Renungan Harian Misioner
Sabtu, 06 Juli 2024
P. S. Maria Goretti
Am. 9:11-15; Mzm. 85:9,11-12,13-14; Mat. 9:14-17
“Begitu pula anggur yang baru tidak dituang ke dalam kantong kulit yang lama, karena jika demikian kantong itu akan koyak, sehingga anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur. Namun, anggur yang baru dituang ke dalam kantong yang baru, maka terpeliharalah kedua-duanya.”
(Matius 9:17)
Dalam bacaan Injil hari ini dikisahkan tentang iman dan penerapannya dalam hidup. Murid-murid Yohanes datang kepada Yesus dan bertanya mengapa mereka dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid Yesus tidak berpuasa? Yesus menjawab dengan sebuah analogi yang sangat menarik dan penuh makna.
Yesus menggunakan gambaran tentang pernikahan untuk menjawab pertanyaan murid-murid Yohanes. Yesusmenggambarkan diri-Nya sebagai mempelai pria dan murid-murid-Nya sebagai teman-teman mempelai pria. Selama mempelai pria bersama mereka, teman-teman mempelai tidak akan berpuasa. Namun, akan datang saatnya ketika mempelai itu diambil dari mereka, dan saat itulah mereka akan berpuasa.
Yesus kemudian memberikan dua perumpamaan tambahan: menambal pakaian lama dengan kain baru dan menuangkan anggur baru ke dalam kantong kulit yang lama. Kedua tindakan ini akan menyebabkan kerusakan lebih besar. Kain baru yang ditambalkan pada pakaian lama akan merobek kain lama, dan anggur baru akan membuat kantong kulit yang lama pecah.
Yesus mengajarkan bahwa ada waktu untuk bersukacita dan ada waktu untuk berpuasa. Kita diajak untuk peka terhadap waktu dan situasi dalam hidup kita. Saat ini, kita mungkin merasakan kehadiran Tuhan dengan jelas, saatnya bersyukur dan bersukacita. Di lain waktu, kita mungkin merasa jauh dari-Nya, saatnya untuk merenung dan memperdalam iman melalui puasa dan doa.
Yesus menyampaikan pesan penting bahwa pembaruan iman tidak bisa dilakukan dengan cara-cara lama. Kehadiran Yesus membawa ajaran dan cara baru yang tidak bisa hanya ditempelkan pada tradisi lama. Kita diajak untuk membuka hati dan pikiran terhadap pembaruan dalam hidup rohani kita. Mungkin ada kebiasaan kita dalam pelayanan di Gereja atau di masyarakat yang mewarisi cara lama dan menurut kita itu baik, padahal sudah seharusnya ditinjau ulang dikembalikan dan disesuaikan dengan ajaran sejati Kristus kepada kita.
Bacaan Injil hari ini mengajak kita merenungkan kembali bagaimana kita menjalani hidup rohani kita selama ini. Apakah pelayanan kita sudah sesuai dengan ajaran Kristus? Mari kita mohon bimbingan Roh Kudus agar kita dapat terus memperbarui iman kita dan hidup dalam sukacita serta kedamaian yang diberikan oleh Tuhan.
Misi kita hari ini: Selalu berusaha menemukan maksud Tuhan dalam Alkitab dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
(Ignasius Lede – Komisi Karya Misioner KWI)
Doa Persembahan Harian
Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.
Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:
Ujud Gereja Universal: Pelayanan pastoral orang sakit – Semoga Sakramen Pengurapan Orang Sakit menganugerahkan kepada para penerima dan keluarga mereka kuasa Tuhan dan semakin menjadi tanda belas kasih dan harapan bagi semua orang.
Ujud Gereja Indonesia: Pendidikan alternatif – Semoga masyarakat semakin memahami keunikan setiap anak sehingga dapat terbuka pada bentuk-bentuk pendidikan alternatif yang paling sesuai untuk membantu tumbuh dan berkembangnya anak.
Amin
