Renungan Harian Misioner
Sabtu, 02 November 2024
Pengenangan Arwah Semua Orang Beriman
2Mak. 12:43-46; Mzm. 143:1-2,5-6,7ab,8ab.10; 1Kor. 15:20-24a.25-28; Yoh. 6:37-40
Kerap kali tanggal 02 November disebut untuk mendoakan para arwah saudara kita, yang sudah meninggal. Ada baiknya, kalau kita menggunakan istilah, yang lebih bersinar warnanya, dengan cahaya iman kita kepada Allah: yaitu “Peringatan akan Saudara-Saudari Kita yang Sudah Dipanggil Tuhan”. Apalagi, dalam ungkapan harian gerejawi pun, kita selalu menggunakan cara-sebut yang berwarna “MISIONER”, yaitu saudara dan saudari kita sudah dipanggil Allah untuk mempertanggungjawabkan pengutusan-Nya.
Refleksi Kita: sejauh manakah semua saudara/saudari kita memang dalam IMAN TERPANGGIL mempertanggungjawabkan PENGUTUSANNYA? Istirahatlah dengan damai.
Bacaan I: 2 Mak. 12: 43-46 memperlihatkan cara iman memandang umat sebagai diutus (missio) dan kemudian ‘dipanggil’ untuk mempersembahkan pelayanannya kepada Sang Pencipta, sejauh manakah sudah melaksanakan missio-nya untuk menjadi saksi Kemurahan Hati Yang Ilahi? Dengan cara itu, jelaslah bahwa iman kita mewarnai hidup pengutusan kita dan karena kita pertanggungjawabkan kepada Yang Merencanakan Kehendak Penciptaan dan Pengutusan (missio).
Refleksi Kita: mari kita mengenangkan para pendahulu kita sebagai orang beriman yang menjalankan MISSIO dan balik pada Allah.
Bacaan II: 1 Kor. 15: 20-24a.25-28 memperlihatkan bagaimana “umat yang dipanggil kembali kepada Allah” adalah utusan yang sesudah menjalankan pengutusan, lalu dipanggil kembali kepada Allah, yang mengutus dalam persaudaraan dengan penuh kasih. Pemanggilan kembali itu untuk dipersatukan dengan Utusan Utama, yang menyerahkan seluruh hidup-Nya menjalankan pengutusan sampai tuntas. Dalam peristiwa itu, semua menjadi satu karena Kemurahan Hati Allah.
Refleksi Kita: dalam cara pandang itu, kita semua akan menyatu dalam persekutuan Keluarga Allah, yang kembali ke pelukan Allah.
Bacaan Injil: Yoh. 6:37-40 memperlihatkan, bagaimana pemanggilan kembali setiap umat dipadukan dengan Utusan Agung, yaitu Sang Terurapi, Kristus, yang menjadi Teladan, Terang dan Jalan serta Hidup yang diperbarui. Oleh sebab itu, kita benar-benar dipersatukan dengan seluruh Keluarga Allah.
Refleksi Kita: betapa kita benar-benar seutuhnya dipersatukan dengan semua saudara “yang dipanggil kembali” kepada “Yang mencurahkan daya Roh Kudus” dalam Hidup Ilahi.
(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)
Doa Persembahan Harian
Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.
Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:
Ujud Gereja Universal: Orang tua yang kehilangan anak – Semoga semua orang tua yang berduka karena meninggalnya putra atau putri mereka mendapatkan dukungan dari komunitas dan dianugerahi kedamaian dan penghiburan dari Roh Kudus.
Ujud Gereja Indonesia: Para imam, bruder, dan suster usia lanjut – Semoga para imam, bruder, dan suster usia lanjut tetap menemukan api cinta Tuhan dalam hidup mereka, serta bersedia membagikan inspirasi serta kisah kasih Allah pada generasi muda.
Amin
