Sang Sabda Telah Menjadi Manusia

RENUNGAN HARIAN MISIONER & HARI MINGGU
LITURGI Th. C/I
2018-2019

HARI RAYA NATAL
Selasa, 25 Desember 2018
Yes. 52:7-10; Ibr. 1:1-6; Yoh. 1:1-18

SELAMAT NATAL. Sukacita dan damai Natal memenuhi hati kita bersama.

Bacaan-bacaan yang kita renungkan hari ini adalah bacaan untuk Misa Natal siang. Dalam tradisi Gereja Katolik (Roma atau ritus Latin), Hari Raya Natal Kelahiran Tuhan dirayakan dengan tiga Misa Kudus. Yang pertama, Misa Malam Natal 24 Desember malam. Yang kedua, Misa Fajar 25 Desember pagi. Dan, yang ketiga, Misa Siang 25 Desember siang. Ketiga Misa Kudus tersebut melambangkan tiga sisi realitas kelahiran Tuhan Yesus Juru Selamat dunia. Yang pertama melambangkan realitas Tuhan Yesus lahir dari kandungan Bunda Maria (Luk. 2:1-14). Kedua adalah realitas Tuhan Yesus lahir dalam kehidupan orang beriman yang pertama, yaitu para gembala (Luk. 2:15-20). Yang ketiga adalah realitas Juru Selamat, yakni Sang Sabda sudah ada sejak semula, yakni sejak dalam kehendak Bapa di surga untuk mengangkat martabat manusia ke dalam hidup ilahi-Nya (Yoh. 1:1-18).

Misa Natal siang mengajak kita merenungkan lebih jauh tentang kelahiran Tuhan Yesus sebagai Sang Sabda yang menjelma menjadi manusia untuk melaksanakan karya keselamatan. Bacaan pertama dari kitab Yesaya mengajak kita untuk bersukacita karena warta damai dan kabar baik atas kedatangan Allah yang meraja. Kedatangan Allah yang meraja itu nyata dan dipenuhi dalam kelahiran Yesus Kristus, Sang Raja Damai dan Penyelamat dunia, bagi seluruh umat manusia. Bacaan kedua dari surat Ibrani menunjukkan kepada kita bahwa Yesus Sang Putera terlibat dalam penciptaan alam semesta. Ia juga adalah kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah. Kelahiran Yesus adalah untuk penebusan dosa, penyucian umat manusia dan setelah itu Ia kembali kepada Bapa dalam kemuliaan-Nya.

Injil pada Misa Natal siang ini menyatakan identitas Yesus sebagai Sang Sabda atau Firman, Hidup dan Terang. Yesus adalah Firman yang menjadi sumber kehidupan. Ia menganugerahkan terang yang membuat manusia mengenal Allah Bapa. Ia juga menganugerahkan kehidupan kekal. Sebagai Terang, Yesus dikontraskan dengan kuasa kegelapan. Dalam Dia, ada kehidupan. Di luar Dia, yang ada adalah kematian. Kesatuan dengan Yesus membawa kehidupan, sebaliknya terpisah atau memisahkan diri dari Yesus menjerumuskan orang kepada kematian. Demikianlah warta gembira Natal, kelahiran Yesus adalah penjelmaan Firman Allah yang membawa terang bagi jalan setiap orang menuju hidup yang penuh damai dan bahagia.

Kita yang adalah penerima warta gembira Natal ini, sekarang saatnya menjadi pembawa dan pewarta kabar gembira bagi orang lain. Misi kita sebagai murid-murid Tuhan adalah mewartakan sukacita Natal dengan berkata-kata benar yang membawa kedamaian, yang mencerahkan karena membawa terang dan yang mendamaikan karena menyuburkan kehidupan dan justru bukan sebaliknya membuat orang lain terpuruk.*** (NW)

(RD. M. Nur Widipranoto – Dirnas Karya Kepausan Indonesia)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s