Tiga Tahap Kehidupan Seorang Misionaris

RENUNGAN HARIAN MISIONER & HARI MINGGU
LITURGI Th. C/I 2019

Peringatan Nama Yesus yang Tersuci

Kamis, 03 Januari 2019
1Yoh.2:29 – 3:6 & Yoh.1:29-34

Renungan Harian dari Yung-Fo

Selamat datang ke dalam Tahun Baru 2019 hari ketiga. Pada tiga hari pertama ini, Firman Tuhan mempertemukan kita dengan para tokoh iman yang secara liturgis maupun sanguinis terkait dengan kelahiran Tuhan kita Yesus Kristus. Dari mereka ini, kita mengenal bahwa hidup sebagai seorang misionaris mempunyai tiga tahapan yang terhubung satu dengan yang lain :

Perjumpaan dengan Tuhan
Tahap pertama ini menghadirkan Musa dan Harun, yang diberi tugas untuk memberkati umat Allah dengan rumusan berkat, yang menegaskan bahwa Perjumpaan dengan Tuhan merupakan syarat untuk memperoleh berkat-Nya (Bil. 6 : 24-26). Seorang misionaris haruslah seseorang yang mempunyai hubungan dengan Tuhan, yang sungguh dihayati dengan baik.

Tinggal di dalam Tuhan
Pada tahap ini, kita dipertemukan dengan Keluarga Kudus dari Nazaret. Perjumpaan dengan Tuhan mendatangkan berkat berupa pengangkatan menjadi anak Allah dan tugas perutusan untuk memberi kesaksian tentang Allah yang menghadirkan diri-Nya di dalam Kristus (Galatia. 4 : 4-7 & Lukas. 2 : 16). Seorang misionaris adalah seseorang yang “tinggal dalam persekutuan yang erat dengan Tuhan, dalam relasi filial dengan Allah Bapa.” (1Yohanes. 3 : 1-2)

Berbagi kehadiran Tuhan & aneka berkat-Nya
Pada tahap ini, kita dipertemukan pertama dengan Keluarga Kudus dan selanjutnya dengan barisan para tokoh iman lainnya sepanjang Sejarah Keselamatan. Contoh khusus untuk tahap ini adalah kunjungan Bunda Maria kepada Elisabet. Seorang misionaris adalah seseorang yang (1) datang menjumpai Tuhan dan (2) tinggal di dalam Tuhan serta (3) diutus untuk berbagi kehadiran Tuhan plus berkat-Nya kepada sesama.

Dalam barisan para tokoh iman ini, kita dipertemukan dengan Santo Basilius dan Gregorius Agung pada hari kedua Tahun Baru 2019 kemarin.

Pada hari ketiga ini, Firman Tuhan menghadirkan tokoh Yohanes Pembaptis dalam dialog dengan banyak orang yang mencari Tuhan. Peran khusus Yohanes dalam dialog tersebut adalah sebagai utusan Allah yang memperkenalkan Yesus kepada manusia. Kata-kata khas Yohanes untuk mempresentasikan Sang Juruselamat kepada publik ini, adalah sebagai berikut, “Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia. Dialah yang kumaksud ketika kukatakan : Sesudah aku akan datang seorang yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.” (Yohanes. 1 : 29b-30) Demikianlah, Yohanes memperluas tahap ketiga untuk kehidupan seorang misionaris, yaitu “mempertemukan orang-orang dengan Anak Domba Allah.”

Supaya tahap ketiga berikut tugas perutusannya dapat terwujud, maka perjumpaan dengan Tuhan pada tahap pertama dan tinggal di dalam Tuhan pada tahap kedua menjadi tahap yang tidak boleh tidak ada dalam hidup seorang misionaris.

Mari kita menghayati kedua tahap pertama itu dengan baik, supaya seperti Yohanes, kita dapat memperkenalkan Anak Domba Allah kepada umat manusia, terutama mereka yang berada di sekitar kita. Amin.

(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkalpinang)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.
Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:
Kaum muda dan Teladan Bunda Maria: Semoga kaum muda, terutama yang berada di Amerika Latin mau meneladani Bunda Maria dan menjawab panggilan Tuhan untuk menyampaikan kegembiraan Injil pada dunia. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:
Pemimpin Agama: Semoga para pemimpin agama berani dengan tegas menolak segala bentuk usaha pribadi maupun kelompok masyarakat yang hendak menggunakan agama demi meraih kepentingan politik praktisnya. Kami mohon…

Ujud Khusus:
Semoga umat di Keuskupan kami mendukung hasrat Sri Paus membangun damai dengan hikmat yang menguatkan tekad persaudaraan para pemimpin negara kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s