Daya Ilahi

Renungan Harian Misioner
Kamis Pekan II Prapaskah, 29 Februari 2024
P. S. Romanus

Yer. 17:5-10; Mzm. 1:1-2,3,4,6; Luk. 16:19-31

Sejak masa Adam, manusia dicintai Allah dan dipanggil untuk ‘bekerja di Kebun Tuhan’. Panggilan itu dijawab manusia, dengan hati, budi dan aksi: dengan jawab di hati, terucap dengan kata dan terungkap dalam tindak langkah. Baik hati, budi maupun tindak langkah dimungkinkan karena Allah memberi sarana ketika penciptaan dan menguatkannya dengan kekuatan Ilahi. Perpaduan tindakan jasmani dan kuasa ilahi itu merupakan tindakan si manusia dengan berkah ilahi. Dengan demikian, kekuatan manusiawi hanya dapat terlaksana, sebagai daya manusiawi apabila Roh memberi Daya Ilahi, yang menguatkannya. 

Refleksi Kita : sejauh manakah kita menyambut persatuan daya manusiawi dan daya ilahi dalam hidup pribadi kita maupun dalam hidup sosial kita? 

Bacaan I: Yer. 17: 5-10 menunjuk kepada Perjanjian Lama ketika orang-orang merasa memiliki kekuatan sendiri sehingga melupakan karunia kekuatan Allah; namun memang sering kali Allah memberi daya kekuatan, sebagai Pencipta. Dengan demikian, Umat Perjanjian Lama sungguh dididik Allah untuk mensyukuri karunia kekuatan Allah untuk meneguhkan kekuatan manusiawinya sendiri. Dengan demikian, pelbagai persembahan Perjanjian Lama senantiasa mengandung kesatuan tindakan anak Adam-Hawa dan anak-anak Allah. 

Refleksi Kita: sejauh manakah kita sedemikian percaya diri sendiri, sehingga beranggapan bahwa segala gerak langkah makan-minum, bekerja itu adalah hasil karyanya sendiri; dan sejauh manakah kita selalu mensyukuri daya Ilahi yang dikaruniakan kepada kita? 

Bacaan Injil: Luk. 16: 19-31 memperlihatkan adanya orang yang sedemikian membanggakan kekayaan dan kekuatan jasmaniah atau manusiawinya sendiri, sehingga melupakan, betapa besar Kekuatan, yang dicurahkan Allah kepada kita. Sebagai anak kecil, remaja dan manusia dewasa sampai lanjut umur pun, kita dipeluk oleh Daya Kekuatan Ilahi sehingga menyebabkan kekuatan Jasmani itun sering kali mencapai buah kerja atau akal budi atau perasaan hati, yang mempersatukan segala daya pribadi dan sosial kita untuk saling menolong dan menyambut Daya Ilahi. Dalam syukur kepadanya, pantaslah perpaduan daya manusiawi dengan daya ilahi itu dapat mencapai banyak sekali. 

Refleksi Kita: marilah kita menyambut limpahan Daya Ilahi untuk dapat bekerjasama dengan Sang Putra supaya dapat mengabdi sesama demi Kemuliaan Allah.

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

Doa Persembahan Harian

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja Universal: Mereka yang sakit parah – Semoga mereka yang sakit parah berserta keluarga mereka, menerima perawatan dan pendampingan jasmani dan rohani yang diperlukan. 

Ujud Gereja IndonesiaPemilihan Umum – Semoga warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih dianugerahi kebijaksanaan dan kejernihan hati untuk memilih wakil rakyat dan pemimpin negeri yang mengutamakan kepentingan umum. 

Amin

Tinggalkan komentar