Renungan Harian Misioner
Senin, 22 Juli 2024
Pesta S. Maria Magdalena
Kid. 3:1-4a atau 2Kor. 5:14-17; Mzm. 63:2,3-4,5-6,8-9; Yoh. 20:1.11-18
Di kalangan anak cucu Abraham-Ishak-Yakub, anak perempuan dalam keluarga, menjadi warga bangsa, yang ikut berharga; bukan tokoh besar. Namun, sudah dalam Perjanjian Lama, ada keturunan, yang terpuji, seperti Yudit. Biasanya mereka dianggap berjasa besar. Magdalena diakui mempunyai tempat penting, karena sebagai pendosa terkenal, yang bertobat secara terbuka. Dengan demikian, pertobatan juga dapat menjadi jalan menuju kepada peran beriman.
Refleksi Kita: kita diundang untuk tidak khawatir bertobat, apabila pada suatu masa dalam hidup kita pernah berdosa,- juga kalau dosa berat sekalipun. Semua pendosa dipanggil untuk bertobat. Marilah kita mengundang Roh Kristus, yang berkenan mendampingi kita untuk bertobat, secara mendalam. Yang terpenting adalah kesediaan kita untuk bertobat secara sungguh mendalam.
Bacaan I: Kid. 3:1-4a melukiskan bagaimana Allah sungguh mengasihi semua umat manusia, juga kalau pada suatu titik kita pernah terperosok dalam lubang dosa yang paling busuk, sehingga sulit ditemukan kembali, Sangat mungkin juga, utusan Tuhan yang teliti pun, tidak dapat mudah menemukan kita kembali, dalam “jalan pertobatan”. Kita boleh percaya, bahwa Tuhan berkenan untuk terus menerus mengusahakan kita bertobat. Lihatlah, bahkan Anak-Nya pun diutusnya untuk mewartakan Kehendak-Nya men-tobat-kan kita, supaya kembali kepada Allah.
Refleksi kita: Tuhan panggil aku tobat.
Bacaan II: 2 Kor. 5:14-17 mengajak manusia memandang diri pendosa sebagaimana Allah, yaitu dengan hati yang berbelas kasih, sehingga tidak segan memanggil pendosa untuk bertobat. Sejarah hidup manusia jelas memperlihatkan, bagaimana para anak pendosa diajak terus untuk kembali bertobat kepada Allah. Sebab, Allah ingin agar tidak seorang pun hilang, melainkan kembali ke Rumah Bapa. Dengah Hati yang Penuh dengan Kerahiman itulah, keutamaan pengharapan dianugerahkan kepada kita semua.
Refleksi Kita: Karuniakanlah Roh Kasih-Mu ya Allah, untuk bertobat.
Bacaan Injil: Yoh. 20:1.11-18 memperlihatkan, bagaimana pendosa yang seberat Magdalena menjadi hampir kehabisan harapan untuk kembali diampuni Tuhan. Meskipun demikian, berkat Wafat Tuhan di Salib dan Kebangkitan Kristus, ternyata, Allah memberi Hidup Baru berkat Paskah, dan membuka masa depan yang Indah sampai Lubuk Hati yang Terdalam.
Refleksi Kita: kasih sayang Allah melampaui segala dosa dan keteguhan hati pendosa yang bertobat. Marilah kita tidak berputus asa, dan memohon Roh belas kasih, untuk dipeluk Allah kembali. Sembuhkanlah kami ya Tuhan.
(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)
Doa Persembahan Harian
Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.
Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:
Ujud Gereja Universal: Pelayanan pastoral orang sakit – Semoga Sakramen Pengurapan Orang Sakit menganugerahkan kepada para penerima dan keluarga mereka kuasa Tuhan dan semakin menjadi tanda belas kasih dan harapan bagi semua orang.
Ujud Gereja Indonesia: Pendidikan alternatif – Semoga masyarakat semakin memahami keunikan setiap anak sehingga dapat terbuka pada bentuk-bentuk pendidikan alternatif yang paling sesuai untuk membantu tumbuh dan berkembangnya anak.
Amin
