Jalan Kehidupan Melalui Penderitaan

Renungan Harian Misioner
Jumat, 13 September 2024
P. S. Yohanes Krisostomus

1Kor 9:16-19.22b-27; Mzm 84:3.4.5-6.12; Luk 6:39-42; atau dr RUybs


Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
(Yohanes 3:16)

Bacaan Injil yang kita dengarkan hari ini merupakan bagian dari percakapan Yesus dengan Nikodemus, yang mengungkapkan pesan penting tentang kasih Allah dan keselamatan melalui salib. Bacaan ini sering dianggap sebagai ringkasan Injil: kasih Allah yang begitu besar bagi dunia, sehingga Dia memberikan Putra-Nya yang tunggal untuk menyelamatkan manusia.

Dalam Yohanes 3:16, kita membaca, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal.” Kata-kata ini adalah pernyataan yang kuat tentang kasih Allah yang tidak bersyarat dan terbuka untuk seluruh umat manusia. Kasih tidak hanya diperuntukkan bagi mereka yang merasa diri paling benar, tetapi juga bagi mereka yang hilang, berdosa, dan yang membutuhkan pertolongan. Yesus sendiri mengatakan bahwa kedatangan-Nya ke dunia bukan untuk menghukum dunia, tetapi untuk menyelamatkan. 

Misi Yesus di dunia adalah untuk membawa pengampunan dan kehidupan kekal, bukan penghukuman. Secara tidak langsung, Sabda Yesus hari ini menjadi undangan bagi kita semua untuk datang menerima anugerah keselamatan ini. Anugerah keselamatan yang dibawa Yesus hadir melalui kisah salib: sengsara, wafat, dan kebangkitan. Salib kemudian menjadi poin sentral dalam kehidupan Kristiani. Salib tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang hina, melainkan mulia, karena melalui saliblah, Yesus menyelamatkan manusia. 

Hari ini, Gereja Universal merayakan Pesta Pemuliaan Salib Suci. Salib adalah misteri cinta kasih Allah yang melampaui akal manusia. Pesta ini menjadi momen bagi kita untuk memperdalam iman pada misteri keselamatan yang dinyatakan dalam salib. 

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering dihadapkan pada “salib” kita masing-masing: penderitaan, tantangan, dan kesulitan. Melalui bacaan Injil hari ini, kita diajak untuk tidak takut menghadapi salib-salib kecil kita, karena dalam Yesus, salib menjadi jalan keselamatan.

Misi kita hari ini: percaya pada Kristus dengan sepenuh hati melalui doa harian dan membaca Kitab Suci. 

(Ignasius Lede – Komisi Karya Misioner KWI)

Doa Persembahan Harian

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja UniversalJeritan bumi – Semoga masing-masing dari kita akan mendengar dan mencamkan jeritan Bumi dan para korban bencana alam serta perubahan iklim, dan semoga semua orang akan berusaha secara pribadi untuk merawat dunia tempat kita tinggal.

Ujud Gereja IndonesiaTokoh-tokoh Kitab Suci – Semoga anak-anak, remaja, dan orang muda Katolik dapat menemukan tokoh-tokoh Kitab Suci yang menjadi idola dan teladan mereka dalam menjalani hidup sehari-hari.

Amin

Tinggalkan komentar