Menjadi Pemberita Injil yang Dapat Dipercaya

Renungan Harian Misioner
Kamis, 25 April 2024
P. S. Markus Pengarang Injil

1Ptr 5:5b-14; Mzm. 89:2-3,6-7,16-17; Mrk 16:15-20

Pada hari ini, Gereja merayakan pesta Santo Markus Pengarang Injil. Meskipun sedikit informasi yang diketahui secara pasti tentang kehidupan Santo Markus, Injil yang dikaitkan dengannya tidak diragukan lagi merupakan salah satu naskah terpenting yang pernah ditulisnya. Penginjil Markus menceritakan pelayanan Yesus di muka umum dengan ringkas dan jelas. Menurut tradisi, Markus menjadi Uskup Aleksandria dan mati dibunuh karena Kristus. Injil hari ini merupakan bagian dari lampiran Injil Markus (Mrk. 16:9-20) yang menyajikan daftar beberapa penampakan Yesus: kepada Magdalena (Mrk. 16:9-11), kepada dua murid yang sedang berjalan pulang ke kampung (Mrk. 16:12-13) dan kepada kesebelas rasul (Mrk. 16:14-18). Penampakan terakhir ini, bersama dengan gambaran kenaikan ke Surga (Mrk. 16:19-20), menjadi Injil hari ini. Yesus menampakkan diri kepada kesebelas murid serta mencela ketidakpercayaan mereka dan kekerasan hati mereka oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya karena tidak mempercayai orang yang telah melihat Dia bangkit (Mrk. 16:14). 

Setelah mengkritik kurangnya iman para murid, Yesus memberi tugas kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakan Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum” (Mrk. 16:15-16). Bagi mereka yang berani percaya kepada Injil dan dibaptis, Yesus menjanjikan tanda-tanda berikut: mereka akan mengusir setan, mereka akan berbicara dalam bahasa baru, mereka akan memegang ular di tangan mereka dan tidak akan dicelakai jika mereka minum racun maut, dan mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit dan orang itu akan sembuh. Tanda-tanda ini menjadi bukti perlindungan istimewa Allah terhadap mereka yang memberitakan Injil. Sampai saat ini pun, Tuhan membantu orang-orang beriman tertentu melakukan keajaiban-keajaiban. Namun, kuasa yang Ia berikan itu hanyalah senjata “nomor dua”. Sebab yang terpenting ialah “tanda-tanda spiritual”, antara lain kesabaran, keseriusan, dan kerelaan para misionaris, nilai terdalam Injil sendiri serta kesatuan dan kesucian jemaah. Semuanya itu menjadi tanda-tanda ajaib yang utama dari adanya rahmat Ilahi dan campur tangan Roh Kudus dalam Gereja.  Janji Yesus sungguh-sungguh terjadi, bahkan hingga saat ini. Selain itu, melalui ungkapan-ungkapan itu Penginjil Markus hendak menyatakan bahwa semua orang yang percaya dan menerima baptisan akan memperoleh ganjaran surgawi. 

Penginjil Markus mengakhiri catatan Injilnya dengan penampakan terakhir Yesus kepada para rasul sebelum kenaikan-Nya ke surga. Kepergian dan kenaikan Yesus merupakan akhir sekaligus permulaan bagi para murid-Nya. Meskipun ini merupakan akhir dari kehadiran Yesus secara fisik bersama murid-murid terkasih-Nya, tetapi hal itu menandai dimulainya kehadiran Yesus bersama mereka dalam cara yang baru. Yesus berjanji bahwa Dia akan selalu bersama mereka sampai akhir zaman. Kata-kata terakhir Yesus kepada para rasul-Nya menunjukkan misi penyelamatan-Nya dan misi mereka untuk menjadi saksi kematian-Nya yang menebus dosa dan kebangkitan-Nya yang mulia menuju kehidupan baru bagi semua orang yang percaya kepada Yesus, Putra terkasih Allah. Tugas mereka adalah mewartakan Kabar Baik keselamatan, bukan hanya kepada bangsa Israel, tetapi kepada semua bangsa. Kasih dan anugerah keselamatan dari Tuhan bukan hanya untuk segelintir orang atau untuk sebuah bangsa, tetapi untuk seluruh dunia, yaitu semua orang yang mau menerima-Nya. Inilah amanat agung yang diberikan Kristus yang bangkit kepada Gereja. 

Semua orang yang percaya kepada Yesus, termasuk kita telah diberi bagian dalam tugas ini, yakni untuk menjadi pemberita Injil dan duta Yesus Kristus, satu-satunya penyelamat dunia. Injil adalah kuasa Allah, yaitu kuasa mengampuni dosa, menyembuhkan, melepaskan dari kejahatan dan penindasan, serta memulihkan kehidupan. Melalui kita, Yesus ingin melanjutkan misi-Nya untuk menyampaikan Kabar Baik. Kita dipanggil dan diutus untuk menjadi pemberita Injil. Dalam menjalankan misi ini, kita tidak dibiarkan sendirian karena Tuhan yang bangkit bekerja di dalam diri kita melalui kuasa Roh Kudus-Nya. Semoga berkat doa Santo Markus Pengarang Injil, kita diberi kemampuan, kerelaan dan keberanian untuk menjadi pemberita Injil yang setia dan dapat dipercaya.

(RP. Silvester Nusa, CSsR – Dosen Universitas Katolik Weetebula, NTT)

Doa Persembahan Harian

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja UniversalPeran perempuan – Semoga martabat dan nilai tinggi perempuan diakui di setiap budaya, dan semoga diskriminasi yang mereka alami di berbagai belahan dunia diakhiri. 

Ujud Gereja IndonesiaKesehatan mental – Semoga masyarakat kita memiliki kepekaan untuk mengenali orang dengan masalah kesehatan mental dan orang dengan gangguan jiwa, serta melakukan upaya nyata untuk membantu mereka agar tetap memelihara imannya.  

Amin

Tinggalkan komentar