Renungan Harian Misioner
Sabtu, 13 Juli 2024
P. S. Henrikus
Yes 6:1-8; Mzm 93:1ab.1c-2.5; Mat 10:24-33
Setiap anak, yang mulai belajar, bahkan di awal masa Pendidikan Awal untuk di sekolah, mereka berkenalan dengan perlunya kesesuaian antara isi hati dengan kata serta kelakuan antara tempat-tidur sampai ke jalan menuju kelas dan pulang ke rumah lagi. Hal itu sering kali dilatih oleh para pendidiknya dengan mengajar orang muda untuk ‘bersih di lahir maupun dalam batin’. Manusia terus menerus belajar dengan disiplin, khususnya untuk tulus hati dan kata serta pikiran dan tindak-langkah. Apalagi kalau pergaulan manusia sampai meluas, maka sangatlah kita perlukan bahwa hidup sosial kita “bersih lahir-batin”.
REFLEKSI KITA: siagakah kita untuk hidup sosial dengan bersih lahir maupun batin?
Bacaan I: Yes.6:1-8: Dalam masyarakat luas, kita sering berjumpa dengan orang-orang, -termasuk para pemimpin umum-, yang tindakannya tidak sama dengan pemikiran atau keyakinan batinnya; kita sering menjumpai, bahwa apa, yang dikatakan di depan umum, juga tidak sama dengan apa, yang dikatakan dalam partai atau keluarganya. Yesaya juga mengalami hal itu: istilah yang dipakainya, untuk orang seperti itu adalah: bahwa orang itu ‘bibirnya najis’. Kita mengalami, bahwa tidaklah mudah berteman dengan orang yang berbeda antara yang diucapkan “di kamar satu dengan kamar lain”; ucapan di telepon kadang kala tidak sama dengan tulisan dalam publik.
REFLEKSI KITA: pergaulan kita bagaimana ya? Apakah ucapan kita di publik selalu sama dengan yang dalam batin, apalagi dalam bisik-bisik atau di hadapan Tuhan? Kacau balaulah kehidupan sosial, yang tidak bersih lahir-batin.
Bacaan Injil: Mat.10:24-33 memperlihatkan pesan Yesus bagi para murid dalam pergaulan luas. Murid Kristus perlu bersikap jernih lahir dan batin: artinya, jujur dalam pergaulan dan dalam hati. Kita diajak untuk bersikap tulus dan sama lahir batin maupun dalam hidup sosial. Kita perlu bersikap sama kepada Allah dan sesama.
REFLEKSI KITA: marilah kita menyadari, bahwa Allah mengenal suara hati kita: marilah jujur kepada Allah dan siapa pun.
(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)
Doa Persembahan Harian
Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.
Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:
Ujud Gereja Universal: Pelayanan pastoral orang sakit – Semoga Sakramen Pengurapan Orang Sakit menganugerahkan kepada para penerima dan keluarga mereka kuasa Tuhan dan semakin menjadi tanda belas kasih dan harapan bagi semua orang.
Ujud Gereja Indonesia: Pendidikan alternatif – Semoga masyarakat semakin memahami keunikan setiap anak sehingga dapat terbuka pada bentuk-bentuk pendidikan alternatif yang paling sesuai untuk membantu tumbuh dan berkembangnya anak.
Amin
