Tiga dari Sekian Banyak Kuasa TUHAN

Renungan Harian Misioner
Selasa, 20 Agustus 2024
P. S. Bernardus

Yeh. 28:1-10; MT Ul. 32:26-27ab.27cd-28.30.35cd-36ab; Mat. 19:23-30; atau dr RUybs

Para Pembaca Ren-Har KKI yang terkasih, Shalom!

Pada hari ini, Gereja merayakan Pesta Santo Bernardus: Abas & Pujangga Gereja. Dan Firman Tuhan membukakan kepada kita tiga dari sekian banyak kuasa yang ada pada Allah, yakni kuasa untuk menghidupkan, kuasa untuk mematikan, dan kuasa untuk menciptakan kembali! Kuasa untuk menghidupkan dan mematikan itu ditegaskan dalam Mazmur Tanggapan, yang diambil dari Kitab Ulangan (Ul. 32:26-27ab.27cd-28.30.35cd-36ab). Sementara kuasa untuk menghidupkan kemballi kita baca dalam Injil Matius (Mat. 19:23-30). Kuasa untuk menghidupkan dan mematikan ini, dalam tahap tertentu, juga dialami oleh raja Tirus (Yehezkiel 28:1-10).

Kuasa untuk meninggikan & kuasa untuk merendahkan

Pengalaman Raja Tirus dalam Bacaan Pertama membawa kita untuk memahami kuasa-kuasa yang ada pada Allah, yang dalam level paling akhir akan muncul dalam tindakan atau menghidupkan atau mematikan. Namun dalam level permulaan muncul dalam tindakan Tuhan atau memberikan kuasa kepada seseorang atau melepaskan kuasa itu dari padanya!

Raja Tirus mendapatkan kemurahan Tuhan untuk menduduki Takhta dan memerintah negeri itu sebagai Raja. Pada awalnya, sang raja menggunakan kuasanya dengan baik, sesuai dengan kehendak Allah. Karena itu, raja diberi hikmat yang melebihi hikmat Daniel. Namun kukuasaan dan hikmat itu menjadikan sang raja jatuh ke dalam kesombongan, di mana sang raja menyamakan diri dengan Allah. Maka sebagai hukumannya, Allah mengambil kembali takhta kerajaan yang diberikan kepada raja, dengan menimbulkan pertentangan melawan raja, hingga akhirnya kekuasaannya berakhir! Demikian, pengalaman hidup raja Tirus mengingatkan kita, bahwa kesombongan dapat membawa orang menjauh dari Allah dan dengan itu kehilangan semua berkat dan kasih-karunia yang diberikan Allah sebelumnya!

Kuasa untuk menghidupan & kuasa untuk mematikan!

Kuasa-kuasa ini juga ada pada Allah dan berlaku pada orang-orang yang cara hidupnya berseberangan dengan rencana dan kehendak Allah (Ul. 32:26-27ab.27cd-28.30.35cd-36ab). Sebaliknya, untuk orang-orang yang hidup sesuai dengan rencana dan kehendak Allah, mereka akan mengalami kuasa Allah yang memberi hidup!

Kuasa untuk ikut menghakimi bersama Kristus!

Kuasa ini tersedia pada Allah untuk ‘orang-orang yang telah meninggalkan segala sesuatu demi Yesus Kristus. Kuasa ini ditegaskan oleh Yesus, menjawabi pertanyaan Petrus dalam Injil Matius (Mat. 19:27-30). Oleh karena seluruh hidupnya telah diberikan dan dihayati sebagai ‘kehidupan bersama Kristus,’ maka mereka yang menjadi pengikut Kristus akan ‘ikut menjadi hakim pada saat penghakiman,’ yakni saat Kerajaan Allah dipuluhkan melalui penciptaan kembali (Mat. 19:23.28).

Demikian, dari pengalaman hidup raja Tirus, dari Kitab Ulangan yang kita daraskan sebagai Mazmur Tanggapan, dan dari Injil Matius yang menjadi Bacaan Injil hari ini, kita tahu bahwa pilihan terbaik bagi kita adalah “hidup sesuai dengan rencana dan kehendak Allah!” Karena itu, mari kita mohon kepada Santo Bernardus: Abas & Pujangga Gereja, yang pestanya kita rayakan hari ini, supaya mendoakan kita agar kita pun taat-setia menghayati rencana dan kehendak Allah yang diajarkan Tuhan kita Yesus Kristus, sehingga kuasa Allah yang berlaku adalah kuasa yang member hidup dan keselamatan bagi kita. Amin!

(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkal Pinang)

Doa Persembahan Harian

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja UniversalBagi para pemimpin politik – Semoga para pemimpin politik melayani rakyat, bekerja untuk pembangunan manusia seutuhnya dan kebaikan bersama, serta memberikan perhatian lebih kepada orang miskin dan mereka yang kehilangan pekerjaan. 

Ujud Gereja IndonesiaPemberdayaan keluarga berpenghasilan rendah – Semoga paroki-paroki dapat meningkatkan keberdayaan keluarga-keluarga berpenghasilan rendah dengan langkah-langkah konkret, seperti menyediakan layanan koperasi, memberikan ilmu pengelolaan keuangan, serta meningkatkan semangat kewirausahaan. 

Amin

Tinggalkan komentar