Anak ALLAH

Renungan Harian Misioner
Jumat Pekan II Prapaskah, 01 Maret 2024
P. S. David

Kej. 37:3-4,12-13a,17b-28; Mzm. 105:16-17,18-19,20-21; Mat. 21:33-43,45-46

Dalam setiap keluarga, sesekali ada anak istimewa  Namun, pada umumnya, semua anak dipandang secara sama. Semua adalah anaknya Bapak dan Ibu. Oleh sebab itu, pembagian harta dan warisan adalah sama. Sebab semua diambil dari milik seluruh keluarga. Sebab semua manusia itu bagian dari satu keluarga besar umat manusia. Hampir selalu terjadi rasa iri hati, kalau sampai ada anak yang diperlakukan secara khas: entah karena sebab apa pun. Kesamaan tempat seorang pewaris kekeluargaan, merupakan ungkapan dari kesatuan persaudaraan. 

Refleksi kita: sejauh manakah kita memperlakukan semua saudara secara sama dengan adil? Dalam hal itu keadilan dalam keluarga merupakan landasan dari keadilan dalam masyarakat. Maka dari itu, kita menjaga baik-baik keadilan sosial bagi semua warga bangsa. 

Bacaan I: Kej. 37:3-4.12.13a.17b-28 menggambarkan keadilan berkeluarga dalam Keluarga Israel. Hal itu menguatkan persaudaraan mereka. Semua mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam lingkup anak-anak sekeluarga. Perlakukan perasaan, pemikiran atau tindakan dalam keluarga dapat menimbulkan situasi, yang membangkitkan iri hati dan beraneka tuntutan . 

Refleksi kita: perlakuan sama dicoba dilaksanakan dalam persaudaraan paguyuban umat beriman, dalam Keuskupan, paroki, wilayah dan lingkungan. Tugas dan kewajiban serta kedudukan dalam jemaat membawa kegembiraan membangun persekutuan, yang menguatkan kebersamaan. Kalau sudah ada tradisi itu, sejauh manakah kita masing-masing juga secara adil melakukan tugas yang setia dalam paguyuban umat beriman. Atau kita mau dibedakan? 

Bacaan Injil: Mat. 21:33-43. 45-46 memperlihatkan, betapa kita semua dipandang sebagai anak-anak Allah yang sama. Namun, kalau Sang Putra mendapat pengutusan yang khas, juga karena Kebaikan Allah serta karena kerelaan-Nya melakukan tindakan yang sama. Anak-anak yang sama dalam Keluarga Allah sebagai warga Gereja diundang untuk menyambut kewajiban yang serupa dalam paguyuban umat beriman. Maka dari itu, pada waktunya kita memperoleh sakramen yang serupa dan mendapat pengutusan yang sejajar maupun keterlibatan yang sama. 

Marilah kita menyiagakan diri untuk menyatukan diri dalam satu Umat Allah Bapa yang sama.

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

Doa Persembahan Harian

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja Universal: Para martir zaman sekarang – Semoga mereka yang mempertaruhkan hidup demi pewartaan Injil di berbagai belahan dunia mengobarkan Gereja dengan keberanian dan semangat misioner mereka. 

Ujud Gereja IndonesiaKeluarga dengan anak berkebutuhan khusus. Semoga orang tua dan keluarga dengan anak berkebutuhan khusus dapat memaknai kehadiran anak mereka sebagai anugerah dan sarana untuk mewujudkan kasih Allah secara istimewa. 

Amin

Tinggalkan komentar