Renungan Harian Misioner
Rabu, 24 Juli 2024
P. S. Sharbel Makhlūf
Yer 1:1.4-10; Mzm 71:1-2.3-4a.5-6ab.15ab.17; Mat 13:1-9
Bacaan Injil hari ini berisi perumpamaan Yesus tentang penabur. Tokoh utama dalam perumpamaan tersebut tentu saja adalah sang penabur. Sang penabur menebarkan benihnya secara sembarangan, sembrono, seolah-olah membuang banyak benih di tanah yang tidak memberikan banyak harapan untuk menghasilkan buah. Perumpamaan ini bercerita tentang seorang penabur yang sangat murah hati dengan jumlah benih yang ia taburkan, melemparkannya tidak hanya ke tanah yang baik, tetapi juga ke tanah yang berduri, tanah berbatu, dan bahkan jalan yang dilalui tanpa memandang di mana benih itu akan mendarat atau kualitas atau jenis tanah di mana benih itu jatuh. Penabur menabur bukan karena siapa atau apa tanahnya, tetapi karena ia memang berkehendak untuk menabur. Penabur tidak membuat penilaian mengenai kualitas atau kelayakan tanah dan tidak terikat pada hasilnya.
Kita dapat mencoba memberikan makna pada bagian-bagian perumpamaan tersebut, memperlakukannya secara ketat sebagai sebuah alegori. Penabur adalah Tuhan; Firman adalah Injil Yesus Kristus; dan tanah adalah hati kita. Yesus menggunakan perumpamaan pertama ini untuk mempersiapkan kita menghadapi tujuh perumpamaan berikutnya. Semuanya tentang Kerajaan Allah. Perumpaan ini tentang karakter Tuhan, dan bagaimana Tuhan mengungkapkan karakter itu kepada mereka yang mengenali-Nya. Tuhan menyebarkan Kabar Baik Kerajaan Allah secara berlimpah, bahkan di tempat-tempat yang tidak memungkinkan untuk tumbuh atau menghasilkan buah. Tuhan tidak membeda-bedakan tanah yang baik dan tanah yang buruk. Tuhan menyebarkan benih Kerajaan ke seluruh dunia untuk mengubah siapa saja yang mau menerimanya.
Apa makna perumpamaan ini bagi kita dan misi Gereja dewasa ini? Kita semua dipanggil dan diutus oleh Yesus untuk menabur benih Injil: “Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Mu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu” (Mat. 28:19-20). Pergilah ke seluruh dunia untuk menabur Kabar Baik, tidak peduli bagaimana kabar itu menyebar. Sebagai orang-orang yang dipercayakan untuk terlibat dalam misi Yesus saat ini, kita dapat mempertimbangkan implikasi perumpamaan ini terhadap cara kita menjalankan misi. Terlalu sering kita bermain aman, menabur benih hanya di tempat yang kita yakini akan diterima dengan baik, dan hanya di tempat di mana mereka yang menerimanya akan menjadi bagian dari kelompok kita dan berkontribusi bagi kehidupan kita.
Pendekatan Yesus terhadap misi mungkin sangat bertentangan dengan naluri kita untuk bermain di tempat yang aman. Yesus memberi kita kebebasan untuk mengambil risiko demi Injil. Ia mendukung kemurahan hati yang luar biasa dalam menyebarkan firman, bahkan di tempat-tempat yang berbahaya. Meskipun kita mungkin bertanya-tanya tentang efektivitas atau efisiensi metodenya, Yesus berjanji bahwa hasil akhirnya akan menghasilkan panen yang melimpah. Tanda keberhasilannya ialah buah yang dihasilkan oleh para penerima benih. Perumpamaan ini mengajak kita untuk optimis dan bersemangat dalam menaburkan benih Kerajaan Allah. Kita hendaknya senantiasa menceriterakan kemurahan hati Tuhan yang melimpah, dan keinginan Tuhan untuk menarik kita ke dalam transformasi yang menghasilkan jauh lebih banyak daripada yang bisa dihasilkan oleh panen “normal”. Tuhan, Sang Penabur akan terus menabur cinta dan berkat tanpa peduli apa pun jenis “tanah” yang ada di hati kita. Demikian pula, kita hendaknya berjuang untuk menjadi penabur benih Kerajaan Allah, yakni benih cinta, persahabatan, kasih sayang, pengampunan serta benih harapan dan perubahan kepada siapa saja tanpa peduli apa pun jenis “tanah” yang ada di hati mereka. Tuhan Yesuslah jaminan paling pasti bagi keberhasilan usaha kita untuk menjadi penabur benih Kerajaan Allah di segala jenis “tanah” hati manusia: “Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Mat. 28:20).
(RP. Silvester Nusa, CSsR – Dosen Universitas Katolik Weetebula, NTT)
Doa Persembahan Harian
Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.
Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:
Ujud Gereja Universal: Pelayanan pastoral orang sakit – Semoga Sakramen Pengurapan Orang Sakit menganugerahkan kepada para penerima dan keluarga mereka kuasa Tuhan dan semakin menjadi tanda belas kasih dan harapan bagi semua orang.
Ujud Gereja Indonesia: Pendidikan alternatif – Semoga masyarakat semakin memahami keunikan setiap anak sehingga dapat terbuka pada bentuk-bentuk pendidikan alternatif yang paling sesuai untuk membantu tumbuh dan berkembangnya anak.
Amin
