Renungan Harian Misioner
Sabtu, 27 April 2024
P. S. Zita
Kis. 13:44-52; Mzm. 98:1,2-3ab,3cd-4; Yoh. 14:7-14
Kelanjutan dari undangan Yesus kepada para murid-Nya untuk tinggal bersama di rumah Bapa, yang sudah disediakan oleh-Nya ditanggapi dengan kebingungan dan ketidakmengertian. Pernyataan Yesus bahwa, “sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia,” semakin mengejutkan para murid yang belum mengenal Dia dengan benar. ‘Melihat Allah’ merupakan hal yang luar biasa di kalangan orang Yahudi. Namun di sini kita juga diajak mengerti bahwa pernyataan, “tidak seorang pun pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah yang akan menyatakan siapakah Allah itu,” sedang digenapi (bdk. Yoh. 1:18). Kita harus dapat mengenali dan melihat Allah yang mengutus Yesus, di dalam diri Sang Putra itu sendiri. Lewat relasi yang dalam dengan Yesus, terutama melalui iman kepada-Nya, para murid akan mengenal Putra, dan dengan demikian mengenal Bapa yang telah menyatakan diri-Nya di dalam Anak, berbicara serta bertindak melalui Yesus.
Kebingungan Filipus, sebagaimana sebelumnya juga Tomas, mengungkapkan kerinduan manusia untuk mengenal Allah, namun sekaligus menggambarkan kekurangan iman murid-murid Yesus sampai pada masa Injil ini dituliskan. Pengarang rupanya menyinggung orang-orang kristiani yang hanya mendambakan penampakan-penampakan langsung dari Allah, seperti dulu dialami Abraham, Musa dan para nabi yang melihat Bapa secara fisik. Dan Yesus mempertegas kembali, bahwa mengenal diri-Nya sama dengan mengenal Bapa, sebab Yesus menampakkan Bapa secara sempurna di dalam diri-Nya. Maka, jika orang-orang yang percaya pada Kristus mau tahu siapakah Allah Bapa itu, hendaklah mereka memandang Yesus sendiri.
Keadaan di mana Yesus tinggal di dalam Bapa dan Bapa tinggal di dalam Yesus, mengungkapkan kesatuan yang sempurna antara Bapa yang mengutus Yesus dan Yesus yang menyingkapkan Bapa. Itu sebabnya Yesus hanya berbicara tentang apa yang disampaikan Bapa kepada-Nya. Dalam perkataan Yesus, Allah sendiri yang berbicara dan menyatakan diri. Ajaran Yesus tidak berasal dari diri-Nya sendiri, demikian pula pekerjaan-pekerjaan yang dibuat Yesus, dilakukan oleh Bapa yang tinggal dalam Dia. Maksud dari pernyataan ini adalah, ajaran Yesus dan segala mukjizat-Nya bukan karya manusia, melainkan karya ilahi! Pekerjaan Bapa yang dimaksud di sini adalah keseluruhan karya penyelamatan yang dilakukan melalui tanda-tanda ajaib. Maka hendaklah kita percaya, karena perbuatan-perbuatan itu sendiri yang menjamin kebenaran sabda Yesus.
Kepercayaan akan memberi kekuatan luar biasa kepada manusia. Mereka yang percaya kepada-Nya mampu melakukan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar. Pekerjaan ‘yang lebih besar‘ ini bukan mukjizat-mukjizat yang memukau, melainkan perutusan untuk memberitakan Injil dan kesaksian iman yang diberikan kepada dunia, sebagai pengikut Yesus yang dijiwai oleh Roh Kudus. Pekerjaan besar yang dipercayakan Yesus ini menciptakan komunitas umat beriman, yaitu Gereja yang hadir di mana-mana dan memberikan kesaksian tentang Yesus yang sudah kembali kepada Bapa. Pekerjaan para pengikut Yesus ini adalah karya Tuhan sendiri yang bekerja melalui mereka.
Dalam dunia yang terus-menerus berusaha menyingkirkan Yesus dan mempersekusi pengikut-pengikut-Nya, ditambah adanya kemunduran spiritual dalam Gereja, kita diajak untuk tetap percaya, memperkuat relasi kepada Allah dan berpegang kepada janji-janji-Nya yang diungkapkan melalui Yesus, Putra-Nya. Dia adalah jalan, karena setiap perjumpaan dengan Yesus merupakan perjalanan yang membawa kita kepada Bapa. Dia adalah kebenaran, karena melalui Dia-lah seluruh rahasia Allah Bapa diungkapkan. Dengan memandang dan berusaha mengenal Yesus lebih dalam, kita akan melihat dan mengenal Bapa. Jika kita memperhatikan bagaimana Allah Bapa berbicara dan bekerja di dalam dan melalui Yesus, kita dapat melihat kenyataan Bapa di dalam Dia, dan Dia hidup di dalam Bapa. Yesus adalah hidup itu, hidup yang sejati. Hidup yang bersatu dengan Bapa, yang dibagikan kepada mereka yang percaya, agar mereka dapat tinggal bersama dengan-Nya di dalam Bapa, di dalam rumah Bapa.
Yesus sudah mempersiapkan rumah Bapa untuk kita tinggal berdiam bersama-Nya di dalam Bapa, jika kita senantiasa mewujudkan perintah kasih-Nya. Gereja berdoa dalam nama Yesus, memohon kepada Allah agar dimampukan mewujudkan perintah-Nya. Berdoa dalam nama Yesus artinya tidak hanya dengan perantaraan Yesus, tetapi dengan kuasa persatuan-Nya dengan Bapa. Yesus sendiri adalah Allah, yang menjadi tujuan doa dan yang mengabulkan doa-doa yang diminta dalam Nama-Nya dengan kuasa ilahi demi memuliakan Bapa. Berdoa dalam nama Yesus bukan ungkapan-ungkapan magis, tetapi meminta dengan sikap sehati-sepikir dengan Yesus; keselarasan ini dimungkinkan kalau kita tinggal di dalam rumah Bapa. (ek)
(Antonius Ekahananta – Awam Katolik Pengajar Misi Evangelisasi)
Doa Persembahan Harian
Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.
Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:
Ujud Gereja Universal: Peran perempuan – Semoga martabat dan nilai tinggi perempuan diakui di setiap budaya, dan semoga diskriminasi yang mereka alami di berbagai belahan dunia diakhiri.
Ujud Gereja Indonesia: Kesehatan mental – Semoga masyarakat kita memiliki kepekaan untuk mengenali orang dengan masalah kesehatan mental dan orang dengan gangguan jiwa, serta melakukan upaya nyata untuk membantu mereka agar tetap memelihara imannya.
Amin
