BN KKI: Road to SOMA Pendamping SEKAMI – Februari s/d Juli 2024
Dalam periode bulan Februari s/d Juli 2024, Biro Nasional Karya Kepausan Indonesia (BN KKI) telah menjalankan tugas pelayanan dan pelatihan dalam School of Missionary Animators (SOMA) di 8 Keuskupan. Dari seluruh pelaksanaan SOMA, tercatat diikuti sebanyak ± 755 orang. Mereka terdiri dari tiga kelompok subyek peserta. Yang pertama, SOMA bagi para pendamping SEKAMI (Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner) yang dilaksanakan di 5 keuskupan, yaitu: K. Bogor, K. Sibolga, K. Larantuka, K.A. Samarinda, K. Timika. Kedua, SOMA bagi mahasiswa-mahasiswi: Sekolah Tinggi Pastoral (STP) Santo Bonaventura Delitua Medan dan Sekolah Tinggi Kateketik dan Pastoral Katolik (STKPK) Bina Insan Samarinda. Subyek peserta SOMA yang ketiga, adalah para frater di Seminari Tinggi Interdiosesan Santo Petrus Ritapiret, Maumere.

Materi dan Tim SOMA
Dalam pelayanan SOMA tersebut materi-materi yang diberikan kepada para peserta, meliputi: Arah Dasar SOMA; Pengenalan KKI; Misi dan Spiritualitas Misioner; Urgensi Pastoral Anak dan Remaja; Pastoral Kitab Suci untuk Anak dan Remaja; Mengenal Dunia Anak dan Remaja; Kreativitas Mendampingi SEKAMI: Gerak Lagu-Permainan-Alat Peraga, Menyusun Bahan Pendampingan SEKAMI, dan Praktik/Simulasi Pendampingan SEKAMI. Materi-materi tersebut diberikan oleh tim dari Biro Nasional KKI, yaitu: RD. Markus Nur Widipranoto (Dirnas KKI); Antonius Turmudi Hartono (Staf BN KKI); Inri Kurnia Almesa, M. Psi, Psikolog & Kristofora Wiwi Daruwika Dewi, M. Psi, Psikolog (praktisi & pendamping SEKAMI).
Di beberapa pelaksanaan SOMA di Keuskupan: Bogor, Sibolga, Ketapang juga dihadiri Bapa Uskup yang secara langsung menyapa dan memberikan sambutan dan apresiasi serta menyampaikan harapannya kepada para animators/animatris pendamping SEKAMI dalam pelayanannya membantu tugas penggembalaan Bapa Uskup mendampingi perkembangan iman anak-remaja di lingkungan, stasi, dan paroki.

Peran Penting Para Animator dan Animatris
Anak-anak adalah generasi yang menjadi penentu keberlangsungan kehidupan di masa depan. Kehidupan di masa depan akan menjadi lebih baik atau bahkan sebaliknya, sangat ditentukan bagaimana anak-anak itu mendapat bimbingan dan mengalami pendampingan imannya. Bimbingan dan pendampingan iman yang baik akan mengarahkan kepada kehidupan yang lebih baik di masa mendatang. Maka sangatlah penting untuk membimbing dan mendampingi iman anak-anak sejak dini agar kelak menjadi orang Katolik yang cerdas, tangguh, gembira, dan misioner. Untuk itu semuanya, membutuhkan orang-orang yang siap sedia dan terpanggil untuk mendampingi anak-anak dan para remaja. Menjadi animator-animatris, pendamping SEKAMI adalah satu panggilan untuk menjadi sahabat seperjalanan anak-remaja dan membawa mereka semakin dekat dan akrab dengan Yesus.
Jangkauan Misi – Ujung Bumi
Dalam materinya tentang Misi, Romo Nur Widi menyampaikan arti dan tujuan misi atau Evangelisasi adalah “membawa Kabar Baik kepada segala tingkat kemanusiaan, dan melalui pengaruh Injil merubah umat manusia dari dalam dan membuatnya menjadi baru” (bdk Evangelii Nuntiadi art. 18). Sasaran-jangkauan misi dalam pengertian lama yakni secara geografis: menjumpai manusia di tapal-tapal batas hingga ke ujung bumi (bdk. Mat. 28). Sedangkan sasaran-jangkaun misi yang baru adalah integral-holistik: mencakup seluruh manusia dan segala makhluk dalam segala dimensi dan keprihatinannya.
Spiritualitas Misioner
Di materi yang lain, Romo Dirnas KKI menyampaikan tentang spiritualitas animators misioner. Dikatakan, “Spiritualitas berarti suatu corak, gaya hidup, sikap batin, semangat hidup seorang pengikut Kristus, pelaksana misi, yang berpautan dengan tugas perutusannya untuk mewartakan Injil. Sebagai animators misioner sangatlah penting mengolah dan mengembangkan diri untuk mencapai kualitas diri dengan berbagai usaha. Antara lain dengan : mencintai keheningan dan doa; rela berkorban, melayani dengan tabah dan sabar; terbuka untuk mendengarkan; kreatif, inovatif, selalu mencari yang baru; dan kesaksian/keteladanan hidup yang pantas.”
(Anton Toer – Biro Nasional Karya Kepausan Indonesia)
Selanjutnya baca di: https://karyakepausanindonesia.org/2024/07/26/menjadi-sahabat-seperjalanan-anak-remaja-misioner-2/
