Renungan Harian Misioner
Jumat, 27 September 2024
P. S. Vinsensius a Paolo
Pkh 3:1-11; Mzm 144:1a.2abc.3-4; Luk 9:18-22; atau dr RUybs
Para Pembaca Ren-Har KKI yang terkasih, Shalom!
Kita sudah berada pada hari-hari akhir dalam Bulan Kitab Suci Nasional. Sepanjang bulan ini, kita diajak untuk menjumpai “Tuhan Allah sebagai Sumber Keadilan,” untuk mendapatkan “arahan Firman-Nya” bagi perjalanan hidup kita dari hari ke hari!
“Titik berangkat” kita dalam Ren-Har ini adalah Nasihat Pemazmur (Mzm. 144:1a.2abc.3-4). Setelah itu kita akan menjumpai Penginjil Lukas, untuk mendapati dan mendalami “pesan pewartaan-Nya mengenai keadilan-Nya” (Luk. 9:18-22). Dan akhirnya kita pergi menjumpai Pengkhotbah untuk melihat bagaimana keadilan Allah itu diterapkan di dalam kehidupan manusia” (Pkh. 3:1-11).
Tuhan Allah – Gunung Batu Tempat Perteduhan Kita.
Tuhan Allah adalah benteng pertahanan kita!
Setelah menjalani ziarah hidupnya sekian lama, Pemazmur akhirnya menemukan dua hal ini, yakni pertama: bahwa hidup manusia itu akan berakhir, “seumpama angin dan hari-hari hidupnya sama seperti bayang-bayang yang akan berlalu” (Mzm. 144:4). Sekalipun bernasib seperti itu, temuan kedua tentang manusia, membukakan mata kita, bahwa “manusia itu sesungguhnya ciptaan yang sangat dikasihi oleh Penciptanya” (Mzm. 144:2abc). Dan kerena mengalami kasih Allah yang sedemikian besar seperti itu, Permazmur menegaskan pengakuan imannya, bahwa Tuhan Allah adalah gunung batu, tempatnya untuk berlindung, dan bahwa Tuhan Allahlah yang mengajari Pemazmur menggunakan tangannya untuk bertempur, dan jari-jarinya untuk berperang” (Mzm. 144:1b). Di dalam kehidupan yang diliputi oleh kesia-siaan dan tipu-daya ini, pemazmur menemukan Allah sebagai pelindung bagi hidupnya!
Tuhan Yesus Kristus adalah adalah Penebus kita!
Sejalan dengan Pemazmur, Penginjil Lukas menghadirkan Tuhan kita Yesus Kristus, yang dalam dialog dengan para murid-Nya, mendapati bahwa diri-Nya di dalam pikiran banyak orang dilihat seperti Yohanes Pembaptis atau Elia atau seperti seorang nabi zaman dahulu yang telah bangkit. Namun, ketika Yesus menanyakan pendapat para murid-Nya tentang siapa diri-Nya bagi mereka, Petrus – salah seorang dari murid-Nya,- menjawab, “Engkaulah Kristus, dari Allah” (Luk. 9:18-22).
Temuan Petrus dan kawan-kawannya tentang diri Yesus ini, diakui oleh Yesus sendiri, namun ditambahkan bahwa Kristus, Sang Mesias ini akan menjalani penderitaan, lalu wafat dan kemudian bangkit pada hari yang ketiga. Karena itu, Yesus melarang para murid-Nya untuk memberitahukan kepada publik tentang siapa diri-Nya. Nanti setelah semua hal tentang diri-Nya ini digenapi, barulah para murid boleh mewartakan tentang siapa diri-Nya kepada umat manusia dan seluruh dunia (Bdk. Mat. 28:1-20).
Nasihat Pengkhotbah untuk saudara dan saya!
Setelah mengenali Allah – Sang Bapa, sebagai benteng perlindungan dan tempat perteduhan, dan Allah – Sang Putra sebagai penebus umat manusia, Ziarah Alkitabiah dalam BKSN Hari ke-27 ini membawa kita kepada Pengkhotbah, yang mengingatkan bahwa, “untuk segala sesuatu ada waktunya” (Pkh. 3:1). Ada begitu banyak hal, baik yang positif maupun yang negatif akan terjadi, (Pkh. 3:2-9). Di dalam kesemuanya ini, ada tugas yang diberikan Allah kepada manusia, (Pkh. 3:10). Dan di sini, semua manusia – termasuk saudara dan saya,- kita semua ditantang untuk secara bijaksana membuat pilihan-pilihan hidup yang benar untuk kehidupan kita, supaya Tuhan Allah – Sang Bapa,- yang dijumpai oleh Pemazmur dan Yesus Kristus – Sang Putra,- yang dijumpai oleh Rasul Petrus itu, serta Allah Bapa – Sang Roh,- yang memberikan bisikan kepada Petrus untuk menemukan Sang Putra Allah itu sebagai Kristus dan Mesias itu (Mat. 16:16-17),- tetap menjadi Tuhan Allah yang kita pilih untuk kehidupan kita, sehingga “segala sesuatu dapat menjadi indah pada waktunya” (Pkh. 3:11). Amin! Tuhan Allah Tritunggal Mahakudus memberkati kita semua!
(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkal Pinang)
Doa Persembahan Harian
Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.
Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:
Ujud Gereja Universal: Jeritan bumi – Semoga masing-masing dari kita akan mendengar dan mencamkan jeritan Bumi dan para korban bencana alam serta perubahan iklim, dan semoga semua orang akan berusaha secara pribadi untuk merawat dunia tempat kita tinggal.
Ujud Gereja Indonesia: Tokoh-tokoh Kitab Suci – Semoga anak-anak, remaja, dan orang muda Katolik dapat menemukan tokoh-tokoh Kitab Suci yang menjadi idola dan teladan mereka dalam menjalani hidup sehari-hari.
Amin
