8:14-21
“Belum jugakah kamu paham dan mengerti? Masih degilkah hatimu?…” (Mrk. 8:17) Yesus mengeluh karena para murid-Nya masih juga tidak mengerti apa yang dikehendaki-Nya. Ini mungkin juga bisa terjadi pada kita. Yesus mengeluh, bahkan mungkin Yesus kecewa karena kita pun tidak mau mengerti, tidak mau memahami dan peduli akan kehendak-Nya. Bahkan mungkin kita seringkali melawan kehendak-Nya, hanya mau melakukan kehendak kita sendiri yang menyenangkan kita, meskipun itu bertentangan dengan perintah Tuhan.
Yesus sebelumnya sudah memperingatkan para murid, “Hati-hati dan waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes.” Ketidakmengertian mereka menimbulkan salah paham. Jangan sampai hal ini masih terulang pada diri kita. Tanpa kita sadari, masih ada ragi Farisi dan Herodes yang menguasai manusia zaman sekarang. Sungguh baik jika kita mau introspeksi diri masing-masing, ‘ragi’ yang bagaimana yang telah masuk dalam diri kita? Ragi orang Farisi adalah kemunafikan, mengajarkan banyak hal namun tidak melakukannya dalam hidup mereka. Atau ragi Herodes yang punya nafsu untuk berkuasa namun kurang memperjuangkan kasih dan keadilan.
Setiap kali kita berdoa Bapa Kami kita memohon “dan jangan masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat”. Pencobaan bukan datang dari Tuhan. Namun selama manusia masih hidup di dunia tentu pernah mengalami pencobaan. Yesus memberi gambaran tentang ragi yang dipakai mengubah gandum menjadi roti. Demikian pula sikap dan pendirian seseorang, seperti ragi yang mengubah gandum menjadi roti. Demikian pula manusia dapat dipengaruhi dari baik berubah menjadi kurang baik bahkan menjadi orang jahat.
Tentunya menjadi harapan kita semua bisa mengubah diri untuk hidup menjadi lebih baik. Melepaskan sikap hati yang degil, memiliki hati seorang hamba yang setia, sabar, rendah hati serta taat pada perintah-Nya dan berkenan kepada-Nya. Memang tidak mudah, mengubah hati yang degil untuk dapat menerima kehendak Allah namun tiada yang mustahil jika kita memohon dan berserah kepada-Nya. Terus berjuang, mengasihi Dia sampai akhir. Saatnya kita merenung, membuka hati agar sungguh dapat memahami kehendak-Nya dan melakukan apa yang diajarkan-Nya.
Sebagai orang beriman, kita harus terus belajar untuk dapat memberikan yang terbaik bagi kemuliaan Tuhan. Jangan degil hati tetapi dengan setulus hati melayani tanpa pamrih dan melakukan yang terbaik, memberi diri bagi Tuhan dan sesama. Meski banyak cobaan yang masih harus kita hadapi, tetaplah tegar. Bukalah hati dan percayalah, Tuhan Yesus senantiasa menemani. Dia tak meninggalkan kita.
Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada orang-orang yang mengasihi Dia. (Yak. 1:12)
(Alice Budiana – Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini, Paroki Kelapa Gading – KAJ)
Doa Persembahan Harian
Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.
Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:
Ujud Gereja Universal: Mereka yang sakit parah – Semoga mereka yang sakit parah berserta keluarga mereka, menerima perawatan dan pendampingan jasmani dan rohani yang diperlukan.
Ujud Gereja Indonesia: Pemilihan Umum – Semoga warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih dianugerahi kebijaksanaan dan kejernihan hati untuk memilih wakil rakyat dan pemimpin negeri yang mengutamakan kepentingan umum.
Amin
