Renungan Harian Misioner
Sabtu, 31 Agustus 2024
P. S. Raymundus Nonnatus
1Kor. 1:26-31; Mzm. 33:12-13.18-19. 20-21; Mat. 25:14-30
Para Pembaca Ren-Har KKI yang terkasih, Shalom!
Ketika mengakhiri Bulan Agustus Tahun 2024 ini, Firman Tuhan yang kita baca dalam Injil berbicara tentang, “Kerajaan Surga, yang diumpamakan seperti talenta yang diberikan oleh seorang yang mau bepergian ke luar negeri kepada tiga orang pembantunya untuk dikembangkan” (Mat. 25:14-31). Sementara Refrain Mazmur Tanggapan berbicara tentang “Dasar atau alasan mengapa Tuhan memilih sebuah bangsa untuk menjadi milik pusaka-Nya” (Mzm. 33:12-13.18-21). Di dalam Bacaan Pertama, Rasul Santo Paulus menghimbau jemaat di Korintus, supaya “bermegah di dalam Tuhan” (1Kor. 1:26-31). Mari kita lihat pesan-pesan Tuhan bagi kita melalui Firman-Nya ini!
Kelayakan untuk menjadi bangsa milik pusaka Tuhan!
Kelayakan untuk menjadi milik pusaka atau bangsa pilihan Tuhan ditegaskan oleh Rasul Paulus dalam suratnya kepada Jemaat di Korintus, yang kita bacakan sebagai Bacaan Pertama. Paulus mengingatkan Jemaat Korintus itu tentang bagaimana situasi dan kondisi hidup mereka sewaktu dipanggil menjadi Jemaat Allah. Jemaat Korintus ini tidak mempunyai banyak orang yang terpandang, tidak banyak yang bijak (1Kor. 1:26). Selanjutnya Paulus menegaskan bahwa Allah memanggil Jemaat Korintus dari kondisi dan situasi hidup mereka yang demikian, dengan tujuan untuk membaharui dan menguduskan mereka di dalam Kristus, Yesus, Putra-Nya. Karena itu kepada Jemaat di Korintus, Paulus meminta supaya tidak boleh ada tempat untuk kesombongan atau kemegahan diri. Karena semua perubahan dan perbaikan yang terjadi dalam umat itu, semuanya hanyalah karya Tuhan Allah. Sebab itu, kemegahan yang boleh ada hanyalah kemegahan di dalam Tuhan (1Kor. 1:27-31).
Syarat-syarat untuk menjadi bangsa milik pusaka Tuhan!
Agar supaya Jemaat bertumbuh menjadi bangsa milik pusaka Tuhan, seperti yang digambarkan Rasul Santo paulus dalam Surat kepada Jemaat di Korintus tersebut, ada hal-hal yang harus diupayakan oleh Jemaat, yang dalam hal ini Jemaat di Korintus, tetapi juga Jemaat di dalam seluruh Gereja!
Syarat pertama untuk menjadi bangsa milik pusaka Tuhan, adalah bahwa jemaat harus hidup dengan takwa dan mengandalkan kasih-setia Tuhan, percaya kepada nama Tuhan yang kudus dan hati tetap terpaut menantikan Tuhan, (Mzm. 33:18-21).
Syarat berikutnya untuk dapat diterima menjadi bangsa milik pusaka Tuhan, adalah kesediaan untuk bekerja mengembangkan apa saja yang diberikan Tuhan, seperti yang diumpamakan dengan “talenta” dalam Injil. Kemalasan tidak boleh mengambil tempat di dalam hati dan kehidupan orang-orang yang mau menjadi bangsa milik pusaka Tuhan. Ini pelajarana dari penerima satu talenta. Ia tidak mengembangkan apa yang dipercayakan Tuhan kepadanya melainkan menguburkannya!
Hal yang baik, dan direkomendasikan kepada semua Pembaca Ren-Har KKI, ialah bahwa kita semua dapat menjadi bagian dari bangsa milik pusaka Tuhan, apabila kita mengusahakan dan menumbuhkembangkan talenta yang Tuhan percayakan kepada kita, sebagaimana yang telah dilakukan oleh penerima lima dan dua talenta itu!
Yang penting adalah bahwa kita tidak kecewa atau sakit hati karena jumlah talenta yang diberikan, tetapi mari kita konsentrasi pada bagaimana mengembangkan talenta-talenta itu agar dapat mendatangkan hasil yang baik. Karena dengan mengembangkan talenta-talenta itu, kita menjadi kolaborator-kolaborator Allah dalam membangun Kerajaan-Nya. Amin!
(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkal Pinang)
Doa Persembahan Harian
Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.
Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:
Ujud Gereja Universal: Bagi para pemimpin politik – Semoga para pemimpin politik melayani rakyat, bekerja untuk pembangunan manusia seutuhnya dan kebaikan bersama, serta memberikan perhatian lebih kepada orang miskin dan mereka yang kehilangan pekerjaan.
Ujud Gereja Indonesia: Pemberdayaan keluarga berpenghasilan rendah – Semoga paroki-paroki dapat meningkatkan keberdayaan keluarga-keluarga berpenghasilan rendah dengan langkah-langkah konkret, seperti menyediakan layanan koperasi, memberikan ilmu pengelolaan keuangan, serta meningkatkan semangat kewirausahaan.
Amin
