Renungan Harian Misioner
Sabtu, 18 Mei 2024
P. S. Yohanes I
Kis 28:16-20.30-31; Mzm 11:4.5.7; Yoh 21:20-25
Pada masa Gereja Perdana tampak sekali bahwa para murid Kristus dalam waktu cepat dan dalam kesatuan satu sama lain, sangat menjadi akrab satu sama lain. Bahkan mereka juga sangat berdekatan dengan Maria, Bunda Yesus. Hal itu memperlihatkan, bahwa mulai terbentuklah Persekutuan Gerejawi, yang menyerupai Gereja awal dalam zaman Gereja Perdana. Orientasinya adalah “sesaudara karena sama-sama dekat dengan Tuhan”. Dengan demikian, mereka membangun kehidupan, terciptalah kehidupan berpadu sebagai iman yang mendalam, dan sekaligus juga kedekatan rohaniah.
Refleksi: mereka melanjutkan pola seperti Perjanjian Lama: bersatu dengan Lahir dan Batin. Suasana itu akan menguat dalam cara hidup mereka yang sungguh sejahtera ke masa menggereja selanjutnya, apakah kita sekarang ini membangun Paguyuban yang saling bersahabat secara lahir dan batin setempat juga? Persahabatan Baru itu menjadi ungkapan kasih yang dekat sekali.
Bacaan I: Kisah 28:16-20. 30-31: setiba di Roma, Paulus menunjukkan kepada sesamanya, bahwa murid-murid Kristus mengembangkan persahabatan lahir dan batin, walaupun mereka harus mengembangkan persaudaraan yang baru: belum pernah berkenalan satu sama lain. Dalam situasi yang tidak mudah dan baru satu dengan lainnya, mereka saling mendukung dan memperlihatkan, bagaimana iman telah saling memperkuat satu sama lain. Berkah yang dianugerahkan Allah. Sementara itu dari arah ekonomis, politis dan budaya, ada ketegangan satu sama lain. Dari sisi ini, suasana iman rupanya benar-benar terciptalah komunitas yang memadukan semua “sahabat baru” yang menciptakan kesejahteraan lintas batas. Betapa persahabatan Yesus Kristus memperkaya pergaulan satu sama lain.
Refleksi: sejauh manakah keakraban dalam Gereja memper-akrab-akrab dan karena itu menyuburkan cinta kasih Gereja yang sedang tumbuh amat dini. “Tuhan kuatkanlah Kasih kami satu dengan lainnya bagi-Mu.”
Bacaan Injil: Yoh. 21:20-25: kerap kali hidup komunitas kita tegang, walau mengandung pasang surut. Bekah Allah kadang dirisaukan oleh salah paham dan kerumitan hidup. Namun, seperti sejak awal mula, Roh cinta kasih dikuatkan sehingga kesejahteraan Ilahi. Maka dari itu, kerahiman ilahi semakin terasa dikuatkan.
Refleksi kita: percayalah kepada Allah yang penuh kasih. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh.
(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)
Doa Persembahan Harian
Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.
Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:
Ujud Gereja Universal: Formasi para religius dan calon imam – Semoga para biarawan dan biarawati, serta para calon imam, tumbuh dalam panggilan mereka sendiri melalui pembinaan pribadi, pastoral, spiritual dan komunitas, sehingga mereka mampu menjadi saksi Injil yang kredibel.
Ujud Gereja Indonesia: Content creator dan influencer – Semoga para content creator dan influencer mampu memproduksi konten-konten yang mengandung pesan positif, kejujuran, dan membangun persatuan.
Amin
