Renungan Harian Misioner
Sabtu, 16 November 2024
P. S. Margarita dr Skotlandia, S. Gertrudis
3Yoh 5-8; Mzm 112:1-2.3-4.5-6; Luk 18:1-8
Nabi Nuh adalah teladan yang penuh iman, ketika mengalami banjir, yang tidak terbayangkan beratnya. Sebab, bahkan banjir istimewa di zaman sekarang, dapat merupakan kejadian, yang amat menyusahkan bagi bangsa di banyak benua. Apalagi, bahaya perang dan saling memberatkan di banyak negara, karena kebencian dan ketidakadilan, yang menyusahkan sekali. Sebab, kisah Penciptaan sungguh meninggalkan kenangan dan kesan, yang amat memancarkan kasih sayang Allah Maha Cinta.
Refleksi Kita: sejauh mana kita senantiasa mengucap syukur atas kasih Allah? Kemudian, bagaimanakah kita peka memperhatikan sesama dan alam yang memerlukan kasih kita?
Bacaan I: 3Yoh. 5-8 menunjukkan, betapa bagi Yohanes Yang Terkasih itu, cinta Yesus benar-benar mengesankan sepanjang hidupnya diutus untuk mewartakan cinta kasih ilahi. Sahabat Yesus itu memberi teladan kepada para murid Yesus, dengan mengajak para murid untuk membalas cinta Ilahi dengan membagikan perbuatan baik, sebagai kesaksian atas kebaikan Ilahi. Sebab, pengutusan memberi kasih itu tradisi Kristus, yang perlu kita wujudkan terus menerus demi Tuhan.
Bacaan Injil: Luk. 18:1-8 mengajak para murid Kristus untuk menjadi saksi bahwa Sang Putra diutus untuk seluruh hidupnya menyatakan cinta dan belas kasih Tritunggal kepada kita semua, sehingga semua manusia dan seluruh dunia sungguh-sungguh merasakan secara lahir batin, betapa limpahan kasih sayang dari Roh Kasih Sayang dirasakan siapa pun juga, terutama, yang paling mengalami duka derita. Iman kepada Allah harus benar-benar kita pancarkan, meneruskan terang Roh Cinta kasih Allah.
Refleksi Kita: sejauh manakah kita siap untuk mengucapkan, menunjukkan dan melaksanakan tanda-tanda cinta kasih kepada seluruh umat dan alam semesta? Kita mohon agar Allah meneguhkan senantiasa kasih kita.
(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)
Doa Persembahan Harian
Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.
Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:
Ujud Gereja Universal: Orang tua yang kehilangan anak – Semoga semua orang tua yang berduka karena meninggalnya putra atau putri mereka mendapatkan dukungan dari komunitas dan dianugerahi kedamaian dan penghiburan dari Roh Kudus.
Ujud Gereja Indonesia: Para imam, bruder, dan suster usia lanjut – Semoga para imam, bruder, dan suster usia lanjut tetap menemukan api cinta Tuhan dalam hidup mereka, serta bersedia membagikan inspirasi serta kisah kasih Allah pada generasi muda.
Amin
