Renungan Harian Misioner
Rabu, 27 November 2024
P. S. Virgilius
Why 15:1-4; Mzm 98:1.2-3ab.7-8.9; Luk 21:12-19
Dalam bacaan hari ini kita menemukan Yesus kembali memberikan pesan kepada para murid-Nya. Setelah sebelumnya Ia berbicara tentang hancurnya Bait Allah sebagai ilustrasi Akhir Zaman. Peristiwa yang membuat shock umat Yahudi itu menjadi cerminan bagi peristiwa ke depan. Sejak awal Yesus menegaskan bahwa peristiwa akhir itu masih jauh. Masih banyak peristiwa dan pengalaman, penderitaan dan rintangan yang akan dihadapi para pengikut-Nya.
Kepastian akan kedatangan TUHAN tidak menghilangkan penderitaan dan cobaan. “Namun, sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya…” (Luk. 21:12). Pengikut-Nya pasti akan mengalami perlawanan dan penindasan dari pimpinan politik dan agama, bahkan dari kaum kerabat sendiri. Mengikuti Yesus berarti mengikuti jalan-Nya. Perjalanan kepada kebangkitan pasti melalui jalan-jalan salib. “… dan kamu akan dibenci semua orang, oleh karena nama-Ku” (Luk. 21:17). Mahkota kemuliaan di akhir digapai lewat pelbagai mahkota duri di hidup kini. Bagaimana kita harus bersikap? Tuhan memberi kita kiat dan jaminan.
Pertama, jadikanlah penganiayaan dan penderitaan itu sebagai kesempatan untuk bersaksi (ay. 13). Itulah inti dari kemartiran kita: menjadi saksi bagi Kristus di tengah dunia yang tidak ramah dan penuh ancaman. Kedua, Tuhan menjamin penyertaan-Nya. Justru dalam penderitaan dan penganiayaan karena iman akan Dia, Anda dan Saya akan semakin merasakan penyertaan, tuntunan dan perlindungan-Nya. Ia akan memberi kita “hikmat yang tidak dapat ditentang oleh manusia” (ay. 15). Bukan berarti bahwa kita selalu menang debat, tetapi bahwa semua penganiayaan lawan tidak akan mampu mengalahkan kesaksian kita dan membendung penyebaran Kabar Gembira.
(Hortensius Mandaru – Lembaga Alkitab Indonesia Jakarta)
Doa Persembahan Harian
Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.
Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:
Ujud Gereja Universal: Orang tua yang kehilangan anak – Semoga semua orang tua yang berduka karena meninggalnya putra atau putri mereka mendapatkan dukungan dari komunitas dan dianugerahi kedamaian dan penghiburan dari Roh Kudus.
Ujud Gereja Indonesia: Para imam, bruder, dan suster usia lanjut – Semoga para imam, bruder, dan suster usia lanjut tetap menemukan api cinta Tuhan dalam hidup mereka, serta bersedia membagikan inspirasi serta kisah kasih Allah pada generasi muda.
Amin
