Militansi Penggerak Misi – KKI Regio Jawa

14, September 2024,

Hari Studi Karya Kepausan Indonesia Regio Jawa diadakan di Bumi Silih Asih, Bandung, dengan tema: Militansi Misionaris Muda, Siapa Takut? 

Kegiatan dibuka dengan ibadat bersama. Romo Markus Juhas Irawan sebagai Ketua Regio Jawa kemudian menjelaskan mengenai latar belakang Karya Kepausan Indonesia dengan 4 Serikatnya, yaitu: Serikat Kepausan Pengembangan Iman; Serikat Kepausan St. Petrus Rasul Pengembangan Panggilan; Serikat Kepausan Anak/Remaja Misioner; Serikat Kepausan Persekutuan Misioner untuk Imam, Religius dan Awam.

Fokus Hari Studi kali ini pada pengembangan iman. Romo mengatakan, “sebagai misioinaris muda ini adalah saat untuk mengembangkan iman, agar iman tidak berhenti dan terus berkembang sehingga kita bisa menjadi berkat bagi orang lain.”

Sebanyak 7 keuskupan mengikuti Hari Studi ini, yaitu: K.A. Jakarta, K. Bogor, K. Bandung. K.A. Semarang, K. Surabaya, K. Purwokerto, K. Malang. Peserta merupakan alumni yang mengikuti kegiatan Karya Kepausan Indonesia, seperti Jamnas dan T-SoM, serta animator dan animatris SEKAMI, yang berusia 16-21 tahun, sebanyak maksimal 7 orang per keuskupan. Para peserta didampingi juga oleh para pendamping dan Direktur Diosesan (Dirdios) dari masing-masing Keuskupan.

Tujuan dari Hari Studi ini adalah:

  • Militan dalam menghidupi dan mengimplementasikan iman akan Kristus
  • Militan dalam cinta dan keterlibatan dalam kehidupan menggereja
  • Militan dalam mengembangkan dan menyiapkan diri menjadi kader pemimpin yang misioner bagi Gereja Lokal maupun Gereja Universal
  • Militan dalam membangun dan memlihara kerjasama serta persaudaraan antar kader animator/animatris misioner dan mampu membangun jejaring karya misioner keuskupan-keuskupan, baik di Regio Jawa, Indonesia maupun dunia.

Selesai pembekalan, para peserta akan melakukan outing untuk mencermati situasi dunia, khususnya kehidupan kaum muda. Kak Ratna, Dirdios Keuskupan Surabaya berpesan agar para peserta melihat situasi dari kacamata seorang misionaris. Setelah outing, para peserta diminta membuat refleksi pribadi.

(Budi Ingelina – Biro Nasional Karya Kepausan Indonesia)

Tinggalkan komentar