Renungan Harian Misioner
Selasa, 16 Juli 2024
P. S. Perawan Maria dr Gunung Karmel
Yes 7:1-9; Mzm 48:2-3a.3b-4.5-6.7-8; Mat 11:20-24
Pembaca Ren-Har KKI yang terkasih, Shalom! Sesungguhnya ketika kita membaca Firman Tuhan, pada saat yang sama itu juga Firman Tuhan membaca kehidupan kita! Karena itu, mari kita lihat apa yang didapat oleh Firman Tuhan dalam Bacaan-bacaan kita hari ini, ketika Firman itu membaca kehidupan Irsael dana kehidupan kita?
Pemilihan Raja
Israel adalah umat pilihan Allah, karena itu seharusnya segala sesuatu yang terkait dengan perjalanan hidup mereka, harus mengacu kepada Tuhan Allah dan kehendak-Nya. Namun ketika kasus pemilihan raja ini dilihat dari sisi tilik Firman Tuhan, ternyata pada kasus pemilihan raja, Israel tidak meminta persetujuan Allah, dan raja yang dipilih malah mendukung penyembahan berhala dan bukan penyembahan kepada Tuhan, Allah Israel (Bdk. Hosea 8:4-7. Juga: Samuel 8:1-22 khususnya ayat 7-9).
Sekalipun pemilihan raja itu berarti menolak Allah sebagai Raja Israel, namun Tuhan Allah tetap bersabar kepada bangsa itu. Dalam Bacaan Firman Tuhan hari ini, Ahas bin Yotam bin Uzia, yang dipilih menjadi Raja Yehuda adalah orang yang berkenan kepada Tuhan. Karena itu ketika Raja dan kerajaan Yehuda menghadapi agresi dari Raja Aram dan Raja Israel, Tuhan menunjukkan keberpihakan-Nya kepada Ahaz. Melalui Yesaya, Nabi-Nya, Tuhan meneguhkan Ahas dan menegaskan bahwa Kerajaan Yehuda berada di dalam perlindungan-Nya (Yesaya 7:1-9). Demikianlah orang yang didapati hidup menurut Firman dan ketentuan Tuhan, merupakan orang yang dipelihara oleh Tuhan sendiri. Berbagai bencana yang ditimpakan orang terhadapnya, dibela dan dilindungi oleh Tuhan Allah sendiri!
Allah menjaga kota-kota tempat diam Umat-Nya!
Membaca kehidupan umat Allah menggunakan Mazmur Tanggapan hari ini, kita menemukan bahwa umat Allah yang berada dalam relasi yang baik dan taat-setia melakukan hukum-hukum Allah, menjadi umat yang dijaga dan dilindungi oleh Allah. Dan atas perlindungan-Nya itu, umat Israel semakin erat melekatkan diri mereka kepada Allah, dan mengucap syukur atas apa yang dilakukan Allah bagi mereka!
Nasib orang-orang yang melawan Allah!
Membaca kehidupan umat Allah, yakni umat Israel dan kita, dari sisi tilik Penginjil Matius hari ini, kita dipertemukan dengan para penduduik kota Khorazim dan Betsaida. Penduduk kota-kota ini terancam kebinasaan, karena mengabaikan “sapaan & undangan tobat dari Allah,” melalui berbagai mukjizat yang dikerjakan Yesus. Oleh karena memilih menjauh dari Tuhan Allah dan menolak karya penyelamatan oleh Tuhan Yesus Kristus, maka pada Hari Penghakiman, nasib yang akan mereka tanggung menjadi jauh lebih berat dari pada tanggungan penduduk kota Sodom (Matius 11:20-24).
Setelah membaca kehidupan orang-orang Khorazim dan Betsaida, dan mendapati bahwa penduduk kedua kota itu “jauh lebih jahat dari pada penduduk kota Sodom dan Gomora,” Tuhan Yesus Kristus bukan hanya mengerjakan berbagai mukjizat di sana, tetapi juga mengingatkan penduduk kota-kota itu, bahwa mereka perlu bertobat dan kembali kepada Allah supaya tidak turun ke dunia orang mati!
Harapan Allah: Kasus Sodom & Gomora tidak berulang lagi!
Demikian, warta peringatan bisa menjadi ungkapan kasih Tuhan, yang diberikan dengan maksud supaya umat yang menerima peringatan itu, bertobat dan kembali kepada Allah. Namun tidak semua yang menerima peringatan itu menanggapinya seturut harapan Tuhan Allah! Semoga ketika Firman Tuhan membaca kehidupan kita, dan mengundang kita untuk kembali kepada Allah, kita tidak bertegar hati melainkan pro-aktif menanggapinya, agar tidak bernasib seperti Sodom dan Gomora. Amin!
(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkal Pinang)
Doa Persembahan Harian
Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.
Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:
Ujud Gereja Universal: Pelayanan pastoral orang sakit – Semoga Sakramen Pengurapan Orang Sakit menganugerahkan kepada para penerima dan keluarga mereka kuasa Tuhan dan semakin menjadi tanda belas kasih dan harapan bagi semua orang.
Ujud Gereja Indonesia: Pendidikan alternatif – Semoga masyarakat semakin memahami keunikan setiap anak sehingga dapat terbuka pada bentuk-bentuk pendidikan alternatif yang paling sesuai untuk membantu tumbuh dan berkembangnya anak.
Amin
