Setelah 20an Tahun berlalu, School of Missionary Animators (SOMA) kembali diselenggarakan oleh TPW Manokwari di Hotel Oriestom, Manokwari pada tanggal 16-17 November 2024. Kegiatan ini dihadiri sekitar 100 peserta yang berasal dari tujuh paroki di wilayah TPW Manokwari, yaitu Paroki Imanuel Sanggeng, Paroki St. Agustinus, Paroki St. Thomas Aquinas, Paroki Sang Gembala Baik Masni, Paroki Kristoforus Parafi, Paroki St. Yosep Sanopi, dan Paroki Laurensius Wasior. Paroki-paroki ini, yang tersebar di pusat kota, wilayah luar kota, hingga jalur Trans Papua, berkumpul kembali dalam Kegiatan SOMA. Setelah pertemuan SOMA terakhir 20an tahun yang lalu, inilah jawaban penantian atas kerinduan para pendamping misioner saat ini.

Kegiatan dibuka dengan penyambutan berupa tarian tradisional Papua yang dibawakan oleh anak-anak Sekami. Tim dari Biro Nasional Karya Kepausan Indonesia (BNKKI) turut hadir untuk memberikan berbagai materi. Tim ini terdiri dari Dirnas Rm. Alfonsus Widiwhiryawan SX, Antonius Turmudi Hartono, Ersa Wagiu, dan Galih Wirahadi. Dirnas KKI menyampaikan sesi materi pertama tentang Apa itu KKI dan Spiritualitas Pendampingan untuk memberikan dasar-dasar penting dalam mendampingi anak-anak misioner. Selanjutnya, Ersa Wagiu, Volunteer BNKKI, memberikan pelatihan tentang pengelolaan media sosial untuk mendukung kreativitas pendamping. Materi di hari pertama ditutup dengan sesi Gerak Lagu yang dibawakan oleh Antonius Turmudi Hartono sebagai media pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan.

Hari kedua diawali dengan materi mengenai kreativitas dalam pendampingan yang disampaikan oleh Galih Wirahadi. Materi ini hendak menjawab tantangan yang sering dihadapi para pendamping di lapangan seperti banyak anak-anak yang kurang aktif, banyaknya pendamping masih pemula dan belum mendapat pembekalan serta keterbatasan pengalaman. Para ibu rumah tangga, beberapa guru, dan beberapa anak muda belajar secara otodidak untuk membantu adik-adik mereka yang masih perlu pendampingan iman. Dalam sesi ini, para pendamping diajak untuk kreatif menemukan metode pendampingan yang tepat melalui kreativitas persiapan bahkan, alat peraga, strategi pendampingan dan kolaborasi antar pendamping. Simulasi pendampingan anak menjadi pembelajaran nyata bagaimana teori yang diajarkan dapat diterapkan secara praktis. Melalui pelatihan ini, peserta dibekali pengetahuan tentang cara mempersiapkan bahan, menggunakan alat peraga, dan menerapkan strategi pendampingan yang efektif. Rencana Tindak Lanjut (RTL) untuk diaplikasikan di masing-masing stasi, paroki, TPW Manokwari, dan Keuskupan Manokwari-Sorong merupakan sesi terakhir yang dipandu Dirdios KKI Keuskupan sebagai panduan strategis bagi pendamping dalam melanjutkan karya pelayanan mereka.

Melalui SOMA ini, para pendamping tidak hanya mendapatkan pelatihan, tetapi juga motivasi untuk terus melayani anak-anak misioner dengan penuh semangat. Pastor Krispianus Pandalewa, SVD, Dirdios KKI Keuskupan Manokwari-Sorong, berharap, pelatihan ini dapat memperbarui semangat para pendamping sekaligus anak-anak yang mereka dampingi, sejalan dengan semangat utama Children Helping Children. Ia menegaskan pentingnya kerja sama antara pembina untuk mewujudkan tujuan-tujuan dan program kerja di tingkat keuskupan maupun wilayah, sehingga karya evangelisasi dapat berjalan dengan baik. Harapan serupa juga ditegaskan kembali oleh moderatar TPW Manokwari Pastor Philipus Sedik OSA, bahwa setelah pengalaman yang baru dan disegarkan dengan berbagai macam bekal mereka bisa lebih setia dalam pelayanan di stasi maupun Paroki Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam mendukung pengembangan misi pastoral di wilayah TPW Manokwari.
Ersa Wagiu – Tim BN KKI
