Renungan Harian Misioner
Senin, 9 September 2024
P. S. Petrus Klaver
1 Kor 5:1-8; Mzm 5:5-6.7.12; Luk 6:6-11
Paus Fransiskus berpesan dalam dokumen Evangelii Gaudium atau Sukacita Injil: ”Selalu lakukan apa yang baik yang dapat dilakukannya, bahkan jika menghadapi risiko menjadi kotor oleh lumpur jalanan” (EG, 46). “Saya lebih menyukai Gereja yang memar, terluka dan kotor karena telah keluar di jalan-jalan, daripada Gereja yang sakit karena menutup diri dan nyaman melekat pada rasa amannya sendiri. Saya tidak menginginkan Gereja yang berambisi menjadi pusat dan berakhir dengan terperangkap dalam jerat obsesi dan prosedur” (EG, 49).
Mari kita sambut ajakan Paus Fransiskus, agar kita bertindak, bergerak maju untuk melakukan hal baik dan berani mengambil risiko. Selagi kita masih bisa melakukannya dan masih punya kesempatan, lakukanlah, namun bukan karena paksaan apalagi ambisi. Mari buang ragi yang lama, masuki kehidupan baru dengan roti yang tidak beragi. Memiliki hati yang murni, mengikuti tuntunan Roh agar melakukan kebenaran, apa yang menjadi kehendak-Nya, bukan lagi kehendakku.
Kita harus terus berusaha menjadi pribadi yang baik, yang mau terus belajar untuk menjadi lebih baik. Memang bukan hal yang mudah namun kita percaya dengan kuasa Tuhan Yesus, jika kita bersedia membuka hati, menerima kehadiran-Nya yang bersemayam dalam diri kita melalui komuni kudus yang rutin kita terima, maka kita akan beroleh roh kemurnian dan kebenaran. Roh kita akan diselamatkan dan kita beroleh kemenangan agar pada akhirnya kita mencapai kehidupan kekal bersama-Nya di surga.
Layani Tuhan dalam Gereja-Nya dengan hati yang tulus murni, bukan dengan ambisi pribadi. Bukan untuk pamer diri apalagi untuk mencari pujian. Pujian hanya bagi kemuliaan Tuhan. Jangan biarkan kita jatuh pada hal melayani agar dipuji.
Seumpama gelas kosong, kita pun harus membuka hati, mengosongkan gelas atau hati kita dari segala hal yang bukan kehendak-Nya. Meneladani para murid yang mau bersatu, sehati, sejiwa melaksanakan perintah Yesus. Hidup saling mengasihi, peduli pada sesama.
Sudahkah kita menjadi “gelas kosong” agar dapat menerima teladan-Nya dan menyerap apa yang diajarkan-Nya dan melaksanakan kehendak-Nya? Lakukanlah kehendak Tuhan dengan ketulusan hati, bukan untuk memuaskan ambisi. Dengan senantiasa hidup di dalam Tuhan dan mengandalkan Tuhan saja, karena Dia-lah Sang empunya kehidupan.
(Alice Budiana – Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini, Paroki Kelapa Gading – KAJ)
Doa Persembahan Harian
Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.
Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:
Ujud Gereja Universal: Jeritan bumi – Semoga masing-masing dari kita akan mendengar dan mencamkan jeritan Bumi dan para korban bencana alam serta perubahan iklim, dan semoga semua orang akan berusaha secara pribadi untuk merawat dunia tempat kita tinggal.
Ujud Gereja Indonesia: Tokoh-tokoh Kitab Suci – Semoga anak-anak, remaja, dan orang muda Katolik dapat menemukan tokoh-tokoh Kitab Suci yang menjadi idola dan teladan mereka dalam menjalani hidup sehari-hari.
Amin
