Renungan Harian Misioner
Kamis, 12 September 2024
P. Nama Tersuci Maria
1Kor 8:1b-7.11-13; Mzm 139:1-3.13-14ab.23-24; Luk 6:27-38
Para Pembaca Ren-Har KKI yang terkasih, Shalom! Masih segar dalam ingatan kita, Umat Katolik Indonesia, tentang hari-hari yang penuh sukacita & kebahagiaan, ketika Pimpinan Gereja Katolik Sedunia: Paus Fransiskus, datang mengunjungi NKRI tercinta kita!
Faith, Fraternity, Compassion!
Misi yang dibawa Paus Fransiskus ketika berkunjung ke tanah air kita, tanggal 03-06 September kemarin, dikemas dalam tiga kata kunci: FAITH, FRATERNITY, COMPASSION, yang di-Indonesia-kan menjadi: IMAN, PERSAUDARAAN, dan KASIH. Dan sungguh nyata dalam kenangan kita, bahwa selama hari-hari kunjungan itu, baik di dalam perjumpaannya dengan para tokoh agama dan pejabat Negara, maupun dalam perjumpaannya dengan masyarakat bangsa Indonesia dari latar belakang Katolik maupun non Katolik, “sukacita Injil” yang menjadi muara dari ketiga kata kunci yang menjadi tema kunjungan Paus itu, sungguh dirasakan oleh orang-orang dari berbagai latar belakang yang menyambutnya dan yang mendapat kehormatan untuk berjumpa dangan pimpinan agama yang rendah hati dan sederhana ini!
Sekalipun demikian, di antara gemuruh dan gegap-gempita yang mewujud-nyatakan Faith, Fraternity, dan Compassion itu, ada juga pihak-pihak yang menampilkan diri sebagai pemuja anarkisme, kebencian, dan terror. Tercatat tujuh orang dari berbagai daerah di Indonesia, yang diamankan Densus 88, karena mengobarkan kebencian dan permusuhan antar golongan di negeri tercinta ini! Terima kasih kepada Tim Densus 88 dan POLRI berikut aparat keamanan lainnya, yang sigap mengantisipasi dan mengamankan kunjungan Paus Fransiskus ini. Dan kita mencatat: di mana ada kasih dan pesaudaraan disebarluaskan, di sana pasti ada juga pihak-pihak yang merasuki orang-orang dengan propaganda sebaliknya, yang bersifat merusak dan memecah-belah. Sebaimana kita baca dari perumpamaan tentang ilalang di antara gandum itu, bahwa ada yang menaburkan benih gandum, tetapi seorang musuh datang pada tengah malam, lalu menaburkan benih lalang pada lading yang sama (Bdk. Mat. 13:24-30).
Pemazmur di dalam bacaan Firman Tuhan hari ini, khususnya dalam Mazmur Tanggapan, meminta kepada Tuhan, supaya Tuhan menununnya di jalan yang kekal. Doa permohonan itu berangkat dari latar belakang atau alasan, yang dapat kita temukan dalam Mzm. 139:1-3.13-14ab.23-24.
Doa Pemazmur dengan intens supaya Tuhan menuntunnya di jalan yang kekal, ternyata terkait secara tidak langsung dengan tema kunjungan Paus, yaitu Faith, Fraternity, and Compassion itu, di mana Tuhan kita Yesus Kristus mengajarkan kasih kepada para murid-Nya (1Kor. 8:1b-7.11-13), sementara Paulus mengingatkan jemaat di Korintus tentang hal-hal yang melawan kasih itu, yang dapat saja muncul atau terjadi dan menggerogoti cara hidup jemaat (Luk. 6:27-36).
Cara hidup yang dilandasi oleh Kasih, sebagaimana yang diajarkan oleh Tuhan kita Yesus Kristus sifatnya merangkul dan mempersatukan, menerima semua orang sebagai saudara, bahkan musuh pun harus dikasihi. Di dalam kasih, tidak boleh ada ruang untuk kebencian dan permusuhan, sebab semua orang adalah saudara (Bdk. Luk. 6:27-36). Sementara doktrin atau ajaran yang melawan kasih dan persaudaraan itu, sudah sangat jelas dan pasti member tempat sekaligus menyuburkan kebencian dan terorisme.
Mengapa hal ini bisa terjadi atau bisa tumbuh dan menggerogoti hati nurani manusia? Berikut ini adalah jawaban dari Rasul Santo Paulus, yang menegaskan bahwa tidak semua orang mempunyai pengetahuan yang benar tentang Allah. Lengkapnya kata-kata Santo paulus itu adalah sebagai berikut, “Namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup. Tetapi bukan semua orang yang mempunyai pengetahuan itu. Ada orang, yang karena masih terus terikat pada berhala-berhala, makan daging itu sebagai daging persembahan berhala. Dan oleh karena hati nurani mereka lemah, hati nurani mereka itu dinodai olehnya…Tetapi jagalah, supaya kebebasanmu ini jangan menjadi batu sandungan bagi mereka yang lemah”(1Kor. 8:6-7.9).
Hidup di dalam iman yang benar supaya dapat menghadirkan persaudaraan dan kasih kepada sesama!
Jadi, mari kita menghayati Faith (= iman) kita dengan baik dan benar, sebagaimana yang telah diajarkan oleh Tuhan kita Yesus Kristus, supaya apapun yang terjadi di dalam kehidupan kita, kita tetap mampu menghayati fraternity (= persaudaraan) serta compassion (= kasih) itu, dengan baik sehingga kita dapat menjadi Baroqah bagi sesama. Amin!
(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkal Pinang)
Doa Persembahan Harian
Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.
Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:
Ujud Gereja Universal: Jeritan bumi – Semoga masing-masing dari kita akan mendengar dan mencamkan jeritan Bumi dan para korban bencana alam serta perubahan iklim, dan semoga semua orang akan berusaha secara pribadi untuk merawat dunia tempat kita tinggal.
Ujud Gereja Indonesia: Tokoh-tokoh Kitab Suci – Semoga anak-anak, remaja, dan orang muda Katolik dapat menemukan tokoh-tokoh Kitab Suci yang menjadi idola dan teladan mereka dalam menjalani hidup sehari-hari.
Amin
