Tantangan Hidup Orang-Orang Benar

Renungan Harian Misioner 

Jumat Pekan IV Prapaskah, 15 Maret 2024

P. S. Klemens Maria Hofbauer

Keb. 2:1a,12-22; Mzm. 34:17-18,19-20,21,23; Yoh. 7:1-2,10,25-30

Para Pembaca Ren-Har KKI yang terkasih, Shalom! Sepanjang hari-hari dalam Masa Prapaskah ini, Firman Tuhan terus-menerus menegaskan tentang manusia yang cenderung berdosa dan hidup melawan Allah dan dengan demikian terancam maut. Di sisi lain, Firman Tuhan menghadirkan Allah sebagai yang berkuasa mengampuni dan menyembuhkan. Dan untuk lepas dari ancaman maut, ada solusi yang ditawarkan, yakni bertobat, membarui cara hidup dan berbalik kepada Allah! Lepas dari cara hidup yang melawan Allah dan berbalik kepada cara hidup menurut kehendak Allah merupakan undangan dari pihak Allah demi keselamatan umat-Nya. Dan dari mereka yang menanggapi undangan ini, dituntut ketaatan dan kesetiaan plus penyerahan diri yang total kepada Allah, karena cara hidup yang berseberangan dengan para musuh Allah. Bacaan-bacaan dalam Firman Tuhan hari ini, menguingatkan kita tentang hal ini: bahwa hidup sebagai orang benar, yang taat setia kepada Tuhan adalah hidup yang penuh tantangan!

Dimusuhi & diuji para musuh Allah

Hidup sebagai orang benar, yaitu orang yang taat-setia mengatur hidupnya sesuai dengan kehendak Allah, di dalam masyarakat yang tidak mengenal Allah yang menganut cara hidup yang bukan hanya berbeda tetapi juga bertentangan, merupakan hal yang harus dihadapi oleh putra-putri terkasih Allah. Sekalipun tidak terjadi konfrontasi secara vokal maupun fisikal, namun karena cara hidup yang taat-setia kepada Allah itu berbeda dan bahkan bertentangan dengan cara hidup melawan Allah, maka para pemangku cara hidup melawan Allah merasa tidak nyaman karena perbedaan cara hidup itu. Berkaca pada cara hidup putra-putri terkasih Allah, orang-orang yang menempuh cara hidup melawan Allah, secara tidak langsung menemukan diri seperti “digugat” oleh cara hidup yang taat-setia kepada Allah (Keb. 2:13-16). Perasaan “tergugat” ini kemudian diwujudkan dalam tindakan-tindakan yang mengancam dan merugikan kehidupan anak-anak Allah dengan aneka cobaan dan siksaan bahkan hukuman mati (Keb. 2:17-20).

Memilih untuk tetap taat-setia kepada Allah

Tantangan dari para penghayat cara hidup melawan Allah, yang merasa tergugat oleh anak-anak Allah dengan cara hidup yang tetap taat-setia kepada Allah, yang kemudian diterjemahkan ke dalam tindakan yang melawan dan mengancam kehidupan pada abdi Allah ini, dialami juga oleh Tuhan kita Yesus Kristus sendiri (Yoh. 7:1-2.10.25-30). 

Ketika menghadapi situasi seperti itu, Tuhan kita Yesus Kristus memilih untuk tetap taat-setia kepada Allah dan terus-menerus memberitakan hukum-hukum serta perintah-Nya. Inilah warisan yang ditinggalkan Yesus kepada kita para murid-Nya. Sekelipun dikelilingi oleh para musuh Allah, pilihan yang tetap harus diambil adalah “tetap dan terus taat-setia mengatur hidup sesuai dengan kehendak Allah.” Sekalipun pewartaan-Nya ditolak, Tuhan kita Yesus Kristus tidak menyerah. Dia tetap memperkenalkan Diri-Nya kepada umat manusia, bahwa Dialah yang diutus Allah, dan Dialah yang sesungguhnya harus didengarkan dan diikuti oleh umat manusia (Yoh. 7:28-30; Bdk. Kis. 4:19).

Tuhan menjaga dan melindungi anak-anak-Nya

Putra-putri terkasih Allah, orang-orang yang taat-setia mengatur hidupnya seturut perintah dan hukum-hukum Allah, karena harus hidup di tengah bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, dan bahkan yang cara hidupnya melawan Allah, selalu terancam bahaya penganiayaan karena imannya. Pengalaman serupa itu dialami oleh Yesus, dan dialami para pengikut Kristus selama juga abad pertama Kekristenan. Dan ketika manusia memilih untuk hidup seturut kehendak Allah, maka Tuhan Allah tidak tinggal diam. Tuhan Allah bekerja untuk menjaga dan melindungi orang yang taat-setia kepada-Nya (Bdk. Kis. 12:17).

Demikian saudara, situasi dan jalan hidup kita sebagai orang beriman, tidak selalu mulus. Ada kalanya kita diuji dengan tantangan dan kesulitan, bahkan juga dengan aniaya dan derita. Namun – belajar dari Sejarah Gereja Sepanjang 2000 tahun ini, kita menemukan bahwa Tuhan Allah kita sama sekali tidak meninggalkan umat-Nya. Karena itu, dalam situasi apapun hendaknya kita tetap patuh dan taat-setia untuk hidup seturut rencana dan kehendak Allah. Amin!

(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkal Pinang)

Doa Persembahan Harian

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja Universal: Para martir zaman sekarang – Semoga mereka yang mempertaruhkan hidup demi pewartaan Injil di berbagai belahan dunia mengobarkan Gereja dengan keberanian dan semangat misioner mereka. 

Ujud Gereja IndonesiaKeluarga dengan anak berkebutuhan khusus. Semoga orang tua dan keluarga dengan anak berkebutuhan khusus dapat memaknai kehadiran anak mereka sebagai anugerah dan sarana untuk mewujudkan kasih Allah secara istimewa. 

Amin

Tinggalkan komentar