Misionaris Pembawa Juru Selamat kepada Sesama

RENUNGAN HARIAN MISIONER & HARI MINGGU
LITURGI Th. C/I
2018-2019

Pekan IV Adven, 23 Desember 2018
Mik. 5:1-4a & Ibr. 10:5-10 & Luk. 1:39-45

Renungan Harian dari Yung-Fo, Pangkalpinang

Dua hari menjelang Hari Raya Peringatan Kelahiran Tuhan kita Yesus Kristus, Firman Tuhan mempertemukan kita dengan Bunda Maria, keluarga Zakharia-Elisabeth. Dalam diri Bunda Maria inilah, terpenuhi apa yang dinubuatkan Nabi Mikha tentang datangnya seorang yang akan memerintah Israel terpenuhi (Mik. 5:1-4a). Di dalam diri Bunda Maria juga terpenuhi apa yang disampaikan oleh penulis surat kepada orang Ibrani, tentang syarat-syarat yang wajib ada, supaya Yesus sang Juru Selamat itu dapat masuk ke dalam dunia ini. Bunda Maria, dari sisi tilik misioner, sesungguhnya adalah seorang yang dipanggil dan diutus (seorang misionaris) untuk membawa dan menghadirkan Yesus Kristus, Sang Juru Selamat itu kepada orang-orang di dunia ini.

Bagaimana Bunda Maria dapat melaksanakan tugas misioner ini? Inilah juga yang sekarang menjadi tugas-perutusan kita dalam dunia dewasa ini.

1. Juru Selamat : bagian dari diri dan hidup Bunda Maria
Sebagai misionaris, Maria telah memenuhi syarat tentang seorang “misionaris” yang disampaikan dalam Surat kepada orang Ibrani. Bunda Maria telah menyediakan tubuh bagi Sang Juruselamat (Ibr. 10:5; Luk. 1:42). Dan dengan cara ini, Sang Juruselamat itu lalu menjadi bagian dari diri dan hidupnya.

Bunda Maria juga memberikan dirinya untuk menjadi pelaksana kehendak Allah, sebagaimana Yesus, Sang Juruselamat itu yang datang untuk melaksanakan kehendak Allah (Luk. 1:38; Ibr. 10:7.9). Selanjutnya, sebagai misionaris, Bunda Maria ikut ambil-bagian dalam tugas Yesus untuk menguduskan umat manusia (Ibr. 10:10).

2. Menghadirkan Juru Selamat kepada sesama
Keluarga Zakharia yang dikunjungi Bunda Maria menjadi saksi untuk hal istimewa ini. Elisabet lah orang Pertama yang melihat bahwa Maria tidak datang kepada keluarganya seorang diri. Maria datang sebagai Bunda Tuhan. Maria datang membawa dan menghadirkan Yesus dalam perjumpaan antar keluarga tersebut (Luk. 1:43).

3. Tugas untuk menghadirkan Yesus kepada sesama
Demikianlah dari Bunda Maria, kita belajar tentang apa yang seharusnya ada dan terjadi di dalam hidup, pribadi dan karya seorang pengikut Kristus pada umumnya, serta seorang misionaris pada khususnya. Seorang pengikut Kristus pada umumnya dan seorang misionaris Kristus pada khususnya, haruslah seorang yang (a) memberikan diri dan hidupnya bagi Kristus untuk menjadi kenisah atau tempat diam-Nya, (b) seorang yang menjadi pelaku Firman atau pelaksana Sabda Allah, (c) seorang yang “telah dikuduskan oleh persembahan Tubuh Kristus,” agar supaya dapat menghadirkan Yesus Kristus dan damai sejahtera-Nya kepada sesama. Semua hal ini telah dilakukan oleh Bunda Maria.

Mau jadi misionaris? Lakukanlah seperti yang telah dilakukan Bunda Maria sepanjang hidupnya.

(RD.Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkalpinang)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s