Renungan Harian Misioner
Sabtu, 13 April 2024
P. S. Martinus I
Kis 6:1-7; Mzm 33:1-2,4-5,18-19; Yoh. 6:16-21
Anak cucu Abraham-Ishak-Yakub sangat mendambakan hidup yang aman dan sejahtera. Maklum saja, sejak awal, kehidupan di gurun kerap dikelilingi bahaya dari sisi bangsa lain maupun dari alam semesta, yang tidak senantiasa memberi iklim prima dan suasana yang penuh aman dan damai. Sesungguhnya, di masa sekarang pun, kita kerap kali mengalami gempa dan taufan serta iklim yang kadang kala membuat hati gemetaran dan khawatir dilanda taufan. Oleh sebab itu, kerap kali hati mengarahkan hati untuk mempercayai Allah, yang membawa kesegaran, damai dan perjalanan tenang serta keluarga, yang sejahtera. Betapa sering kita mensyukuri cuaca tenang dan cerah.
Bacaan I: Kis. 6:1-7 melukiskan harapan akan tenang dan ‘terjamin damai dan sejahtera di antara para murid dari rasul-rasul’ sebagai tanda akan buah dari iman pada Sang Kristus yang terbangkitkan. Mereka semua ingin, bahwa kalau mengimani Sang Terbangkitkan, maka terobatilah duka derita dan datanglah suasana teberkati, yang membuat keluarga dan komunitas sejahtera, sampai ke keluarga dan hati perseorangan mereka itu. Itulah yang menyebabkan senatiasa diingat: ungkapan sapaan Yesus yang bangkita berupa “Damai Sertamu”, seperti yang diberikan sejak Paskah.
Bacaan Injil: Yoh. 6: 16-21 menggambarkan situasi dan kondisi, yang dijanjikan Yesus dan terwujud ketika sudah bangkit di hari Paskah: yaitu segar dan sejahtera. Oleh sebab itu, betapa sedih dan ketakutan, ketika di tengah perjalanan dan pencarian ikan, mereka mengalami malapetaka dengan gelombang yang menakutkan. Mereka bertanya-tanya, ke mana nih Tuhan; apakah mereka ditinggalkan; jauhkah Dia dari persekutuan mereka dan menjadi kesepian? Maklumlah, mereka merasa sudah biasa berjalan bersama dengan Guru Nasaret secara aman dan damai serta sejahtera. Pada saat yang menakutkan itu, Tuhan Yesus yang bangkit sesudah Paskah, mendatangi mereka dan memenuhi janji untuk senantiasa menemani perjalanan hidup mereka. Di situ Ia berseru: “Ini saya! Hadir denganmu. Jangan takut. Tenanglah di hatimu”. Di masa sekarang, percayalah kepada Tuhan. Jangan khawatir. Ia pasti menemani hidup. Ingatlah kata-kata-Nya: “Aku Jalan, Kebenaran dan Hidup: besertamu.”
(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)
Doa Persembahan Harian
Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.
Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:
Ujud Gereja Universal: Peran perempuan – Semoga martabat dan nilai tinggi perempuan diakui di setiap budaya, dan semoga diskriminasi yang mereka alami di berbagai belahan dunia diakhiri.
Ujud Gereja Indonesia: Kesehatan mental – Semoga masyarakat kita memiliki kepekaan untuk mengenali orang dengan masalah kesehatan mental dan orang dengan gangguan jiwa, serta melakukan upaya nyata untuk membantu mereka agar tetap memelihara imannya.
Amin
