Hari Ke-8
Selasa Biasa XXVII, 8 Oktober 2024
Peringatan : Simeon, S. Sergius dan Bakhus
Bacaan : Gal. 1:13-24
Injil : Luk. 10:38-42
“… Marta, Marta, engkau khawatir dan menyusahkan diri dengan banyak hal, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari dia.”
(Lukas 10:41-42)
Ini kisah Lukas yang terkenal tentang dua perempuan yang sama-sama menjadi tokoh utama. Biasanya tokoh-tokoh perempuan di Kitab Suci jarang diberi nama. Ini tidak biasa, karena dua-duanya diberi nama: Marta dan Maria. Di zaman dulu, perempuan dianggap sebagai masyarakat kelas dua. Lalu, mengapa di kisah ini mereka ditampilkan sebagai tokoh utama? Karena melalui mereka, Yesus ingin menunjukkan kepada kita semua akan kekuatan dan keutuhan peran dari kedua tokoh berkualitas ini.
Ada yang berpendapat bahwa Yesus berpihak pada Maria dan mencela Marta. Mungkin karena Yesus membalas teguran Marta kepada-Nya, yang kurang berkenan akan sikap dan perilaku “diam” Maria, saat Marta sedang sibuk melayani. Kesannya, Marta adalah si aktif yang rajin, sementara Maria adalah si pasif yang tidak peka. Benarkah demikian? Mari kita lihat bersama.
Marta adalah tokoh yang sedang bergerak, sibuk melayani tamu dan Gurunya dengan teladan hospitalitas, sesuai dengan namanya (Marta berarti Nyonya). Ia peka dan peduli akan situasi dan kondisi tamu-tamunya yang baru datang dari perjalanan jauh. Tentu mereka lelah dan lapar, butuh istirahat, makan-minum. Pelayanan ini penting. Tamu adalah raja. Lalu mengapa Yesus menegurnya? Bukan pelayanannya yang ditegur Yesus, melainkan sikap bersungut-sungutnya dan Tuhan ingin mengingatkan bahwa di samping pelayanan ada hal lainnya yang juga tak kalah pentingnya. Hal itu ditampilkan oleh Maria dalam sikapnya yang terkesan “pasif”.
Dalam diamnya itu, Maria memberikan teladan kemuridan berbeda. Di zaman itu tidak ada murid perempuan. Belajar merupakan kewajiban dan hak laki-laki saja. Apalagi belajar Taurat dengan Rabi Yahudi. Namun, Maria dalam diamnya sebenarnya peka membaca situasi zaman. Ia pun berani mengambil sikap berbeda, melawan budaya dan tradisi lama. Ia tampil mengambil posisi dan peran baru dengan duduk di kaki Yesus dan mencurahkan perhatiannya hanya pada perkataan Yesus. Sikapnya ini seakan-akan menyatakan bahwa tidak ada hal lain yang lebih penting dan utama daripada Firman yang keluar dari mulut Sang Guru. Kepekaan tidak hanya bisa ditunjukkan melalui gerak fisik mendekat kepada sesama, tetapi juga terlihat dari gerak batin mendekat kepada Tuhan. Relasi dengan Tuhan itu penting, karena Dialah satu-satunya Sumber kekuatan para murid untuk bisa terus berkarya. Kedekatan murid pada Gurunya juga akan membuat murid tidak lupa bahwa ia tengah mengemban misi Tuhan, sehingga ia tidak salah jalan, memperjuangkan agenda dan ambisi pribadinya.
Hari ini kita mencoba melihat kisah Marta-Maria ini bukan sebagai kisah pertentangan antara dua perempuan bersaudara yang memiliki karakter dan perilaku bertolak belakang. Sebaliknya sebagai kisah mengenai teladan kemuridan yang utuh. Menjadi seorang pengikut atau murid Yesus bukan hanya pergi berjalan mondar-mandir untuk melayani sesama, namun juga harus ingat untuk berdiam diri, duduk di kaki Tuhan dan mendengarkan-Nya dengan sepenuh hati. Dua sisi kemuridan ini bukan untuk dijadikan opsi, melainkan untuk dijalankan bersama. Ada aksi, ada kontemplatif. Pergilah berkarya, tapi ingat untuk pulang berdoa. Itu juga yang diteladankan oleh Yesus sendiri. Setelah berkeliling dan berbuat baik, Ia akan menyingkir dari orang banyak dan berdoa kepada Bapa-Nya yang di surga.
Menjadi murid Yesus berarti menjadi pendengar dan pelaku firman. Sebagai perempuan maupun laki-laki, kita harus meneladani Marta dan Maria: berakar dan bertekun pada doa untuk terus bergerak melayani sesama kita dengan sepenuh hati.
Misi kita hari ini: rajin dalam bekerja, bertekun dalam berdoa.
(Budi Ingelina – Biro Nasional Karya Kepausan Indonesia)
Doa Persembahan Harian
Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.
Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:
Ujud Gereja Universal: Misi bersama – Semoga Gereja terus mempertahankan dalam segala hal cara bertidak sinodal, sebagai tanda tanggung jawab bersama, mendorong partisipasi, persekutuan dan perutusan bersama yang diemban oleh para imam, kaum religius dan awam.
Ujud Gereja Indonesia: Institusi kesehatan – Semoga institusi-institusi kesehatan, baik milik pemerintah maupun swasta, mengutamakan kesembuhan dan keselamatan pasien di atas kepentingan industri medis, serta memberikan pelayanan sepenuh hati tanpa membeda-bedakan status sosial ekonomi.
DOA ROSARIO MISIONER
Allah Bapa Mahakuasa,
Putra-Mu telah menetapkan para Uskup sebagai pengganti para Rasul untuk mewartakan Kerajaan Allah agar semua orang memperoleh keselamatan. Dalam perayaan 100 Tahun Konferensi Waligereja Indonesia ini, kami umat Katolik Indonesia bersyukur atas karya Roh Kudus-Mu yang telah mendampingi dan membimbing para Uskup beserta semua umat beriman untuk berjalan bersama membangun Gereja dan bangsa. Semoga dengan perayaan ini, Gereja Katolik Indonesia semakin bersatu padu dan menjadi tanda kehadiran kasih-Mu untuk sesama khususnya mereka yang kecil, lemah, miskin, tersingkir dan difabel. Dalam terang kasih-Mu, semoga Gereja juga semakin berani menjadi penggerak utama dalam membangun persaudaraan sejati, melestarikan keutuhan ciptaan dan kesejahteraan bersama. Bersama Maria, Bunda segala bangsa dan teladan iman, kami satukan seluruh doa dan harapan ini. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan dan Pengantara kami.
Amin.
Aku Percaya
Kemuliaan
Terpujilah
Bapa Kami
Salam Putri Allah Bapa, Salam Maria …
Salam Bunda Allah Putra, Salam Maria …
Salam Mempelai Allah Roh Kudus, Salam Maria …
Kemuliaan
Terpujilah
Ya Yesus yang baik, ampunilah dosa-dosa kami, lindungilah kami dari api neraka, hantarlah jiwa-jiwa ke dalam surga, terutama jiwa-jiwa yang sangat membutuhkan kerahiman-Mu.
- Misteri Sedih yang pertama (Butir warna Kuning untuk Asia)
Yesus berdoa kepada Bapa-Nya di surga dalam sakratul maut
“Ya, Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini berlalu dari hadapan-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki” (Mat. 26:39)
Doa untuk benua Asia:
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami datang memohon kepada-Mu belas kasih untuk orang-orang tua di Benua Asia, yang ditelantarkan di masa tua, sehingga harus berjuang sendiri dan hidup dalam kesepian serta kekurangan. Sentuhlah hati orang-orang di sekeliling mereka, keluarga dan anak-anak mereka, para pekerja sosial, sukarelawan dan juga pemerhati orang tua, untuk mau ikut peduli dan merawat mereka dengan tulus hati. Angkatlah mereka dari keputusasaan hidup dan karuniakanlah harapan serta iman akan penyertaan-Mu. Semoga dalam limpahan kasih-Mu yang tanpa batas, orang-orang tua di benua kami ini dapat menjalani hidup yang layak, aman, damai dan bersukacita bersama orang-orang yang juga mengasihi mereka. Dengan pengantaraan, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.
Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!
Bapa Kami
Salam Maria 10x
Kemuliaan
Terpujilah
Ya Yesus yang baik, ampunilah dosa-dosa kami, lindungilah kami dari api neraka, hantarlah jiwa-jiwa ke dalam surga, terutama jiwa-jiwa yang sangat membutuhkan kerahiman-Mu.
- Misteri Sedih yang kedua (Butir warna Biru untuk Oceania-Australia)
Yesus didera
“Mereka memukul kepala-Nya dengan buluh, dan meludahi-Nya dan berlutut menyembah-Nya. Sesudah mengolok-olok Dia, mereka menanggalkan jubah ungu dari-Nya dan mengenakan lagi pakaian-Nya kepada-Nya” (Mrk. 15:19-20a).
Doa untuk benua Oceania-Australia:
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami mohon penyertaan-Mu bagi para remaja di Benua Australia, terutama bagi mereka yang terlibat dalam kejahatan dan terjerumus di jalan yang salah. Bantulah agar mereka bisa kembali ke jalan yang benar, melalui tuntunan orang tua, guru dan juga pemimpin masyarakat. Bukalah kesempatan bagi mereka untuk bisa bertumbuh dan berkembang secara sehat melalui pendidikan maupun pembinaan yang berkualitas dari berbagai pihak yang peduli pada generasi muda. Tanamkanlah nilai-nilai cinta kasih, kepedulian, respek, tanggung jawab dan perdamaian, sehingga mereka dapat bertobat dari perilaku kekerasan. Semoga para korban yang terluka secara fisik maupun emosional mendapatkan pertolongan, bisa pulih kembali dan menemukan sukacita serta harapan di dalam hidup. Dengan pengantaraan, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.
Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!
Bapa Kami
Salam Maria 10x
Kemuliaan
Terpujilah
Ya Yesus yang baik, ampunilah dosa-dosa kami, lindungilah kami dari api neraka, hantarlah jiwa-jiwa ke dalam surga, terutama jiwa-jiwa yang sangat membutuhkan kerahiman-Mu.
- Misteri Sedih yang ketiga (Butir warna Putih untuk Eropa)
Yesus dimahkotai duri
“Mereka mengenakan jubah ungu kepada-Nya, mengayam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya. Kemudian mereka mulai memberi hormat kepada-Nya katanya, “Salam, hai raja orang Yahudi!” (Mrk. 15:17-18).
Doa untuk benua Eropa:
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami mohon kehadiran Roh Kudus-Mu di Benua Eropa, khususnya di Rusia dan Ukraina. Banyak orang yang terluka, menderita dan kehilangan akibat perang yang masih terus berlangsung ini. Berikanlah kepada mereka kekuatan, penghiburan dan harapan untuk bisa terus bertahan melewati masa-masa yang sulit ini. Semoga semua pihak dapat bekerja sama mencari solusi damai dan perang segera berakhir. Lindungilah juga para pejuang kemanusiaan yang berada di garis depan, yang dengan tulus memberi diri melayani orang-orang yang membutuhkan pertolongan mereka. Semoga setiap orang di dunia bisa tergerak ikut mengambil bagian dengan caranya masing-masing, berani memperjuangkan hak dan martabat setiap manusia. Dengan pengantaraan, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.
Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!
Bapa Kami
Salam Maria 10x
Kemuliaan
Terpujilah
Ya Yesus yang baik, ampunilah dosa-dosa kami, lindungilah kami dari api neraka, hantarlah jiwa-jiwa ke dalam surga, terutama jiwa-jiwa yang sangat membutuhkan kerahiman-Mu.
- Misteri Sedih yang keempat (Butir warna Merah untuk Amerika)
Yesus memanggul salib-Nya ke gunung Golgota
“Sambil memikul salib-Nya, Ia pergi keluar ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak, yang dalam bahasa Ibrani disebut Golgota.” (Yoh. 19:17)
Doa untuk benua Amerika:
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami ingin mendoakan Benua Amerika yang saat ini menghadapi berbagai penderitaan akibat krisis kemanusiaan, kekacauan politik, dan pengaruh kelompok bersenjata. Terutama untuk orang-orang yang berada di Haiti, ya Bapa, ringankanlah beban penderitaan mereka yang saat ini masih hidup dalam kemiskinan dan ketidakpastian. Semoga dalam terang Roh kebijaksanaan-Mu, para pemimpin dunia dan orang-orang yang berkehendak baik, mampu menanggapi panggilan-Mu untuk menegakkan keadilan dan membawa cinta kasih kepada mereka yang membutuhkannya. Kami mohon perlindungan-Mu agar saudari-saudara kami di Benua Amerika dijauhkan dari segala bahaya dan ancaman. Berkatilah pula semua upaya untuk membawa perubahan nyata sehingga persatuan dan perdamaian dapat menjadi nyata di Benua Amerika. Dengan pengantaraan, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.
Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!
Bapa Kami
Salam Maria 10x
Kemuliaan
Terpujilah
Ya Yesus yang baik, ampunilah dosa-dosa kami, lindungilah kami dari api neraka, hantarlah jiwa-jiwa ke dalam surga, terutama jiwa-jiwa yang sangat membutuhkan kerahiman-Mu.
- Misteri Sedih yang kelima (Butir warna Hijau untuk Afrika)
Yesus wafat di salib
“Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring, “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku. Sesudah berkata demikian Ia mengembuskan nafas terakhir.” (Luk. 23:46)
Doa untuk benua Afrika:
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami datang untuk mendoakan kaum perempuan di Benua Afrika, khususnya anak-anak dan para remaja. Tidak sedikit dari mereka yang saat ini masih mengalami kekerasan dan menjadi tawanan kelompok militan dan teroris. Berikanlah pertolongan-Mu sehingga mereka dapat bebas dari tawanan, penindasan, ketidakadilan dan ketakutan. Sentuhlah hati para pemimpin di Benua Afrika sehingga mau bekerja sama dalam mengupayakan perlindungan dan memberikan bantuan nyata bagi anak-anak dan para remaja perempuan yang membutuhkannya. Semoga kuasa kasih-Mu membebaskan kehidupan di Benua Afrika dari cengkraman ketakutan, teror dan ketidakadilan, sehingga tercipta keamanan, keseteraan dan kesejahteraan bagi semua orang, terutama kaum perempuan dan mereka yang rentan. Dengan pengantaraan, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.
Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!
Bapa Kami
Salam Maria 10x
Kemuliaan
Terpujilah
Ya Yesus yang baik, ampunilah dosa-dosa kami, lindungilah kami dari api neraka, hantarlah jiwa-jiwa ke dalam surga, terutama jiwa-jiwa yang sangat membutuhkan kerahiman-Mu.
Allah Bapa Mahakuasa,
Engkau telah memberkati Gereja Katolik di Indonesia dengan anugerah yang melimpah. Melalui perayaan 100 tahun Konferensi Waligereja Indonesia, kami memanjatkan syukur atas rahmat-Mu yang terus mengalir dalam kehidupan Gereja Katolik di tanah air tercinta ini. Di tengah-tengah perayaan ini, kami ingin mengenangkan setiap langkah misi para misionaris dan umat beriman di Indonesia. Semoga karya misi-Mu tetap hidup dan berkembang, serta kami semua dapat terus menjadi saksi kasih dan pengharapan bagi sesama. Berkatilah karya-karya misioner Gereja-Mu di seluruh pelosok negeri ini, agar semakin banyak jiwa-jiwa yang mengenal, mengasihi dan mau datang pada-Mu. Bimbinglah kami agar senantiasa berani menjadi murid-murid yang setia mewartakan Injil dan menjalankan kehendak-Mu dalam kehidupan sehari-hari. Bunda Maria, Ratu Rosario dan Pelindung misi, doakanlah kami, agar melalui perantaraanmu, kami semakin dekat dengan Yesus Kristus, Putra-Mu, dan mampu memancarkan cahaya kasih-Nya ke seluruh dunia.
Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan dan Pengantara kami.
Amin.
