Renungan Harian Misioner
Senin, 01 Juli 2024
P. S. Oliver Plunkett
Am. 2:6-10.13-16; Mzm. 50:16bc-17,18-19,20-21,22-23; Mat. 8:18-22
Banyak organisasi politis maupun perkumpulan sosial pada umumnya, mengundang anggotanya untuk bersikap setia. Oleh sebab itu orang tidak berkenan untuk membiarkan adanya keanggotaan ganda. Bahkan orang yang lemah juga diundang untuk setia menjadi warga yang utuh dan setia. Kadang kala, bahkan ada ‘orang kecil’ yang dipuji, karena setia dengan “ikut utuh” dalam persaudaraan; dan tidak malah disingkirkan.
REFLEKSI KITA: Sejauh manakah kita setia kepada Tuhan, dan ikut utuh dalam berbakti dalam Paguyuban, tempat kita bergabung setia?
Bacaan I: Amos 2:6-10.13-16: Anak cucu Yakub sering memakai penyelewengan kemasyarakatan umum, yaitu “tidak ikut utuh dalam mengabdi Keluarga Abraham” sampai kadang “menjual kesetiaan dengan uang suapan” atau “memperdagangkan kesetiaan dengan emas dan perak” tanpa mengingat Allah yang senantiasa memelihara mereka. Sesungguhnya, sikap dan praktik hidup seperti ini “menjual kekudusan Allah” dengan hal-hal duniawi. Cara itu “memandang rendah” cinta kasih Allah.
REFLEKSI KITA: sejauh manakah kita menjunjung tinggi kasih Allah, yang penuh kasih sayang?
Mazmur Tanggapan: Mzm. 50:16bc-17.18-19.20-21.22-23 mengajak kita, umat Allah, untuk menjunjung tinggi Allah, yang penuh kesetiaan. Oleh sebab itu, kita selalu memuji kepada Allah dan ikut serta dalam “Keluarga Allah” yang saling setia satu kepada yang lain dengan rasa kasih sayang pula.
Bacaan Injil: Mat. 8:18-22 menceritakan betapa banyak orang yang mengikuti Guru dari Nasaret. Hal itu tampak dari kenyataan bahwa ke mana-mana pun orang mengagumi dan mendengarkan serta mengikuti “Jalan Bersama-Nya” secara setia. Kita dapat mengagumi orang-orang yang mengikuti Yesus, walaupun Ia tidak mempunyai tempat tinggal serta ‘penghasilan tetap’. Mereka bertekad untuk mengikuti PRIBADI YESUS secara IKUT UTUH sehingga terlibat seutuhnya dalam kebersamaan mereka. Begitulah Paguyuban Murid Kristus terbentuk langkah demi langkah, memperkaya hati mereka.
REFLEKSI KITA: siapkah kita untuk melengkapkan kebersamaan kita secara lahir dan batin kepada Tuhan Kita Yesus Kristus, yang penuh kasih?
(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)
Doa Persembahan Harian
Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.
Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:
Ujud Gereja Universal: Pelayanan pastoral orang sakit – Semoga Sakramen Pengurapan Orang Sakit menganugerahkan kepada para penerima dan keluarga mereka kuasa Tuhan dan semakin menjadi tanda belas kasih dan harapan bagi semua orang.
Ujud Gereja Indonesia: Pendidikan alternatif – Semoga masyarakat semakin memahami keunikan setiap anak sehingga dapat terbuka pada bentuk-bentuk pendidikan alternatif yang paling sesuai untuk membantu tumbuh dan berkembangnya anak.
Amin
