Pentingnya Mendengarkan Suara Tuhan

Renungan Harian Misioner
Jumat Pekan Prapaskah III, 08 Maret 2023
P. S. Yohanes a Deo

Hos. 14:2-10; Mzm. 81:6c-8a,8bc-9,10-11ab,14.17; Mrk. 12:28b-34

Para Pembaca Ren-Har KKI yang terkasih, Shalom!

Fiman Tuhan yang menjadi Pedoman untuk Ziarah kita Melintasi Bumi Menuju Kerajaan Allah pada hari Jumat Pekan III Masa Prapaskah ini mengingatkan kita tentang penting dan perlunya mendengarkan suara Tuhan atau Firman Tuhan, (Mazmur 81:6c-8a.8bc-9.10-11ab.14.17). Seperti apakah “isi suara Tuhan,” yang penting untuk kita dengarkan dan kita laksanakan itu? Kita akan menemukan jawabannya dalam Bacaan Pertama (Hosea 14:2-10) dan dalam bacaan Injil (Markus 12:28b-34).

Mengapa Penting & Perlu untuk mendengarkan suara Tuhan?

Jawaban atas pertanyaan ini kita temukan dalam Mazmur Tanggapan hari ini. Di sana Tuhan Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai “Allah yang berkuasa untuk membebaskan,” juga sebagai “Allah yang menguji iman dan kesetiaan umat-Nya, serta menjawab doa-doa mereka,” dan lagi sebagai “Allah yang pencemburu, yang tidak menghendaki allah lain di samping-Nya,” “Dialah Allah Israel,  Allah yang membawa umat-Nya keluar dari perbudakan Mesir”, “Allah yang memelihara dan menjamin hidup umat-Nya, terutama mereka yang mendengarkan Dia dan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya, (Mazmur 81:6c-8a.8bc-9.10-11ab.14.17).

Undangan untuk kembali kepada Tuhan dan mendapatkan aneka berkat-Nya

Alasan mengapa suara atau Firman Tuhan itu perlu didengarkan, adalah karena suara atau Firman Tuhan itu menghadirkan kasih perhatian Allah kepada umat-Nya. Kasih Allah itu tidak menghendaki umat-Nya lepas dari persekutuan dengan diri-Nya karena dosa. Dan ketika umat itu jatuh ke dalam dosa, Allah menyediakan dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan kembali kepada-Nya.

Demikian, ketika umat yang berdosa itu berbalik kepada-Nya, maka Allah akan menerima kembali umat-Nya dan membaharui hidup mereka. Inilah yang disediakan Tuhan Allah bagi mereka yang mendengarkan suara-Nya lalu bertobat dan kembali kepada-Nya, “Aku akan memulihkan mereka dari penyelewengan, Aku akan mengasihi mereka dengan sukarela, sebab murka-Ku telah surut dari pada mereka. Aku akan seperti embun bagi Israel, maka ia akan berbunga seperti bunga bakung dan akan menjulurkan akar-akarnya seperti pohon hawar. Ranting-rantingnya akan merambak, semaraknya akan seperti pohon zaitun dan berbau harum seperti yang di Libanon”, (Hosea 14:5-7).

Panggilan sekaligus kesempatan untuk hidup di dalam kasih Tuhan

Dalam Bacaan Injil, isi suara atau Firman Tuhan yang penting dan perlu untuk kita dengarkan itu, adalah panggilan untuk hidup dalam kasih: kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini”, (Markus 12: 30-31).

Upah yang diperoleh ketika kita mendengar suara Tuhan dan melaksanakannya

Demikian, suara atau Firman Tuhan merupakan juga “akses masuk ke dalam Kerajaan Allah.” Setelah mengajarkan tentang perintah cinta kasih dengan dua sisi itu, yakni kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama, ternyata orang-orang yang mendengarkan suara Tuhan dan melaksanakannya. 

Kepada ahli Taurat, yang dengan sangat baik menjelaskan tentang “Perintah Cinta-kasih” itu, Yesus menanggapinya dengan menegaskan bahwa ahli Taurat itu “tidak jauh dari Kerajaan Allah”. Penegasan yesus kepada ahli Taurat ini, mengingatkan kita bahwa “tidak cukup kita hanya menghapal perintah-perintah Tuhan,” sebab jikalau kita hanya sampai kepada tahap ini, kita belum berada di dalam Kerajaan Allah! Orang-orang yang benar-benar berada dalam Kerajaan Allah, ialah mereka yang mendengarkan suara atau Firman Tuhan dan kemudian melaksanakannya” (Bdk Lukas 10:37).

Pembaca Ren-Har KKI yang terkasih: saudara tentu tidak ingin “hanya berada tidak jauh dari Kerajaan Allah tetapi di dalamnya? Karena itu, mari: jangan hanya membaca dan mendengarkan “suara Tuhan” tetapi juga menjadi pelaku atau pelaksana dari apa yang Tuhan suarakan itu. Amin! Tuhan Yesus memberkati!

(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkal Pinang)

Doa Persembahan Harian

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja Universal: Para martir zaman sekarang – Semoga mereka yang mempertaruhkan hidup demi pewartaan Injil di berbagai belahan dunia mengobarkan Gereja dengan keberanian dan semangat misioner mereka. 

Ujud Gereja IndonesiaKeluarga dengan anak berkebutuhan khusus. Semoga orang tua dan keluarga dengan anak berkebutuhan khusus dapat memaknai kehadiran anak mereka sebagai anugerah dan sarana untuk mewujudkan kasih Allah secara istimewa. 

Amin

Tinggalkan komentar