Dobrak Narsisisme dengan Misi

16 September 2024

Romo Fransiskus Antonius Dimas Satyawardana, PR, Dirdios KKI untuk Keuskupan Malang memimpin meditasi Kristiani pada pagi hari terakhir kegiatan Hari Studi KKI Regio Jawa. Romo mengatakan bahwa doa merupakan komunikasi dengan Tuhan untuk membangun relasi personal. Doa juga membantu kita untuk mengenal diri sendiri. Jika kita tidak punya waktu untuk diri sendiri maka kita tidak akan bisa mengenal diri kita. Untuk itu misionaris perlu menenangkan diri di tengah dunia yang selalu sibuk. 

Setelah sarapan, sesi dilanjutkan dengan peneguhan dari Romo Markus Juhas Irawan, PR, Dirdios KKI untuk Keuskupan Purwokerto sekaligus Ketua KKI Regio Jawa. Romo mengatakan para peserta adalah misionaris muda yang diajak untuk menjadi militan, keluar dari diri mereka sendiri. Kegiatan Hari Studi dirancang agar para peserta dapat berproses mulai dari melihat, merasakan, merefleksikan dan kemudian membagikan pengalaman mereka. Romo mengingatkan kembali apa yang dipesankan oleh narasumber, Albertus, bahwa kita harus berani bersaksi dan jangan menolak dorongan yang baik, meskipun kita merasa tidak nyaman. Romo juga menyinggung kembali apa yang dipoparkan narasumber kedua, Romo Ernest, SJ, bahwa kita juga mesti menyadari sisi manusiawi kita dan menjadi diri yang tumbuh dan berkembang. Penting untuk memiliki rasa aman, sehingga kita bisa menjadi seorang yang militan dalam berbagi kasih dan berkat.

Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX, Dirnas baru KKI juga menyampaikan peneguhannya. Di awal Romo memaparkan mengenai 4 serikat Kepausan. Romo kemudian mengingatkan bahwa misi adalah tugas dan tanggung jawab seluruh umat Katolik yang telah dibaptis. Seperti halnya para martir yang dibunuh di tahun 2023 sejumlah 20 orang, mereka berasal dari berbagai kalangan berbeda: imam, religius dan awam. Untuk bisa menjalankan misi ke seluruh dunia atau missio ad gentes, maka perlu adanya kolaborasi internal dan teamwork jejaring. Romo mengajak semua untuk mendobrak narsisisme dengan misi. Bukan lagi terfokus mencintai diri sendiri tetapi berani turun, berkolaborasi dan berjejaring dalam semangat misi. 

Setelah peneguhan kegiatan 3 hari  KKI Regio Jawa ditutup dengan misa konselebrasi yang dipimpin oleh Vikjen Keuskupan Bandung, Romo Yustinus Hilman Pujiatmoko, PR.

Romo bersyukur atas kehadiran para peserta Hari Studi di Bumi Silih Asih, Pusat Pastoral Keuskupan Bandung, karena memang gedung itu dibangun untuk pembinaan iman. Sesuai tema Hari Studi yaitu: “Militansi Misionaris Muda, Siapa Takut?” Romo berpesan bahwa orang-orang yang militan dapat melihat sesuatu yang tadinya jelek menjadi baik melalui mata rohani. Romo meminta para peserta terus bertekun melalaui sakramen Ekaristi dan Tobat, sehingga bisa terus menjalankan tugas perutusan di keuskupan masing-masing dengan baik. 

(Budi Ingelina – Biro Nasional Karya Kepausan Indonesia)

Tinggalkan komentar