Renungan Harian Misioner
Sabtu, 20 Juli 2024
P. S. Apollinaris
Mi 2:1-5; Mzm 10:1-2.3-4.7-8.14; Mat 12:14-21
Para Pembaca Ren-Har KKI yang terkasih, Shalom!
Mereka yang mencintai Alkitab dan suka membaca serta merenungkannya, mereka menggambarkan Alkitab itu sebagai Buku yang membaca kehidupan manusia, terutama kehidupan orang-orang yang membacanya, dengan Israel sebagai titik-berangkatnya!
Demikian ketika Firman Tuhan ini membaca kehidupan kita, tiga hal ini akan kita jumpai. Pertama, tentang identitas kita atau siapakah kita ini menurut Firman Tuhan yang kita bacakan dari hari ke hari? Kedua, tentang apa yang Tuhan Allah lakukan kepada manusia, terkaitkan dengan identitas yang terbaca oleh Firman-Nya itu? Dan ketiga, apa yang sebaiknya menjadi tanggapan manusia sehubungan dengan tindakan Tuhan ketika menyikapi identitas manusia yang dideteksi melalui Firman-Nya pada langkah kedua itu?
Identitas yang tercemar!
Membaca Firman Tuhan hari ini, baik dari Bacaan Pertama, Mazmur Tanggapan maupun dari Bacaan Injil, kita menemukan hal-hal berikut ini yang terjadi dalam kehidupan Umat Allah. Kehidupan Umat Allah telah dipengaruhi oleh orang-orang yang merancang kedurjanaan dan merencanakan kejahatan di tempat tidurnya. Di dalam relasi antar jemaat, terjadi penindasan, perampasan harta dan ladang milik sesamanya (Mi. 2:1-2).
Dalam Mazmur Tanggapan, Umat Allah mengalami kesesakan, karena berada di bawah penganiayaan orang-orang yang congkat dan orang-orang fasik, yang menganggab bahwa tindakan mereka tidak akan dibalas oleh Allah (Mzm. 10: 1-2. 3-4. 7-8). Para pelaku kejahatan ini di dalam Injil muncul dalam cara hidup dan tindakan orang-orang Farisi, yang bersekongkol dengan orang-orang lain untuk membunuh Yesus (Mat. 12:14).
Tindakan pemulihan identitas oleh Allah
Melihat umat-Nya yang berada di dalam situasi, Tuhan Allah kita tidak berdiam diri. Dia mengambil tindakan untuk memperbaiki kembali cara hidup umat-Nya supaya “layak” untuk mendapatkan “label” atau “identitas” sebagai umat Allah.
Khusus untuk para pelaku kejahatan yang telah merugikan umat-Nya, Tuhan Allah sendirilah yang akan merancang malapetakan bagi mereka ini, karena kecelakaan yang mereka timpakan kepada umat-Nya akan kembali menimpa mereka sendiri (Mi. 2:3). Kepada umat-Nya yang mengalami penganiayaan oleh sesama bangsanya ini, Pemazmur berdoa dan mengharapkan Tuhan Allah untuk bertindak sebagai penolong mereka (Mzm. 10:14). Di dalam Injil, ketika menghadapi “permusuhan” dari orang-orang Farisi, Yesus mengambil jalan untuk “menjauh dari kelompok kaum Farisi ini,” sehingga tugas-pelayanan-Nya untuk menyembuhkan orang tetap dapat Dia lakukan tanpa halangan (Mat. 12: 15-21).
Tanggapan & kerjasama yang tepat dari manusia!
Ketika menemukan kita, umat-Nya, di dalam situasi hidup yang “teraniaya” oleh berbagai hal, Tuhan Allah kita tidak berdiam diri. Melalui para nabi-Nya dan terutama melalui Yesus Kristus, Putra-Nya, Dia mengambil langkah-langkah untuk menyelamatkan kita, umat-Nya. Tindakan penyelamatan Tuhan melalui Yesus Kristus ini, tidak selalu mendapatkan tanggapan yang layak seperti yang diharapkan-Nya dari manusia. Dalam Bacaan Injil tanggal 16 Juli 2024 kemarin, kita menemukan “keluhan” dari Tuhan kita Yesus Kristus tentang reaksi atau tanggapan umat-Nya yang tidak kooperatif terhadap keselamatan yang Dia kerjakan bagi mereka. Di kota-kota seperti Khorazim, Betsaida dan Kapernaum, Yesus mengadakan banyak mukjizat untuk menyelamatkan umat-Nya, namun penduduk kota itu tidak menyambutnya dengan baik (Mat. 11:20-24).
Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya
Dari langkah-langkah atau tahap-tahap yang olehnya Firman Tuhan yang membaca kehidupan manusia, seperti yang disebutkan di atas, kita menemukan hal yang penting ini, bahwa Tuhan Allah tidak meninggalkan umat-Nya. Melalui Firman-Nya, Dia melihat dan memahami tantangan hidup serta kesulitan umat-Nya, bahkan juga dosa dan pelanggaran mereka, lalu mengambil langkah untuk menyelamatkan umat itu.
Dan orang-orang yang selamat, adalah mereka yang membuka hati menyambut tindakan penyelamatan Allah ini, lalu bertobat dan kembali kepada-Nya. Sementara orang-orang dengan sikap hidup seperti penduduk kota Khorazim, Betsaida, dan Kapernaum, akan menjadi orang-orang yang lepas dari rancangan keselamatan Tuhan, karena mereka menutup diri dari tawaran keselamatan yang dikerjakan melalui Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kita! Demikian, setelah Tuhan itu membaca kehidupan kita melalui Firman-Nya, ada dua pilihan yang harus dilakukan oleh umat Allah: atau membuka hati untuk menerima tindakan penyelamatan oleh Allah? Atau menutup hati dan tidak menerima tindakan penyelamatan itu, seperti penduduk kota-kota Khorazim, Betsaida, dan Kapernaum itu? Silahkan tentukan pilihanmu!
(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkal Pinang)
Doa Persembahan Harian
Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.
Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:
Ujud Gereja Universal: Pelayanan pastoral orang sakit – Semoga Sakramen Pengurapan Orang Sakit menganugerahkan kepada para penerima dan keluarga mereka kuasa Tuhan dan semakin menjadi tanda belas kasih dan harapan bagi semua orang.
Ujud Gereja Indonesia: Pendidikan alternatif – Semoga masyarakat semakin memahami keunikan setiap anak sehingga dapat terbuka pada bentuk-bentuk pendidikan alternatif yang paling sesuai untuk membantu tumbuh dan berkembangnya anak.
Amin
