St. Yosef, Orang Biasa dengan Cinta Luar Biasa

Renungan Harian Misioner
Selasa, 19 Maret 2024
HARI RAYA ST. YOSEF, SUAMI SANTA PERAWAN MARIA

2Sam. 7:4-5a.12-14a.16; Mzm. 89:2-3.4-5.27.29; Rm. 4:13.16-18; Mat. 1:16.18-21a

Sahabat misioner terkasih,

Hari ini kita merayakan Santo Yosef atau ada orang yang menyebutnya juga Santo Yusuf. Dia adalah suami Santa Perawan Maria dan bapa pengasuh Yesus. Itulah keagungan Santo Yosef. Dalam Kitab Suci atau Injil, dia tidak banyak diceritakan. Meski demikian dari catatan singkat dalam Kitab Suci itu, kita mengenalnya sebagai pribadi yang tulus, saleh, jujur, bijaksana, rendah hati, dan penuh rasa tanggung jawab dalam menjalankan tugas-tugas mulia dari Allah sebagai bapa Keluarga Kudus Nazaret (Yosef, Maria, dan Yesus). Santo Yosef diangkat sebagai Pelindung Gereja Universal oleh Paus Pius IX pada 8 Desember 1870. Di samping itu, ia diangkat juga sebagai pelindung kaum buruh pada 1 Mei 1955 oleh Paus Pius XII. Ia pun dijadikan pelindung keluarga Kristiani dan semua orang yang ada dalam sakratul maut.

Peran St Yosef dalam karya penyelamatan Allah tidak semenonjol Santa Perawan Maria Bunda Tuhan Yesus yang lebih banyak dikisahkan dalam Kitab Suci. Bahkan tak sepatah kata pun ada ucapannya yang tercatat dalam Kitab Suci. Namun, hal ini tidak berarti mengecilkan peran St Yosef atau menganggapnya tidak ada arti dan perannya sama sekali. Ia sangat berjasa sebagai bapa pengasuh Yesus. Ia pelaksana kehendak Allah yang lurus, tekun dan setia tanpa banyak bicara. St Yosef adalah suami dan bapa yang penuh tanggung jawab. Dalam diamnya, St Yosef menampilkan gambaran tokoh yang setia dan taat. Tanpa berkata-kata, ia menjalankan perutusan Allah yang diterimanya melalui malaikat. Dalam ketenangan dan keheningannya, St Yosef melakukan dan menyelesaikan tugas-tugas mulianya dari Tuhan. Maka, Gereja memberikan penghormatan yang tinggi dan kuat atas peran St Yosef.

Sahabat misioner terkasih,

Pada hari raya St Yosef ini, kita diajak semakin mengimani Allah yang mencintai dan menyelamatkan umat-Nya dengan meningkatkan cinta kita kepada St. Yosef,  memohon kepengantaraan padanya serta meneladan keutamaan dan semangatnya. Marilah kita renungkan tujuh keutamaan St Yosef.

Yang pertama, St Yosef adalah pribadi yang dikasihi karena ia adalah bapa yang selalu siap memberikan diri untuk melayani seluruh rencana keselamatan yang dipercayakan Allah kepadanya. Ia dikasihi oleh Allah, keluarganya (Maria dan Yesus), dan umat kristiani. Kedua, St Yosef adalah pribadi yang lembut dan penuh kasih karena ia melihat dan menjaga Yesus bertumbuh dari hari ke hari. Ini bukan berarti mengalir tenang-tenang dan aman-aman saja. Sebaliknya, banyak peristiwa dalam waktu pertumbuhan Yesus yang merisaukan dan membuat cemas Bapa Yosef. Namun, Santo Yosef senantiasa bersandar pada Allah. Ia percaya bahwa Allah tetap dan terus bekerja dalam kecemasan, ketakutan, kelemahan, dan kerapuhannya. Hal ini mengajarkan kita bahwa, di tengah prahara kehidupan, kita tidak boleh takut untuk menyerahkan kemudi perahu kita kepada Allah. Terkadang kita ingin mengontrol segalanya, tetapi Allah selalu memiliki gambaran yang lebih besar. 

Ketiga, Yosef adalah bapa yang taat. Di setiap keadaan hidupnya, ia selalu menyatakan “fiat” (kesiapsediaan) kepada Allah seperti fiat Maria saat menerima kabar gembira dari malaikat Tuhan dan fiat Yesus di taman Getzemani. Keempat, Santo Yosef adalah suami dan bapa yang menerima. Ia menerima Maria apa adanya tanpa menuntut syarat apa pun. Ia menerima dengan rendah hati segala peristiwa dan kerapuhan yang ada dalam hidupnya. Ia berdamai dengan sejarah hidupnya yang penuh liku, yang bisa jadi tidak sesuai harapan atau impiannya. Bercermin pada St Yosef itu, bila kita tidak berdamai dengan sejarah kita sendiri, kita tidak akan mampu melangkah lebih jauh karena kita akan selalu tetap tersandera oleh harapan kita sendiri dan kekecewaan yang ditimbulkannya. 

Kelima, Santo Yosef adalah seorang bapa yang berani secara kreatif. Dalam kesulitan hidup, ia tidak panik melainkan tetap tegar dan sabar seraya memohon bantuan rahmat Allah. Kesulitan tidak menghentikan keberaniannya untuk terus maju. Kesulitan yang dihadapi dengan sabar dan berani kerap kali justru menumbuhkan daya-daya kreatif yang tidak terpikirkan sebelumnya oleh kita. Bila kadang Allah tampaknya tidak menolong kita, ini tidak berarti bahwa Dia telah meninggalkan kita, tetapi bahwa Dia mempercayai kita, akan apa yang bisa kita rancang, ciptakan dan temukan. 

Keenam, Yosef adalah seorang pekerja. Ia adalah bapa yang mau bekerja dan mengajari Yesus anaknya untuk rajin bekerja. Santo Yosef adalah seorang tukang kayu yang bekerja dengan jujur untuk menghidupi keluarganya. Dari dia, Yesus belajar tentang nilai, martabat dan kegembiraan apa artinya makan roti yang merupakan hasil usahanya sendiri. Kita dipanggil menjadi pribadi yang bekerja, apa pun pekerjaannya. Kita bekerjasama dengan Allah sendiri, menjadi pencipta-pencipta kecil dunia di sekeliling kita. 

Ketujuh, Santo Yosef adalah seorang bapa yang tersembunyi, dalam bayang-bayang. Ia tidak menonjolkan dirinya, tidak mencari popularitas diri, tidak mencari keuntungan sendiri. Bagi Yesus, Santo Yosef adalah bayang-bayang (pantulan, cerminan, gambaran) di dunia akan Allah Bapa-Nya di surga yang selalu menjaga-Nya, melindungi-Nya, dan tidak pernah meninggalkan-Nya untuk mengikuti langkah-langkah-Nya.

Sahabat misioner terkasih, marilah kita berdoa kepada St Yosef:
Salam, Penjaga Sang Penebus,
Suami Perawan Maria yang Terberkati.
Kepadamu Allah mempercayakan Putra tunggal-Nya,
kepadamu Maria menaruh kepercayaannya,
bersama denganmu Yesus menjadi manusia.
O Yusuf yang terberkati,
perlihatkanlah dirimu sebagai seorang bapa juga bagi kami, dan
bimbinglah kami di sepanjang
perjalanan hidup.
Perolehkanlah bagi kami rahmat, belas kasih dan keberanian,
dan lindungilah kami dari segala yang jahat.
Amin.

(RD. M Nur Widipranoto – Direktur Nasional Karya Kepausan Indonesia)

Doa Persembahan Harian

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja Universal:Para martir zaman sekarang – Semoga mereka yang mempertaruhkan hidup demi pewartaan Injil di berbagai belahan dunia mengobarkan Gereja dengan keberanian dan semangat misioner mereka.

Ujud Gereja Indonesia: Keluarga dengan anak berkebutuhan khusus. Semoga orang tua dan keluarga dengan anak berkebutuhan khusus dapat memaknai kehadiran anak mereka sebagai anugerah dan sarana untuk mewujudkan kasih Allah secara istimewa.

Amin

Tinggalkan komentar