Nusantara Baru, Indonesia Maju

Renungan Harian Misioner
Hari Raya Kemerdekaan Republik Indonesia
Sabtu Biasa XIX, 17 Agustus 2024

Sir. 10:1-8; Mzm. 101:1a,2ac, 3a,6-7; 1Ptr. 2:13-17; Mat. 22:15-21

Sahabat misioner terkasih,

Pada hari ini, kita merayakan hari kemerdekaan bangsa Indonesia ke-79. Tema yang ditetapkan pemerintah adalah “Nusantara Baru Indonesia Maju”. Kemerdekaan bangsa Indonesia diperoleh dengan penuh perjuangan menumpahkan darah para pahlawan. Rakyat bersama pemimpinnya berjuang melawan dan mengalahkan penjajah. Kemerdekaan diraih. Dalam iman, kemerdekaan ini disadari sebagai anugerah Tuhan bagi bangsa Indonesia. Dengan kemerdekaan itu, dicita-citakan suatu negara yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur. 

Kita bersyukur atas kemerdekaan hasil perjuangan para pahlawan sekaligus anugerah Tuhan. Sekarang ini, kita berada dan hidup dalam kemerdekaan. Tugas kita adalah mengisi kemerdekaan itu mewujudkan Nusantara Baru Indonesia Maju. Bacaan-bacaan Sabda Tuhan pada perayaan Hari Proklamasi Kemerdekaan menuntun kita untuk bertanggung jawab mengisi kemerdekaan tersebut.

Kitab Putra Sirakh pada bacaan pertama menasihatkan, “Tuhan mengaruniakan martabat. Jangan pernah menaruh benci kepada sesamamu, apa pun juga kesalahannya, dan jangan berbuat apa-apa terpengaruh oleh nafsu.” Bangsa Indonesia adalah bangsa majemuk, plural dan berbeda dalam SARA. Keanekaragaman itu merupakan kekayaan dan kekuatan, tetapi sekaligus kerentanan dan kerapuhan. Isu SARA gampang sekali digoreng dan dihembuskan untuk saling membenturkan anak bangsa. Sesama warga negara bisa saling benci dan terpecah-belah karena perbedaan, tetapi juga bisa dipicu hal-hal sepele. Kita sebagai umat Kristiani sekaligus warga negara-bangsa diingatkan dan dibimbing oleh Kitab Putra Sirakh untuk tidak menaruh benci apa pun alasannya. Sebagai pengikut Kristus, kita harus mengedepankan budaya kasih, memandang perbedaan sebagai anugerah Tuhan untuk saling melengkapi dan memperkaya, mengembangkan sikap hati-hati sehingga tidak asal bertindak menuruti hawa nafsu.

Bacaan kedua dari Surat Pertama Rasul Petrus mengingatkan kita untuk berlaku sebagai orang yang merdeka. Hidup sebagai orang merdeka berarti menghayati diri hidup sebagai hamba-hamba Allah. Ini berarti kita hidup taat pada Tuhan melalui tunduk-patuh pada aturan bersama, kepada para pimpinan yang bijak dan baik, serta menghormati semua orang. Allah menghendaki kita berbuat baik, supaya dengan perbuatan baik itu kita bisa membungkam kepicikan orang yang bertindak berdasar hawa nafsu dan kebodohan.

Sahabat misioner terkasih,

Kita semua telah tahu semboyan “100% Katolik, 100% Indonesia”. Ini bukanlah semboyan kosong, tetapi semboyan yang berisi daya kekuatan untuk mendorong setiap umat Katolik semakin cinta tanah air dengan landasan spiritual yang kokoh. Semboyan ini sejalan dengan kata-kata Tuhan Yesus sendiri, “Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah,” seperti tertulis dalam Injil Matius. Iman Kekatolikan tidak menjauhkan kita dari cinta kepada negara dan bangsa. Justru sebaliknya, dengan beriman kita semakin didorong mencintai tanah air dan membangun peradaban kasih di dalamnya sehingga terwujudlah “Nusantara baru Indonesia Maju”. Marilah kita rintis dan bangun peradaban kasih itu melalui tindakan-tindakan baik, perkataan-perkataan yang menyejukkan, sikap-sikap penuh kedamaian dalam hidup harian kita entah di tengah keluarga, di tengah masyarakat, maupun di tempat kerja. Jadilah berkat bagi semakin banyak orang!

Selamat merayakan Hari Proklamasi Kemerdekaan RI. Dirgahayu Republik Indonesia ke-79.***(NW)

(RD. M Nur Widipranoto – Dirnas Karya Kepausan Indonesia)

Doa Persembahan Harian

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja UniversalBagi para pemimpin politik – Semoga para pemimpin politik melayani rakyat, bekerja untuk pembangunan manusia seutuhnya dan kebaikan bersama, serta memberikan perhatian lebih kepada orang miskin dan mereka yang kehilangan pekerjaan. 

Ujud Gereja IndonesiaPemberdayaan keluarga berpenghasilan rendah – Semoga paroki-paroki dapat meningkatkan keberdayaan keluarga-keluarga berpenghasilan rendah dengan langkah-langkah konkret, seperti menyediakan layanan koperasi, memberikan ilmu pengelolaan keuangan, serta meningkatkan semangat kewirausahaan. 

Amin

Tinggalkan komentar