Keluarga Bermisi Menjaga Cinta

RENUNGAN HARIAN MISIONER & HARI MINGGU
LITURGI Th. C/I
2018-2019

Pesta Keluarga Kudus Yesus, Maria dan Yosef
Minggu, 30 Desember 2018
Sirakh. 3:2-6, 12-14 & Kolose. 3:12-21 & Matius. 2:13-15, 19-23

Perkawinan adalah jalan awal terbentuknya sebuah keluarga. Begitu luhur dan tingginya nilai tentang keluarga maka siapapun yang mau melangsungkan perkawinan gereja Katolik harus melalui beberapa tahap pembinaan dan pendampingan baik sebelum, saat perayaan dan sesudah perkawinan. Hal ini begitu diperhatikan oleh Gereja karena keluarga menjadi tempat pendidikan awal sebuah pribadi. Keluarga yang baik akan menghasilkan lingkungan yang baik. Lingkungan yang baik akan menghasilkan masyarakat yang baik. Masyarakat yang baik akan menghasilkan Gereja dan Negara yang baik.

Hari ini Gereja merayakan Pesta Keluarga Kudus. Yesus, Maria dan Yosef. Keluarga Kudus Nazareth ini hendaknya menjadi teladan bagi keluarga-keluarga di masa kini. Penting pertama kali memahami terlebih dahulu apa yang menjadi identitas sebuah keluarga, sehingga akhirnya mampu menjalankan tanggung jawab sebagai keluarga tersebut. Banyak keluarga mengalami kegagalan karena tidak pernah menyadari identitas sebagai sebuah keluarga sehingga tidak pernah mampu juga menjalankan misi sebagai sebuah keluarga.

Keluarga terbentuk dari sebuah sakramen suci yang menyertakan Allah. Maka, peran Allah begitu besar dalam kehidupan keluarga. Rasa syukur menjadi wujud manusia yang terus menyerahkan kehidupan keluarga kepada penyertaan Allah. Ini yang terjadi juga dalam keluarga Elkana, Hana dan Samuel. Mereka mampu selalu bersyukur atas apa yang telah Allah berikan dalam hidup mereka.

Hal kedua, menyadari bahwa kita telah diangkat menjadi anak-anak Allah. Maka kita hendaknya selalu hidup selayaknya keluarga Allah tersebut. Keluarga yang selalu menjalankan perintah Allah. Keluarga yang selalu hidup dalam persekutuan cinta kasih. Keluarga yang selalu mampu menjaga, menyatakan dan mengomunikasikan cinta. Hal ini yang akan membawa dan mengarahkan keluarga kita semua menuju kepada kekudusan.

Misi sebagai sebuah keluarga pertama adalah menjaga cinta. Cinta yang berasal dari Allah dan telah menyatukan suami dan istri hendaknya selalu dijaga, dipelihara, dirawat dan ditumbuhkembangkan. Bukan dimatikan dan dimusnahkan. Kedua, keluarga hendaknya selalu mampu menyatakan cinta. Setiap pikiran, perkataan, hati dan tindakannya selalu berdasarkan cinta. Suami, istri dan anak-anak selalu berbuat cinta di mana pun, kapan pun dan kepada siapapun.

Ketiga, mengomunikasikan cinta adalah saat keluarga mampu menjadikan cinta sebagai senjata, sebagai alat dan sarana untuk terus berjuang bersama dalam kehidupan keluarga. Segala persoalan dan permasalahan hendaknya diselesaikan dengan senjata cinta itu sendiri. Saat keluarga selalu menjaga, menyatakan dan mengomunikasikan cinta itu adalah tanda Yesus hadir dalam keluarga itu. Bersama Yesus keluarga ini akan menuju kepada kekudusan. Mari jadikan keluarga kita sebagai keluarga yang hidup penuh dengan cinta.

Tuhan memberkati.

(RD Lucius Joko – Imam Keuskupan Bogor bermisi di Keuskupan Agats-Asmat Papua)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s