Betania

Renungan Harian Misioner
Senin, 29 Juli 2024
P. S. Marta, Maria dan Lazarus

dr Rybs 1Yoh. 4:7-16; Mzm. 34:2-3,4-5,6-7, 8-9,10-11; Yoh. 11:19-27 atau Luk. 10:38-42 (atau Bacaan Pertama dan Mazmur Tanggapan dari hari biasa

Tempat seperti Betania, bukanlah sekadar desa, yang tidak begitu jauh dari Yerusalem. Kampung itu, dari sisi perasaan dan kemudian juga menurut akal budi orang beriman, juga amat dekat sekali dengan hati Yesus Sang Kristus. Di dalamnya ada pribadi-pribadi, yang ternyata amat disayangi oleh Tuhan, sedemikian, sehingga dicintai sedemikian, sehingga “bahkan kalau kehabisan nafas”-pun masih diberi hidup kembali oleh Allah. 

REFLEKSI KITA: marilah kita penuh keterbukaan hati, sehingga mau bertobat tanpa batas, supaya siap terus kembali kepada Tuhan. 

Bacaan pertama dari 1Yoh. 4:7-16 memperlihatkan, betapa relasi hati antara kita dengan Tuhan adalah syarat terpenting bagi persahabatan, yang menjaga persekutuan kita dan keluarga kita dengan Allah. Sebab, cinta kasih,- bukannya ‘akal-akal-an atau ke-pura-pura-an’ yang menolong kita untuk terpulih-kan dicintai Allah. Tidak ada titik di mana pun dalam hidup, yang terlalu jauh, untuk mendekatkan diri kita kepada Allah. Kita itu senantiasa didekati oleh Allah. 

REFLEKSI KITA: Allah yang penuh kasih, tidak akan pernah kehilangan pengharapan untuk bersatu kembali dengan kita, para pendosa. 

Bacaan Injil Yoh. 11: 19-27 memperlihatkan, betapa kasih sayang Ilahi tidak pernah putus menjalin setiap orang dari kita maupun keluarga dan komunitas kita senantiasa dapat saja didatangi Tuhan; pun kalau ada duka derita yang amat mendalam rasanya. Pengharapan kepada pemulihan dari Allah merupakan keutamaan ilahi, yang seyogianya senantiasa kita doakan ada dalam diri setiap pribadi dan komunitas kita. Sebab, jelas bahwa Sang Kristus, adalah Sahabat kita, yang tidak melupakan kita; seberapa besar pun jurang yang ada dalam hidup kita dan keluarga kita. Sang Mesias, amat dekat dengan hidup kita. 

REFLEKSI KITA: Tuhan, curahkanlah daya Roh-Mu, agar iman kami selalu kuat, cinta kami senantiasa teguh, harapan kami tidak pernah berhenti. Oleh sebab itu, selamatkanlah kami.

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

Doa Persembahan Harian

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja UniversalPelayanan pastoral orang sakit – Semoga Sakramen Pengurapan Orang Sakit menganugerahkan kepada para penerima dan keluarga mereka kuasa Tuhan dan semakin menjadi tanda belas kasih dan harapan bagi semua orang. 

Ujud Gereja IndonesiaPendidikan alternatif – Semoga masyarakat semakin memahami keunikan setiap anak sehingga dapat terbuka pada bentuk-bentuk pendidikan alternatif yang paling sesuai untuk membantu tumbuh dan berkembangnya anak. 

Amin

Tinggalkan komentar