Diampuni karena Banyak Berbuat Kasih

Renungan Harian Misioner
Kamis, 19 September 2024
P. S. Yanuarius

1Kor 15:1-11; Mzm 118:1-2.16ab-17.28; Luk 7:36-50

Bacaan Injil hari ini sangat menarik untuk direnungkan. Dalam dialognya denga Simon – seorang Farisi yang mengundang-Nya makan di rumahnya, Yesus menyampaikan sabda yang menghibur dan memberi harapan bagi para pendosa, “Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, karena ia telah banyak berbuat kasih.” 

Menurut pendapat banyak orang, wanita yang terkenal sebagai pendosa dalam kisah Injil hari ini, tidak layak lagi mendapatkan pengampunan dari dosa-dosanya. Tetapi Yesus berpendapat lain: meskipun besar dosanya, wanita pendosa ini tetap bisa diampuni karena ia berbuat kasih yang besar. Kata-Nya kepada wanita pendosa ini, “Dosamu telah diampuni.”

Banyak di antara kita, yang karena kelemahan manusiawi kita, pernah jatuh dalam dosa besar. Sabda Yesus hari ini sungguh menghibur kita. Kita akan mendapatkan pengampunan dari Allah atas dosa-dosa kita bila setelah pertobatan kita, kita berbuat kasih yang besar bagi Allah dan sesama. 

Ada orang yang merasa frustasi karena menyadari bahwa dirinya pernah berbuat dosa besar. Orang ini lalu menjauh dari Allah karena merasa tak layak lagi hidup di hadapan-Nya. Ini visi yang salah tentang Allah. Visi yang benar adalah: sebesar apa pun dosa di masa yang lalu, Allah akan tetap mengampuni kita kalau kita berbuat kasih yang besar. Tuhan kita yang Maharahim, luar biasa bukan? Inilah berita gembira yang diwartakan Tuhan Yesus dalam Injil hari ini. 

Bagi yang belum pernah jatuh dalam dosa besar, apakah sabda Yesus ini juga merupakan kabar gembira? Tentu saja iya! Tak seorang pun di antara kita yang terbebas dari dosa sama sekali. Sabda Tuhan Yesus hari ini juga merupakan kabar gembira bagi orang-orang yang termasuk dalam kelompok ini karena Tuhan Yesus menunjukkan cara untuk mendapatkan pengampunan, yaitu berbuat kasih! 

Sabda Tuhan hari mendorong kita semua untuk berbuat kasih, apa pun situasi kita. Untuk bisa berbuat kasih, kita perlu melibatkan Allah dalam setiap tindakan kita. Kalau kita senantiasa melibatkan Dia, kita akan mendapatkan inspirasi-inspirasi dari-Nya, Dia akan memberikan kekuatan kepada kita untuk melaksanakan insirasi-inspirasi itu. Dengan demikian hidup kita merupakan pancaran kasih Kristus yang ada dalam diri kita. Kita bergerak dan bertindak karena kasih Kristus mendorong kita, Caritas Christi Urget Nos (2Kor. 5: 14). ***

(RP. Yakobus Sriyatmoko, SX – Magister Novis Serikat Xaverian di Wisma Xaverian Bintaro, Tangerang)

Doa Persembahan Harian

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja UniversalJeritan bumi – Semoga masing-masing dari kita akan mendengar dan mencamkan jeritan Bumi dan para korban bencana alam serta perubahan iklim, dan semoga semua orang akan berusaha secara pribadi untuk merawat dunia tempat kita tinggal.

Ujud Gereja IndonesiaTokoh-tokoh Kitab Suci – Semoga anak-anak, remaja, dan orang muda Katolik dapat menemukan tokoh-tokoh Kitab Suci yang menjadi idola dan teladan mereka dalam menjalani hidup sehari-hari.

Amin

Tinggalkan komentar