Renungan Harian Misioner
Jumat, 26 Juli 2024
P. S. Yoakim & Ana, Orang tua SP Maria
Sir. 44:1,10-15; Mzm. 132:11,13-14,17-18; Mat. 13:16-17
“Namun, berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. Sebab, sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya”
(Matius 13:16-17)
Dalam bacaan Injil yang kita dengarkan har ini, Yesus mengingatkan para murid tentang betapa beruntungnya mereka karena memiliki kesempatan untuk melihat dan mendengar hal-hal yang telah lama dinantikan oleh para nabi dan orang benar. Dalam konteks ini, Yesus menekankan betapa istimewanya kehadiran dan ajaran-Nya yang membawa wahyu Allahsecara langsung kepada umat manusia.
Sebagai orang yang percaya kepada Kristus, kita semua diundang untuk merenungkan betapa beruntungnya kita yang bisa menerima ajaran Yesus melalui Alkitab dan Tradisi Gereja. Kita memiliki akses langsung pada Sabda Allah yang dapat membimbing kita dalam kehidupan sehari-hari. Kita diajak untuk selalu bersyukur atas karunia iman ini dan memanfaatkannya demi pertumbuhan rohani kita serta demi semakin luasnya pewartaan misi kerajaan Allah.
Yesus menyatakan bahwa banyak nabi dan orang benar ingin melihat dan mendengar apa yang murid-murid-Nya alami, namun mereka tidak memiliki kesempatan tersebut. Pada bagian ini Yesus mau menegaskan kepada kita untuk tidak menyia-nyiakan kehadiran-Nya dalam hidup kita. Melalui doa, sakramen, kegiatan pelayanan di Gereja, karya kerasulan awam, dan persekutuan dengan sesama umat beriman, kita dapat merasakan kehadiran Yesus dan mengalami kasih-Nya yang menyelamatkan.
Kita dipanggil untuk menjadi saksi hidup dari ajaran Yesus. Seperti murid-murid yang telah melihat dan mendengar langsung dari Yesus, kita juga harus membagikan pengalaman iman kita kepada orang lain. Kabar baik yang sudah kita terima sendiri dari Kristus, hendaknya kita bagikan kepada orang lain dalam suasana yang penuh damai dan sukacita. Dalam setiap tindakan dan kata-kata kita, kita diundang untuk mencerminkan kasih dan kebenaran Kristus, sehingga orang lain dapat melihat dan mendengar melalui kita.
Akhirnya kita semua diajak untuk merenung sejenak dan bertanya pada diri sendiri: Apakah saya sungguh menghargai dan memanfaatkan karunia iman yang telah saya terima? Apakah saya berusaha merasakan kehadiran Yesus dalam hidup sehari-hari saya? Bagaimana saya bisa menjadi saksi yang lebih baik dari kasih dan kebenaran-Nya? Semoga kita semua dimampukan untuk menjadi murid-murid yang mendengarkan Yesus dan mewartakannya dalam hidup kita setiap hari.
Misi kita hari ini: Berdoa dengan tulus dan membaca Kitab Suci.
(Ignasius Lede – Komisi Karya Misioner KWI)
Doa Persembahan Harian
Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.
Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:
Ujud Gereja Universal: Pelayanan pastoral orang sakit – Semoga Sakramen Pengurapan Orang Sakit menganugerahkan kepada para penerima dan keluarga mereka kuasa Tuhan dan semakin menjadi tanda belas kasih dan harapan bagi semua orang.
Ujud Gereja Indonesia: Pendidikan alternatif – Semoga masyarakat semakin memahami keunikan setiap anak sehingga dapat terbuka pada bentuk-bentuk pendidikan alternatif yang paling sesuai untuk membantu tumbuh dan berkembangnya anak.
Amin
